Belajar Ke Puskesmas Ngemplak I, Sleman

Sabtu 10 Oktober 08, stlh sempat tertunda gara-gara Roy flu, akhirnya kami bertiga bisa juga ber tamu ke Puskesmas Ngemplak I. Kami, team simpus terbaru (multi user) terdiri dari Albert, bossnya Kunang.com, kemudian Roy, programernya yang masih menunggu wisuda di pulau garam, dan saya sendiri, memang sudah beberapa hari terakhir berniat untuk melihat secara langsung proses yang terjadi di sebuah puskesmas. kemudian bagaimana nanti software bisa dikembangkan dengan menyesuaikan se fleksibel mungkin dengan kondisi puskesmas.

Sekedar Info, Puskesmas Ngemplak I adalah salah satu puskesmas di Kabupaten Sleman, terletak di tepi jalur alternatif Magelang-Solo, kalau dari arah Candi Kalasan (sebelah barat bengkel sunat Bogem, pasti lebih gampang nyari) ambil arah ke utara kurang lebih 6 km. Gedung puskesmas berdiri di pinggir jalan besar, sudah cukup megah, terdiri dari 2 lantai, serta merupakan puskesmas perawatan. Puskesmas Ngemplak beberapa waktu yang lalu termasuk puskesmas di Sleman yang sudah mendapatkan sertifikasi ISO untuk pelayanan publik. Secara pribadi saya memandang sertifikat itu sangat pantas untuk disandang puskesmas Ngemplak I kalau melihat dari pelayanan yang diberikan terhadap pasien yang datang. Etos kerja sama dari karyawan juga (maaf…) di atas rata-rata puskesmas di daerah lain yang pernah saya datangi.. sekedar contoh yang pernah dan sering saya temui, pak Satpam atau petugas lain di Puskesmas Ngemplak I akan dengan segera membantu proses pendaftaran pasien kalau terlihat pasien menumpuk di loket pendaftaran. Mereka akan membantu menulis di komputer, menulis di resep, atau menyiapkan rekam medis untuk segera diberikan ke unit pelayanan yang ada..

Mungkin ada yang bertanya kenapa kami pingin melihat proses pelayanan di puskesmas? kenapa di Puskesmas Ngemplak I? bukan di Puskesmas Salam yang menjadi pioner Simpus versi Single User? atau di Puskesmas Prambanan, Klaten yang juga belum lama mulai menggunakan Simpus..

Tujuan kami yang pertama adalah supaya team programer Simpus, bisa merasakan dan merasa lebih dekat dengan suasana kerja yang nantinya akan didampingi dengan Simpus. mustahil rasanya seorang programer bisa mengembangkan program yang lebih ‘akrab’ dengan pengguna tanpa programer tidak melihat dan merasakan suasana kerjanya..

Kemudian alasan pertama dan utama kenapa ke Ngemplak I adalah lokasi puskesmas sendiri yang relatif paling dekat untuk di datangi oleh Albert dan Roy dari Jogja, dan juga dekat dengan rumah saya, sekitar 7 km (hehe… sedikit egois). saya sendiri sangat sering mampir ke puskesmas Ngemplak I untuk mengupdate Simpus atau sekedar ngobrol dengan Pak Narto, pengelola Simpus.

Alasan berikutnya, Infrastruktur dari Puskesmas Ngemplak sudah cukup mapan untuk nantinya dipersiapkan menjadi puskesmas uji coba Simpus next Generation (… kalau boleh sih). Hampir di tiap ruangan sudah terdapat komputer, kemudian jaringan LAN juga sudah terpasang meskipun terdapat beberapa masalah kecil, Genset juga sudah tersedia kalau listrik mati, dan kesiapan dari teman-teman staf puskesmas dalam penerimaan sistem komputerisasi menjadi pertimbangan juga kenapa kami berkunjung ke Ngemplak I. Simpus yang sudah di pakai beberapa tahun terakhir sampai sekarang masih berjalan dengan baik, meskipun beberapa variabel memang tidak di manfaatkan.

Jam 10 pagi kurang, Albert dan Roy sudah sampai di puskesmas, sementara saya sendiri datang belakangan. hampir 1 jam kami ngobrol-ngobrol dengan Pak Narto. Beliau adalah staf puskesmas yang paling rajin mengelola Simpus di Ngemplak I. termasuk pengguna Simpus dari yang masih sangat sederhana, sampai ke modul Pemetaan yang juga sudah saya instalkan di puskesmas. Banyak masukan dari beliau, terutama dari sisi pengguna, bagaimana nanti diharapkan software yang dikembangkan bisa diimplementasikan dengan mudah, tidak ribet, dan yang jelas tetap bisa sejalan dengan Simpus yang sudah ada. cukup lama juga kami mengobrol kesana kemari, sampai topik-topik di luar puskesmas yang masih ada hubungannya dengan pengembangan sistem informasi. Beliau juga banyak bercerita pengembangan Sikesda oleh Team nya Pak Anis (rekan di IKM) yang juga masih berjalan di Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman.

Berikutnya kami langsung di ajak melihat secara langsung pelayanan puskesmas, mulai dari pasien datang dan dilayani oleh petugas medis, sampai mendapatkan obat dan pulang. Alur pasien yang sebenarnya sederhana mulai terlihat agak rumit ketika ditemukan beberapa kasus yang kadang-kadang terjadi di puskesmas. misalnya bagaimana nanti rekap kunjungan pasien, bagaimana kalau terjadi rujuk internal, apakah kunjungan dihitung dobel, bagaimana kalau berobat di dua unit pelayanan, bagaimana kalau ini, bagaimana kalau itu, siapa nanti yang boleh mengakses data… dan cukup banyak hal yang ditanyakan Roy pada Pak Narto, beberapa juga belum dapat mendapatkan jawaban yang pasti..

Setelah dirasa cukup melihat proses di puskesmas, akhirnya kami pamit. Tentunya beberapa hal masih menjadi bahan diskusi nanti dengan Albert dan Roy sebelum kita memulai proses panjang pengembangan Simpus Multi User. Sebelum pulang ke Jogja, sempat mampir sebentar ke rumah saya di kampung, ngobrol-ngobrol ringan, serta menghapal jalan supaya suatu saat mereka bisa mengadakan rapat Simpus di kampung🙂

Satu Tanggapan

  1. dari dulu memang Sleman sudah berkibar…. beritanya mengalir sampai jauh, persis bengawan SOLO. hehee
    Salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: