Menengok Grobogan

Minggu lalu, sekitar dua hari, 15-16 Oktober 08, setelah sekian lama istirahat lebaran dan menikmati kue-kue yang tersisa, saya mulai lagi kegiatan rutin, keliling puskesmas. Kegiatan paling mengasyikkan, melelahkan, dan pasti selalu menemukan hal yang baru dari setiap kunjungan. Mengunjungi puskemas yang meng implementasikan Simpus (nya Jojok) sudah menjadi kegiatan rutin dari tahun 2001, Dibungkus kegiatan touring bermotor dan jalan-jalan, hal ini bukan lagi menjadi beban, malah menjadi hal yang paling menyenangkan.

Tujuan perjalanan kali ini ke Kabupaten Grobogan, salah satu kabupaten disebelah timur Semarang. Grobogan termasuk Dinas Kesehatan yang baru saja mulai memperkenalkan dan mengimplementasikan Simpus secara bertahap di seluruh puskesmas. Bisa dibilang saat ini masih banyak puskesmas yang masih meraba-raba dalam mencari cara pelaksanaan Simpus yang paling pas dengan kondisi yang ada.

Berangkat jam 05.10, tour dimulai dengan mengambil jalur melewati Klaten-Solo-Sragen-Kuwu, kemudian ke arah Cepu. Tujuan perjalanan kali ini memang dimulai dari Puskesmas Gabus I. Pkm Gabus I termasuk dalam wilayah kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan. Perjalanan lancar, lumayan beberapa kali motor bisa nyampai 110-115 km/jam.. maklum hari masih pagi, sepi, belum banyak anak sekolah berangkat. Kebetulan juga motor habis di servis, lengkap sudah kenikmatan touringnya .. sebelum sampai Solo rata-rata kecepatan bisa di atas 90-100 km/jam. gak terasa ngebut maklum motor ‘agak’ gede, Yamaha Scorpio 225 cc hehe…yang lain makin jauhhhhh ketinggalan…

Jam 8 kurang saya sudah di puskesmas Kradenan II. KM di tachometer sudah menunjukkan 132 km. Saya biasa mampir ke puskesmas meskipun tidak diundang atau tidak memberi kabar terlebih dahulu. sayang rasanya kalau lewat puskesmas yang memakai software Simpus kok tidak nengok atau ambil data untuk di analisa. Petugas yang datang baru beberapa orang, masih sepi. Seperti biasa setelah permisi, saya langsung minta ijin nengok komputer Simpus.. dan yang saya temui ? “Simpus belum jalan mas, komputernya tidak cukup”. Hehe… ketika saya melihat komputer, memang komputer di puskesmas itu baru satu, agak tua, itu saja di meja sebelahnya sudah numpuk bahan-bahan yang mau di ketik. Entry data simpus pasti berebut waktu dengan pekerjaan administrasi lainnya. Memang itu salah satu kendala yang biasa saya temui di puskesmas, salah satu masalah yang mengganjal adalah kekurangan komputer. Akhirnya saya hanya ngobrol-ngobrol dengan ibu (saya sampai lupa nanya nama beliau) itu…masalah-masalah yang cukup klasik terjadi di puskesmas.

Puskesmas Kradenan II, di pinggir jalan Kuwu-Randublatung

Puskesmas Kradenan II, di pinggir jalan Kuwu-Randublatung

Dalam hati saya berfikit, satu saat harus kembali lagi ke Kradenan untuk menengok lagi kondisi Simpus di masa mendatang.

Karena memang niatnya hanya mampir, saya tidak terlalu lama di Kradenan II, foto-foto dikit, terus pamit dan berangkat ke Gabus II, sekitar 8 km ke arah timur. hanya butuh waktu beberapa menit saja. Dan disana puskesmas yang sedang di renovasi ini sudah cukup ramai dengan pasien. Langsung saja saya kulo nuwun (terjemahan Indonesia : permisi) dan mencari Mas Ali. langsung ketemu dengan beliau karena memang sudah ditunggu dari pagi.

Segera saya nengok komputer (dan ternyata sodara-sodara, itu kalau tidak salah juga cuma satu-satunya di puskesmas Gabus I !!), langsung mengecek program Simpus. Mas Ali bilang, sudah di install tapi kok data tidak muncul lagi..🙂. Lha jebulnya (terjemahan lagi : ternyata) masalahnya karena Simpus di install ulang, dan yang di install adalah Simpustu. Pantas saja kalau Simpus nya yang dijalankan ada tabel yang kurang lengkap. setelah memberikan penjelasan singkat, acara selanjutnya tinggal ngobrol-ngobrol dengan beberapa staf dan dokter puskesmas, dr. Saiful Haryanto… untung saja ketinggalan data nya baru beberapa hari, jadi masih bisa di kebut entry datanya. Sempat juga saya menunjukkan bagaimana bisa menggunakan modem GSM untuk onlen dan mengirim data, tanpa pusing-pusing membangun tower WAN untuk puskesmas.

Menatap komputer Simpus

Menatap komputer Simpus

Sekitar 1 jam, saya pamit untuk meneruskan perjalanan. Kali ini tujuannya adalah Puskesmas Kunduran. Puskesmas ini termasuk wilayah Blora, perbatasan dengan Kecamatan Ngaringan, Grobogan. Dari Gabus I, saya mengambil rute jalan pintas, dari kota Sulur ke arah utara, tembus ke Ngaringan. Daerahnya kering, tandus, panas, jalannya luar biasa… 70% jelek hehe…dan seperti biasa, saya nikmati saja kondisi ini..bener-bener lagunya mas Ebiet ada disini, ‘tubuhku terguncang, dihempas batu jalanan, hati tergetar menatap kering rerumputan…’. Butuh 3-4 kali bertanya pada orang-orang di jalan sebelum ketemu jalan besar Purwodadi-Blora. Kali ini kecepatan maksimal di jalan tadi cuma 30-40 km/jam..

Sampai Kunduran, saya langsung minta ketemu dengan bu Bidan pengelola data. Sebelum berangkat memang sudah diberi kabar bahwa Simpus KIA tidak bisa menerima masukkan data ibu hamil. setelah sebelumnya mengecek data KIA, baru ditelusuri kenapa tidak bisa di entry. Dan ternyata, masalah yang ditemui juga sederhana, ada bu bidan desa yang keliru memakai kode dari desa lain untuk ibu hamil di wilayahnya. pantas saja selalu terjadi ‘Key Violation’ hehe.. Untuk sekilas info, Puskesmas Kunduran sudah memakai Simpus selama beberapa tahun, termasuk yang pertama kali memakai Simpus di wilayah Blora. Sampai sekarang sudah ada sekitar 10 puskesmas yang mengikuti jejak Kunduran. Komputer yang ada sudah cukup banyak, sekitar 5 komputer. Kebetulan waktu saya datang kemarin puskesmas sedang di renovasi sehingga rencana pemasangan jaringan Loket-Simpus belum bisa dilaksanakan.

Selepas Kunduran saya berangkat ke arah barat, menuju Puskesmas Tawangharjo, sekitar 10 km timur Purwodadi, menemui Bu Siti Fathonah yang sudah menunggu. Beliau adalah pengelola Simpus, dan sekarang ingin menyambungkan komputer di Loket dengan komputer Simpus di ruangan yang lain. Jam 12.30, ketika puskesmas sudah agak sepi, saya baru sampai ke puskesmas. Beruntung Bu Siti masih berbaik hati menunggu pemasangan kabel. Berhubung hari sudah siang, pekerjaan dipercepat. Kabel dipasang, Simpus disetting, di upgrade, Bu Siti saya ajari upload data, selesai… dan tidak lupa foto-foto untuk dokumentasi. Komputer yang ada di puskesmas ini lebih dari lumayan, terdapat 2 komputer HP yang masih sangat bagus, di drop dari dinas ketika puskesmas dalam proses mendapatkan sertifikasi ISO. satu ditaruh di loket, sedangkan satu lagi ditaruh di dalam untuk Simpus. Proses pengetrian dilakukan dengan bergilir, jadwal pun di cetak dan diletakkan didekat komputer Simpus.

