
Personel Simpus Boy Band di pinggir Danau Buyan usai menengok Sukasada II... Aliran musik kami : campursari, dangdut, keroncong, pop, alternatif, kontemporer, klasik...
Januari 2010, perjalanan yang direncanakan dari bulan Agustus 2009 akhirnya terlaksana. Tanggal 13-20, selama beberapa hari kami berempat dari Team Simpus Jojok, melakukan perjalanan ke Bali. Bagyo, Pur, Uun dan saya sendiri memang sudah lama berniat jalan-jalan ke Bali, di mana salah dua (bukan salah satu hehe…) dari beberapa kabupaten disana masih dan ‘pernah’ menggunakan Simpus Jojok di puskesmas-puskesmasnya.
Kemana, ngapain, dimana, ketemu siapa saja selama di Bali ?
Tujuan utama perjalanan ke Bali jelas, menengok puskesmas, meskipun ada tujuan lain yang tidak kalah penting, jalan-jalan. Dan puskesmas yang memang pingin kami tuju adalah puskesmas-puskesmas di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Badung. Staf Puskesmas Sukasada II, pak Made, adalah orang yang sering kontak untuk konsultasi masalah Simpus. Puskesmas ini adalah puskesmas yang terletak di daerah perbatasan dengan Kabupaten Tabanan, di dekat tempat wisata yang sudah lama saya incar untuk acara bulan madu (hahaha…), Bedugul. Nah untuk itulah saya memutuskan untuk menginap di Bedugul, itung-itung survey lokasi
.
Mungkin sudah satu tahun lebih saya tidak mampir ke Bali. Dulu, mulai tahun 2004, hampir tiap tahun saya keliling ke Kabupaten Badung dan Buleleng untuk menengok puskesmas. Kadang dalam satu tahun bisa dua kali saya jalan-jalan. Pernah juga tahun 2007 saya kost dua minggu di Denpasar, supaya lebih maksimal keliling Bali. Beruntung saja sih bisa mampir, beberapa daerah lain seperti Jayapura dan Sumbawa Barat memang membuat saya harus transit di Denpasar, nah lumayan pas transit gitu biasanya saya perpanjang 3-4 hari buat jalan-jalan.
Kunjungan terakhir sebelumnya, saya diberi tahu staf Dinkes Badung kalau Simpus Jojok bakal di ganti software lain dari Dinkes Propinsi. Hal itu yang membuat saya absen keliling Bali, sampai beberapa waktu yang lalu ada beberapa puskesmas kontak untuk masalah Simpus Jojok, yang ternyata masih dijalankan di banyak puskesmas. Senang juga rasanya mendengar hal itu, dan janji untuk ke Bali pun ditebar, meskipun harus molor beberapa bulan menunggu jadwal longgar.
Kali ini, saya tidak lagi menunggu tiket pesawat lewat, berhubung yang berangkat empat orang, menyewa mobil sendiri menjadi alternatif yang cukup murah untuk menuju Bali…
Seperti saya sampaikan sebelumnya, niat saya yang utama memang pingin keliling puskesmas di wilayah Kabupaten Buleleng, maklum beberapa tahun yang lalu, tahun 2004, ketika saya melatih petugas Simpus di kabupaten ini untuk pertama kalinya, saya pernah berjanji untuk menengok puskesmas kalau ada waktu dan ‘gizi‘. Tahun ini, hal itu baru bisa terwujud. Perjalanan keliling sendiri kami lakukan menjadi beberapa etape, dan diantar oleh dua Pak Made (maklum ada dua Pak Made di Sukasada II) ke puskesmas yang memungkinkan untuk di tengok dalam waktu yang mepet. O iya, saya diberitahu kalau hari pertama saya ke Bali adalah hari libur sehingga jadwal harus berobah total dari rencana semula.
Hari Pertama di Bali
Jum’at, 15 Januari, puskesmas pertama, Sukasada II, kami datangi pas hari libur. Beruntung dr. Ayu dan pak Made tidak keberatan untuk menemani kami otak-atik komputer Simpus. Simpus sudah cukup lancar berjalan di loket, dan kami hanya melakukan beberapa perbaikan pada data, serta memberikan beberapa masukan untuk puskesmas untuk lebih mengoptimalkan Simpus.
Selesai di Sukasada II, kami pun menengok Danau Buyan, yang dari beberapa kali kunjungan ke Bali belum sempat saya tengok. Letaknya cuma beberapa kilo dari puskesmas. Selepas Jum’atan, bobok siang sebentar, sore hari langsung ke Tanah Lot.
Hari Kedua
Hari berikutnya, dalam waktu yang mepet kamipun membagi anggota Team Simpus menjadi dua, Bagyo dan Uun diantar Pak Made akan mengunjungi puskesmas sebelah timur Singaraja, dengan meminjam mobil puskesmas. Sementara saya dan Pur diantar Pak Made (juga, sama-sama pak Made hehe) akan menengok puskesmas sebelah barat Singaraja. Dan pagi-pagi kami langsungberangkat. Berikut beberapa cerita dan foto puskesmas yang sempat saya datangi.
Di Puskesmas Banjar II ini, Simpus berjalan lancar, bahkan dengan petugas yang sebelumnya tidak saya latih. Data-data cukup rapi, hanya dilakukan upgrade Simpus dan memberikan masukan supaya lebih optimal.
Berikutnya, Puskesmas Seririt III. Pas saya datang, ternyata Simpus di puskesmas ini macet beberapa hari, CPU komputer rusak sementara petugas baru yang juga belum pernah mendapat pelatihan Simpus, belum mengerti hal-hal teknis Simpus. Akhirnya Simpus saya install kan di komputer baru, sambil menunggu komputer lama pulih. Hal lain yang juga membuat Simpus macet adalah, puskesmas ini sempat mendapat jatah untuk implementasi Simpus Online Dinkes Propinsi Bali, meskipun akhirnya tidak berjalan optimal karena kurangnya komputer untuk aplikasi Online.
Puskesmas terakhir hari kedua ini adalah Puskesmas Seririt I. Puskesmas ini terletak di kota Seririt, di jalur jalan raya Singaraja-Gilimanuk. Dan sebagaimana halnya di Seririt III, Simpus juga macet karena listrik sempat mati dan Simpus rusak tabelnya. Berhubung tidak tahu cara repair tabel, CPU di bawa ke tempat service dan nyaris di install ulang. Siang itu juga begitu saya datang, CPU langsung di ambil dari service, dipasang kembali di loket, repair tabel, dan Simpus langsung normal kembali. Program pun saya update dengan Simpus yang terbaru.
Acara terakhir pun adalah acara yang tidak saya rencanakan dari rumah. Oleh Pak Made, kami berempat diajak mampir bertemu Kepala Dinas Kesehatan Buleleng, dr. Made Pustaka. Secara kebetulan kediaman beliau berada di jalan Seririt-Singaraja, sehingga diajak bisa mampir ngobrol ketika perjalanan pulang ke Bedugul. Alhamdulillah, kami pun ditraktir makan siang di pinggir pantai Singaraja.

Pak Made, Mas Made, Pak Made, dan Pak Made... hehe.. semuanya kebetulan namanya Made. dr. Made Pustaka yang ada di sebelah saya.
Beruntung beliau masih ingat saya hehe… Banyak obrolan kami dengan Kepala Dinas yang juga seorang biker Harley ini… dari pengalaman touring sampai pengembangan Simpus. Sayang gak sempat liat motor beliau. Pingin hehe…
Dari sisi lain Singaraja, Bagyo dan Uun juga bercerita tentang Simpus Jojok yang masih bisa berjalan di beberapa puskesmas, meskipun sempat harus ketemu dengan CPU yang meledak ketika akan di upgrade.
Hari itu juga kami pulang, untuk istirahat semalam lagi di Bedugul sebelum besoknya pindah nginap semalam di Kuta.
Hari ketiga
Kami berangkat ke Pantai Kuta, tentunya sambil berjalan kami menengok beberapa tempat wisata. Kintamani, Tirta Empul dan langsung ke Kuta.
Hari keempat
Acaranya adalah menengok beberapa puskesmas di wilayah Kabupaten Badung. Di Kabupaten yang mulai tahun ini beralih ke Simpus Dinkes Prop Bali, kami masih menemukan beberapa puskesmas yang menjalankan Simpus Jojok. Puskesmas Kuta Selatan salah satunya. Sementara Puskesmas Kuta II, Kuta I sudah mulai beralih ke Simpus DKK Propinsi Bali. Siang itu kami hanya sebentar di Kuta untuk kemudian kembali ke Bedugul, menginap malam terakhir sebelum perjalanan pulang. Tidak lupa tentunya, Ulu Watu dan Garuda Wisnu Kencana kami datangi.

Bersama Mbak Vera, pengelola Simpus Puskesmas Kuta I. Puskesmas ini memakai Simpus Dinas Kesehatan Propinsi Bali.
Hari kelima
Hari terakhir di Bali, kami hanya mampir di Puskesmas Sukasada I untuk upgrade Simpus, kemudian selanjutnya ke Dinas Kesehatan Buleleng untuk ngobrol dengan staf perencanaan di dinas kesehatan. Maklum banyak hal yang harus kami obrolkan berkaitan dengan implementasi Simpus Jojok di Buleleng. Terutama memang untuk mengajak keterlibatan dinas untuk lebih aktif dalam pengembangan dan pendampingan puskesmas.
Siang itu juga kami langsung pulang, mampir sebentar di Pantai Lovina, untuk seterusnya bablas menuju ke Probolinggo. Tujuannya berikutnya memenuhi jadwal terakhir dalam perjalanan ini untuk pelatihan Simpus Web Based di Puskesmas Krejengan.
Capek.. mungkin itu yang saya rasakan setelah perjalanan seminggu lebih keluar rumah. Beruntung banyak hal yang menyenangkan dan membahagiakan saya temukan.. Betapa Simpus Jojok masih bisa berjalan, bahkan tanpa pendampingan selama beberapa tahun, betapa puskesmas ada yang kembali lagi setelah mencoba Simpus lain dan tidak berhasil, atau bertemu petugas baru yang bahkan belum kenal saya tapi sudah lancar entry data. Rasanya hal itu adalah kepuasan yang sangat susah di ukur…
Mudah-mudahan saja masih ada lagi kesempatan untuk ke Bali. Untuk bulan madu tentunya hahaha…
(Rekaman perjalanan ke Bali yang lain akan saya upload dalam posting tersendiri, maklum banyak banget foto-foto yang sayang untuk dilewatkan).
Filed under: Dinas Kesehatan, Perjalanan, Puskesmas, Simpus Ditandai: | Bali, Dinkes Badung, Dinkes Buleleng, Evaluasi Simpus, Simpus Bali, simpus jojok










enaknya jalan2 ^_^
hehe… lumayan, liburan awal tahun mas…
Foto2 yang bagian jalan2nya nggak ada ya Mas?
sabar dong… nanti keliatan kalau lebih banyak jalan2nya :p
pose-ku pas salah j…lha ketok nek buncit aku…
hahaha…. tenanggg… rung koyo Saykoji..
wuiiiiiihh hebat yo mas puskesmas e , g kyo neng jowo wkwkwkwkwkwkwkwwkw
iyo… artistik mas kalau puskesmas di Bali, arsitekturnya khas.. kalau di jawa rata-rata sekarang aliran modern gitu…
Jalan2 yang produktif. Hebat simpusx, j2x, pkmx. Salam sukses.
Terima kasih pak Yance…
mudah2an bisa jalan-jalan lagi ke Manado segera hehe… Sukses untuk Manado juga…
enak ya mas….kerja sambil jalan2 k’bali???
gak enak mas… harus ngrogoh dompet hihihi…
memang niatnya harus dari jalan-jalan, jadi kerja itu terasa nyaman, malah jadi kebutuhan…
Wahh sayang mas, qta ngga kesampaian ketemuannya, ngga sempat mampir ke UPT. Puskesmas Abiansemal 1. jadwalnya kyknya bgtu padat (terutama acara jalan2nya….hehehe). Ingat looo mas diupload foto ama bule pas sunset di pantai kuta….. clegukk!!!.
lain kali pak saya mampir.. besok kalau jadi ke Papua lagi pulangnya saya perpanjang satu malam di Denpasar… siapkan saja bulenya… hehe… maksudnya makan-makannya..
kulo nuwun mas, …….Luar biasa, lihat Puskesmas di Bali-Wuih-mentereng buanget. …kapan2 aku ikut yo mas kalo ke sana. pingin melihat dari dekat. …….hebat-hebat.
monggo bu Siti, sugeng rawuh wonten blog…
hehe.. monggo kalau badhe tindhak Bali, saran saya, coba jalur2 pelosok, gak kalah asik dan eksotis daripada di pantai-pantai…
Puskesmas nya kebetulan banyak yang habis di renovasi,bangunannya juga bagus2, artistik… Simpus nya yang baru mulai bergerak…
mas jojo dinas kesehatan dan puskesmas di Bali bagus2, apa simpus di bali sudah maju……?
Salam kenal pak Agus…
Ada beberapa puskesmas yang sudah maju pak, tapi masih banyak juga yang menghitung secara manual.. banyak kendala baik dari SDM mau Hardware serta dari sisi manajemen…
Akhirnya….Personel Simpus Boy BAnd secara terang-terangan berani muncul yaa….biasanya Mas Jojok melulu…..yeee….
Eh Puskesmasnya di Bali bagus bagus ya arsitekturnya, lebih kaya’ hotel nih. Apa karena disana Puskesmas itu juga melayam turis mancanegara ya ???
hehe.. dah waktunya mereka Go Public di internet bu..
Kalau di Bali memang bagus2 gedungnya, artistik banget.. dan di beberapa puskesmas memang kadang melayani turis mancanegara, kayak Kuta I kalau ndak salah…
Puskesmas Mojoagung sih pinginnya juga Go Internasional kaya’ di Kuta I itu, cuman caranya gimana ya…. jombang kan belum jadi wisata Internasional. Kalau Wisatawan Manca negara mampirnya di Trowulan ( 2 km dari Mojoagung), tapi ya gak ada yang mampir ke PKM Mojoagung.
Oh ya…ada yang baru nih di PKM MOjoagung, yaitu TFC (bukan TLC lho <– kalo yang ini kan grup penyanyi). TFC (Therapeutic Feeding Centre) adalah tempat perawatan anal-anak kurang gizi (gizi buruk) di wilayah Jombang. Walau gak punya JAMKESMAS atau JAMKESDA ini gratis, karena masuk program pengentasan gizi buruk. Tunggu berita Launching nya di Blog Puskesmas Mojoagung yaa …..
Sabar bu, besok kalau Majapahit kembali mendunia pasti lebih banyak turis datang, apalagi sudah ada tujuan kunjungan yang baru di Jombang, ke Makam Gus Dur… satu saat saya pingin ziarah, saya pengagum beliau dari dulu…
TFC? wahh sip bangettttt… itu saya harapkan bisa jadi contoh di tempat lain bu.. harusnya di tunjang sistem informasi yang sipp… beli Simpus saya mau ?? hahahaha…(Jiwa asongan keluar nih….)
saya tunggu beritanya … kalau perlu saya nanti ikut ngelink di sini supaya lebih banyak lagi teman2 puskesmas yang baca…
Doain ya Majapahit jadi keajaiban dunia yang ka 10 (<– mana ada yaa…)
Kalau pas ke makam Gus Dur mampir ya mas….
mampir juga ke Dinas Kesehatan Jombang, siapa tahu hati mereka tergerak untuk membeli SIMPUS mu, dan semoga aja gak pake tender-tenderan…. (mungkin gak ya ?)
Berita TFC masih mau wawancara bu Lani dulu
ditunggu postingnya..
main ke DKK Jombang ? insya Allah kapan2 saya mampir kalau ada perjalanan ke timur lagi.. kemarin dah gak enak bikin batal janji ketemu pak Aziqin…
Huebat …. ! keliling Indonesia ternyata Mas Jojok .
Kapan mampir lagi ke Karangtengah Wonogiri.,,,
O .. Ya …Wellcome Please my adress .Tq.
We : http://www.puskesmaskarangtengahwonogiri@blogspot.com
Alhamdulillah pak dokter, Tuhan memberi kesempatan saya jalan-jalan keliling nusantara..
tapi baru beberapa daerah kok belum semuanya…
oke pak, blog nya saya link, tp sering di update ya… bidan2 cantiknya di tampilkan dong… hehe…
koq lama ga diupdate ya
sibuk beraaaaaatttttttt ommmm…
menata program, menata simpus, menata hidup, menata hati hahaha….
Waduh Kok Januari aku ndak tahu ya mas … harus nya ikut ke (M) Bali e .. Salut dengan Simpus e mas .. tetap jalan meski keputusan dari Banyak tempat di Ganti dengan yang lain.. tapi Simpus tetap di Hati…
masss……
maaf sampun suwe ora ketemu….
mohon penjelasan soal penulisan NIP
hee….. heeee…