Jejak Jojok Episode II

Sambungan dari Episode I …………………………………………………………..

Tahun 2006

Tahun 2006 mungkin tahun paling sibuk selama saya mengembangkan Simpus. Tahun ini kembali saya bisa jalan-jalan keluar Klaten. Beberapa tempat yang saya datangi adalah  Sumbawa Barat, Banjarmasin, Jayapura, Kota Ternate, Tenggarong, serta beberapa daerah di Pulau Jawa.

Sebulan setelah kecelakaan di Nanggulan, Kulon Progo, kondisi tangan kiri patah total, tapi  tetap nekat berangkat ke Kabupaten Sumbawa Barat. Sebenarnya sudah agak sembuh sih, cuma sapa tau ada pramugari bersimpati sama tangan yang cedera, tetap saya pake gantungan tangan. Sayang gagal total, gak ada yang melirik blassss..hehe.

Sebulan setelah kecelakaan, tangan patah, tetap berangkat ke Sumbawa. Sebenarnya sudah agak sembuh sih, cuma sapa tau ada pramugari simpati sama tangan, tetap pake gantungan tangan. Sayang gak ada yang melirik hehe...

Nampang di parkiran Newmont. Bergaya dengan tangan 'cedera' hehe...

Mas Agus memberikan materi pengantar Simpus. Pelatihan kami memang tidak melulu teknis nutul kibord.

Mas Agus memberikan materi pengantar Simpus. Pelatihan kami memang tidak melulu teknis nutul kibord.

3 Bulan kemudian baru berkesempatan diajak keliling ke puskesmas di Sumbawa Barat. Taktik tangan cedera sudah gak dipake lagi.

Kunjungan kedua di Sumbawa Barat, mampir di Puskesmas Desa Beru, Brang Rea. Bersama dr. Ali

Kunjungan kedua di Sumbawa Barat, mampir di Puskesmas Desa Beru, Brang Rea. Bersama dr. Ali

Kota Ternate, pelatihan yang pertama. Sayang belum berani naik motor mengelilingi Pulau Ternate.

Pelatihan pertama di Kota Ternate

Pelatihan pertama di Kota Ternate

Puskesmas Gambesi, salah satu puskesmas di Kota Ternate.

Puskesmas Gambesi, salah satu puskesmas di Kota Ternate.

Kutai Kartanegara, daerah berikutnya yang mengimplementasikan Simpus.

Bersama Mas Agus di Golden Gate nya Kukar...

Bersama Mas Agus di Golden Gate nya Kukar... masih cukup langsing.

Banjarmasin, Uji coba implementasi Simpus di Propinsi Kalsel.

Uji coba implementasi Simpus di Kalimantan Selatan.

Uji coba implementasi Simpus di Kalimantan Selatan.

Bisa menebak gambar berikut ini puskesmas di mana ??

Puskesmas Genyem, Distrik Nimbokrang, Jayapura.

Puskesmas megah di pelosok Papua.

Akhir tahun 2006, saya berkesempatan lagi ke Kabupaten Jayapura. Sungguh pengalaman pertama saya menyelusup ke pelosok Papua, kurang lebih 100 km, 3 jam perjalanan dari Sentani, dan bertemu dengan puskesmas megah ini. Puskesmas Genyem namanya, terletak di Distrik Nimbokrang. Dan ini bukan puskesmas yang terjauh, masih ada lagi yang lebih masuk dengan perjalanan 4 jam lagi. Sayang saya belum sempat kesana. Waktu itu puskesmas hanya memiliki satu komputer, tetapi rajin sekali mengolah data kunjungan pasien, bahkan sebelum Simpus dipakai. Yang mengolah ?? Bu dokter nya…

drg. Devika

drg. Devika

Bu drg. Devika adalah (kalau tidak salah lho) dokter PTT yang saat itu bertugas di Genyem. Satu hal yang membuat saya salut dan terkesan adalah dengan komputer yang terbatas itu beliau rajin sekali mengolah data-data puskesmas, kemudian hasilnya ditampilkan di dinding. Padahal belum tentu sebulan sekali ada tamu yang datang di puskesmas.

Evaluasi Kota Mojokerto

Pelatihan Simpus sangat mudah, dimanapun bisa, bahkan seperti di Kota Mojokerto, diadakan di aula yang merangkap jadi garasi mobil dinas hehe…

Pelatihan di 'garasi' pun jadi.

Pelatihan di 'garasi' pun jadi.

Tahun 2007 …. Bersambung biar gak kelamaan load  :)


2 Tanggapan

  1. kok nyambung terus?? BTW,i like papua..siipp!!!

    wahhh setujuuu.. i like papua too.. sipp… dokternya juga sipppp.. ;)

  2. Kaya’e menurut jojok bukan papua yg sipp,,jelas banget kalo bu dokter cantik yang siiippp..(hemm…ada apa ini??)

    ada apa ini ?? jelas ada bu dokter cantik di pelosok papua gitu loh hehe… :D

Tinggalkan Balasan