Jadwal entry di dekat komputer Simpus Tawangharjo

Jadwal entry di dekat komputer Simpus Tawangharjo

Selesai pekerjaan hari itu, tinggal mencari hotel di Purwodadi. Agak susah juga nyari yang kosong, kebetulan sedang ada lomba paduan suara gereja sehingga hampir semua hotel yang ‘bersih’ full.. Dua kali keliling Purwodadi, ketemulah hotel, yang biarpun agak ‘sedikit tidak bersih’ saya menginap disana.

Pagi hari, sambil memulai perjalanan pulang, saya mampir ke PKM Penawangan I.. Alhamdulillah Simpus sudah cukup lancar. Di Puskesmas ini juga telah mengaplikasikan Simpustu di loket. Petugas sudah lancar untuk mengoperasikan Simpustu. Masalah timbul ketika komputer Simpus beberapa waktu sebelumnya sempat error. Beruntung karena masih ada data backup, meskipun data nya sempat terpisah setelah di install ulang, saya berhasil menggabung datanya. Setelah memberi sedikit masukkan, saya langsung menuju ke puskesmas Tanggungharjo.

Puskesmas Penawangan, cukup megah di pinggir jalan Purwodadi-Semarang

Puskesmas Penawangan, cukup megah di pinggir jalan Purwodadi-Semarang

Letak puskesmas lumayan jauh dari Purwodadi, sekitar 40 km. Letaknya dari arah Gubug ke arah selatan menuju Kedungjati, sebelum sampai Kedungjati belok kanan 6 km. Agak lama saya di puskesmas ngobrol-ngobrol dengan kepala puskemas, dr. Suwindi, tentang masalah Simpus yang macet, masalah kebijakan, masalah rencana pengembangan, juga tentang kendala-kendala dari sisi birokrasi. Bahkan kemudian Bu Endang, koordinator KIA, beserta beberapa staf puskesmas ikut gabung ngobrol dan melihat software pengembangan Simpus KIA. Beliau sangat antusias, dan tertarik untuk implementasi Simpus KIA.

Puskesmas Tanggungharjo

Puskesmas Tanggungharjo

Masalah Simpus di Tanggungharjo hanya karena belum terkoordinirnya petugas entry data, dan dr. Suwindi sudah merencanakan untuk membenahi masalah itu secepatnya. Memang waktu pertemuan sebelumnya di Dinas Kesehatan saya berjanji pada beliau untuk menengok Simpus di Tanggungharjo. Beberapa kali melewati Kedungjati saya tidak sempat mampir karena belum tahu letak puskesmas.

dr. Suwindi, Kepala Puskesmas Tanggungharjo, sebelum berangkat pulang..

dr. Suwindi, Kepala Puskesmas Tanggungharjo, sebelum berangkat pulang..

Berhubung hari Jum’at, hari kerja pendek🙂, saya pun segera pamit setelah jam menunjukkan waktu 10.30. Perjalanan yang tersisa langsung menuju ke rumah. Mampir sholat Jum’at di Bringin, makan soto di Boyolali, saya sampai rumah sekitar pukul 15.00. Masih cukup siang. Tachometer menunjukkan angka 382,5 ketika sampai rumah.. agak lumayan untuk touring kali ini.

Dari perjalanan dua hari di Grobogan, saya mendapat beberapa hal penting untuk menjadi catatan :
– Dengan koordinasi yang baik, komputer yang terbatas, Simpus mampu berjalan meskipun belum maksimal.
– Masih perlunya pendampingan di puskesmas sehingga staf puskesmas bisa memanfaatkan data yang ada di Simpus bisa optimal.
– Semangat puskesmas untuk mengimplementasikan Simpus cukup tinggi. Sangat diharapkan lebih lanjut lagi dukungan Dinas Kesehatan, baik dari sisi perangkat keras maupun dari sisi birokrasi.

Sayang sekali karena keterbatasan waktu, saya tidak sempat mampir ke Dinas Kesehatan Grobogan untuk bersilaturahmi dengan Kepala Dinas, dr. Palti Siregar, MKes. Beliau sangat antusias kalau diajak bicara masalah Simpus dan bagaimana bisa mempercepat proses implementasinya.

Sekedar gambaran, inilah kantor Dinas Kesehatan Grobogan. Beberapa waktu yang lalu sempat mejeng sejenak di depannya. Sekedar informasi saja, sejauh perjalanan saya keliling daerah-daerah, ini termasuk salah satu kantor dinas kesehatan yang paling megah yang pernah saya datangi. Mudah-mudahan puskesmas di wilayah Grobogan segera menyusul.

Dinas Kesehatan Grobogan

Dinas Kesehatan Grobogan

14 Tanggapan

  1. wah udah bagus nih mas.. keep the work… oiya…masukin juga di http://multiply.com nanti bisa d link ke wordpress… jadi ada dua berita di dua media, publikasinya mau melebar kan ??? di multiply banyak orang yg cepat kasih komen… sapa tau ada feed back dan proyek baru…. ayoo ikutan…. sukses selalu yaaa !!!

  2. wah mudah2an gak kapok ke grobogan. whuhehehehe..

  3. Puskesmasnya penawangan bagus, jalannya bagaimana?ha ha ha
    saya orang penawangan…

  4. salam kenal mas Edy…makasih dah mampir..
    Jalan Penawangan bagus kok, paling di depan puskesmas itu sudah aspal dan hotmix, masalah bergelombang dan berlubang-lubang saya gak berani komentar haha.. tp lumayan lah drpada jalur Gabus-Ngaringan.. tapi dulu adik saya pas ke Puskesmas Penawangan II juga bercerita soal jalan yang ‘luar biasa’.. saya sih sebagai orang yang numpang lewat, menikmati saja hehe…

  5. wah photoku koq ga ada, wah curang aku ga jadi terkenal dong, ak dan p’joko dah buat blog di saifulhariyanto.wordpress.com dan djokosiswoto.wordpress.com
    makasih

  6. hehe… maap.. kmrn gak sempat ambil foto nya pak Joko sama pak Syaiful.. Flash nya sudah beres pak ?

  7. Mas aku ijin sedot foto puskesmasnya yaa..??
    Kanggo tombo kangen kampung…:D
    Sebelumnya matur Suwun..

    • Silahkan mas kuh…asli grobogan toh? banyak tuh foto2 puskesmas di Grobogan, cuma belum sempat di upload semua. Grobogan di mana ya ?

  8. Saya didesa Kradenan-nya mas…
    ditunggu kunjungannya ke blogku ya mas…

  9. Makane nek do kerjo sing bener Simpus kok macet

    • wah mas Gondo, kadang bukan karena kerja gak bener Simpus jadi macet, sering juga terjadi karena kendala keterbatasan hardware seperti yang di Grobogan.. Petugas menggebu-gebu tp kalau komputer gak ada yang sama saja hehehe…

      matur nuwun dah mampir..

  10. Mohon maaf sebelumnya, saya bukan mau memberi komentar. Tetapi tertarik dengan dr. Suwindi, Kepala Puskesmas Tanggungharjo. Apa saya bisa tahu no HP dr Suwindi. Kebetulan saya & teman-teman satu angkatan waktu dr. Suwindi sekolah di SMAN-1 Semarang sedang berusaha untuk bisa kontak lagi dengan beliau. Jika bisa mohon no HP beliau bisa di SMS kan ke no saya Julianto Purnomo 0816666307

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: