Perjalanan ke Tenggarong

Salah satu team Simpus Kutai Kartanegara, mas Ruly...

Salah satu team Simpus Kutai Kartanegara, mas Ruly...biar di pinggir Sungai Mahakam, tempat ini ada hot spot nya..

Untuk ke tiga (atau empat ya ?) kalinya saya berkesempatan ke Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Acara kali ini adalah melanjutkan pengembangan Simpus di Kabupaten Kutai Kartanegara dengan modul yang baru, Simpus KIA. KuKar sendiri memulai implementasi Simpus mulai tahun 2006, di mulai dengan pelatihan oleh team Simpus mulai dari dr. Kristiani, mas Agus, dan saya sendiri.

Pada implementasi awal Simpus Rawat Jalan, cukup banyak kendala yang dihadapi. Luas wilayah yang dimiliki, jarak puskesmas dengan dinas, transportasi yang berat dari puskesmas ke dinas, ketersediaan perangkat pendukung, listrik byar pet terutama di daerah pedalaman, dan terutama sistem pencatatan serta penguasaan komputer oleh SDM puskesmas yg belum cukup menjadi faktor utama penghambat implementasi Simpus. Beruntung di dinas kesehatan sudah mulai ada team yang mengelola Simpus. Team Simpus DKK KuKar sendiri sekarang dipimpin dr. Kuntiyo, dengan tenaga teknis mas Ruly, mas Rizal, pak Dayat, serta Bu Dewi…
Beberapa langkah perbaikan setelah pertemuan awal tahun 2008 sudah dilaksanakan, antara lain dengan pengadaan perangkat pendukung seperti komputer, printer, laptop, selain itu, sudah ada rencana meniadakan desktop di puskesmas, diganti dengan laptop plus solar cell untuk mengatasi masalah listrik. mulai direncanakan pula pengadaan beberapa modem untuk pengiriman data. Maklum biaya perjalanan dari puskesmas ke dinas saja bisa mencapai 1 juta untuk puskesmas yang terjauh. Bisa dihitung berapa penghematan biaya kalau saja GPRS bisa dimanfaatkan untuk kirim data. Pak Kuntiyo sendiri sudah bercerita kalau beliau sudah mencoba kontak operator selular untuk mencoba memakai sinyal yang ada untuk kirim data. Jangan bayangkan membangun menara-menara WAN seperti di beberapa daerah di Jawa, meskipun KuKar sangat mampu. Satu tongkang batubara yang lewat sungai Mahakam mungkin lebih dari cukup untuk membiayai pengembangan Simpus selama beberapa tahun hehe.. Sempat saya memberikan saran untuk membeli komputer mini, dengan prosesor intel Atom yang jauh lebih irit dan sudah cukup untuk menjalankan Simpus, terutama di proses entry data.

Dari beberapa kali menengok implementasi Simpus ke Kutai, perkembangannya sudah mulai menunjukkan hasil yang lumayan. Pelaporan yang di awal tahun hanya baru beberapa puskesmas mengirim data, akhir tahun sudah mendekati 100 %. Dinas Kesehatan sendiri lewat Mas Ruly dan Mas Rizal sangat membantu proses implementasi ini. Berdua beliau2 melayani beberapa masalah yang timbul pada implementasi Simpus, termasuk membuat jaringan komputer, memperbaiki hardware yang rusak, dan juga menghubungi saya kalau ada data yang bermasalah.

Kembali ke pelatihan kali ini, sesuai rencana diikuti oleh operator Simpus dan Bidan dari puskesmas.. Simpus KIA memang diharapkan menjadi sarana bu Bidan untuk sarana utama komputerisasi dalam mengelola data-data KIA. Tahap awal Simpus KIA adalah memperbaiki data Ibu Hamil dan proses informasi dari data yang ada, seperti pencarian data, pembuatan rekapitulasi data, dan juga membuat satu sistem peringatan dini untuk pengelola program KIA terutama dalam manajemen ibu hamil resiko tinggi.

Rencana pelatihan yang tadinya akan diadakan di Pusdatinkom akhirnya batal, karena tabrakan dengan acara lain. Lokasi dipindah di sebuah cafe di pinggiran sungai Mahakam. di daerah Seberang istilah nya pak Harto, dekat dengan kompleks stadiun baru yg kemarin di pake untuk PON. Lumayan, seumur-umur baru kali ini mengalami pelatihan di sebuah cafe, untung gak ditodong nyanyi oleh peserta hehe…Asik juga sambil pelatihan sesekali melihat perahu yang lewat…

Pelatihan dibuka oleh dr. Abdurachman, Kepala Dinas Kesehatan Kab. Kutai Kartanegara. Beliau banyak menyampaikan pentingnya pembenahan data, sistem informasi, terutama data-data KIA. banyak hal-hal yang disampaikan termasuk juga yang berkaitan dengan pengembangan Simpus di Kutai Kartanegara, pengembangan manajemen puskesmas dan beberapa hal lain termasuk tentang pembagian laptop untuk puskesmas dalam mendukung Simpus. Memang pada pelatihan kali ini juga sekaligus akan dibagikan laptop untuk puskesmas, sekaligus dipakai untuk latihan entry data KIA.

Kepala Dinas menyampaikan sambutan menjelang pelatihan, yang motret pak Arief..

Kepala Dinas menyampaikan sambutan menjelang pelatihan, yang motret pak Arief..

Berikutnya ketua Tim Simpus pak Kuntiyo juga ikut memberikan sambutan. beliau banyak menyampaikan hal yang berkaitan dengan implementasi Simpus secara teknis, termasuk beberapa rencana pengembangan ke depan. Disampaikan juga evaluasi singkat pelaksanaan Simpus beberapa bulan terakhir, termasuk juga kendala-kendala utama yang ada, serta rencana untuk mengatasi hambatan yang muncul.
Seperti biasa saya tidak memberikan sambutan🙂

Setelah break sejenak, pelatihan langsung dimulai. Diawali dengan pengenalan beberapa format pencatatan baru untuk kunjungan KIA, kemudian diskusi untuk integrasi dengan Simpus Rawat jalan, serta beberapa masalah teknis yang mungkin nanti akan muncul dalam implementasi KIA. Banyak hal yang ditanyakan dan hal ini juga sering menjadi masalah di beberapa daerah, misalnya :
– Bagaimana misalnya ibu hamil hanya periksa satu kali di bidan desa yang bersangkutan, selanjutnya periksa kehamilan di tempat lain.
– Bagaimana misalnya ibu hamil terdata ketika umur kehamilan sudah sekian bulan
– Bagaimana misalnya ibu hamil lebih sering periksa di tempat praktek swasta
– Bagaimana misalnya ibu hamil hanya datang ke desa tertentu hanya untuk melahirkan
– Bagaimana misalnya ibu hamil periksa di puskesmas lain, atau di bidan desa lain..

masih banyak sekali pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dan didiskusikan bersama. belum lagi pertanyaan, bagaimana nanti pengaruh Simpus KIA terhadap laporan cakupan data PWS…hampir semua bidan yang dilatih menanyakan hal tersebut🙂

Peserta pelatihan Kutai Kartanegara...laptonya baru lohhh..

Peserta pelatihan Kutai Kartanegara...laptopnya baru lohhh..

Memang banyak hal yang harus dijelaskan sebelum implementasi siap dilakukan. Simpus KIA pada dasarnya adalah langkah awal untuk membenahi data-data KIA. Tahapan pertama adalah membenahi data-data ibu hamil. Ketika kita berbicara laporan, cakupan, rekapitulasi, semua berangkat dari data, untuk itulah langkah pertama adalah pembenahan data. pembenahan data dimulai dari akses ke ibu hamil. Ini yang kemarin saya tekankan ke semua peserta pelatihan.

Diskusi rampung, langsung dilanjutkan dengan acara instal menginstall program, yang langsung diteruskan dengan otak atik program. Latihan mengisikan data dilakukan langsung di laptop masing-masing. dalam proses ini pun masih ada banyak pertanyaan yang harus dijawab, misalnya
– Bagaimana kalau HPHT tidak tepat
– Bagaimana kalau data pemeriksaan kurang lengkap
– Bagaimana kalau data tidak muncul
– bahkan sampai pertanyaan yang sebenarnya sudah harus jadi kesepakatan dari jaman dulu, bagaimana kita menentukan status K1 dari temuan ibu hamil..

Secara umum, para peserta tidak menemukan kesulitan menjalankan Simpus KIA, kecuali beberapa kesalahan teknis dalam penomoran index kohort, dan juga sedikit kesalahan program yang segera saya betulkan.

Memang dari pelatihan kemarin belum muncul variabel-variabel baru sebagaimana terjadi di Kota Ternate. mungkin karena peserta belum mulai mendata ibu hamil secara langsung sehingga belum melihat apakah ada variabel baru yang perlu ditambahkan. Hal ini bisa menyusul pada pertemuan berikutnya.

Proses untuk menjalankan Simpus KIA ini tidak bakal berjalan dengan mudah. Banyak hambatan yang bakal muncul, baik dari sisi teknis maupun non teknis. Yang jelas dukungan dari Dinas Kesehatan KuKar sangat dibutuhkan untuk lebih mempercepat implementasi Simpus KIA.

Sepertinya bakal jadi perjalanan yang panjang bersama ibu-ibu bidan …

Rampung pelatihan bersama staf DKK KuKar

Rampung pelatihan bersama staf DKK KuKar

14 Tanggapan

  1. Salam kenal juga Mas Jojok. Wah..saya sangat senang melihat geliat dan kemajuan TI di Kaltim. Simpus itu maksudnya “Sistem informasi Puskesmas” ya?

    Gimana ceritanya? Simpusnya develop sendiri atau open source? Kalau open source tentunya akan sangat membantu seluruh Puskesmas di Indonesia.

    Salam sukses aja ya dari Kalsel. Moga semua program dan kegiatannya lancar dan sukses.

  2. ingin rasanya juga simpus online terelisasi ditempat kami walau udah diistall jar LAN-nya tapi software belum ada!!!
    manipi.wordpress.com

  3. Wah Asyik nie mas keliling terus, ceritain dong suka duka SIMPUS disana, bagaimana para petugas menghadapi simpus, dan bagaimana kesan mereka sendiri terhadap SIMPUS, Apakah SIMPUS dah menjadi suatu bagian dari pekerjaan mereka yang ngak bisa di tinggali walau sedang mati lampu ….?

  4. -> Pak Ideris
    Simpus ini kebetulan saya sendiri develop pak, kebetulan kemampuan saya belum sampai open source, maklum keluaran jadul hehe..Insya Allah sudah kita siapkan modul yang open source, tp butuh waktu yang agak panjang.. Saya kebetulan beberapa kali ke Kalsel, mudah2an suatu saat bisa ke HSS..
    -> Pak Iqbal
    Simpus ndak harus onlen kok pak, itu hanya salah satu bentuk ideal yang diharapkan bisa di semua puskesmas. kalau bapak berminat banyak yang sudah mengembangkan simpus onlen, search saja di google simpus, sistem informasi puskesmas, software puskesmas, dijamin bakal muncul banyak pilihan🙂 untuk sementara LAN nya dipake buat print sharing atau file sharing dulu kan dah lumayan… asal gak pake game onlen hehe…

  5. -> bang Mamad
    wah kalau saya sih banyak suka nya, bisa jalan2 hehe.. duka nya hanya kalau ketemu pimpinan puskesmas atau dinas yang kurang semangat dalam pembenahan data..sedih rasanya..

    untuk puskesmas memang harus berjuang, maklum banyak perubahan yang harus dilewati sebelum simpus bs jalan, dr sistem pencatatan, sistem pelaporan dr luar gedung, blm termasuk perilaku memanfaatkan data. dari pertemuan terakhir sudah lumayan respon staf puskesmas thd Simpus. banyak lingkungan sistem (nyontek istilah pak Dian) yang harus dibenahi dulu sebelum Simpus running, bang mamad pasti dah merasakan di Aceh hehe..
    Mati lampu jelas membuat pekerjaan harus ditinggal, tapi itu bukan masalah, bisa di entry belakangan. sistem entri simpus ini dibuat cepat kok.. Di beberapa puskesmas, (tidak hanya di KuKar) Simpus sudah menjadi hal yang tidak bisa ditinggalkan..sudah menjadi kebutuhan, jadi mati lampu bukan alasan untuk tidak menginput data..cuma sedikit harus lembur😀

  6. “Sepertinya bakal jadi perjalanan yang panjang bersama ibu-ibu bidan …”

    percoyo mas.. mesti panjang to…. perjalanannya


    mudah-mudahan kamu dikuatkan mas… hihi

  7. amiennnnnn…benar-benar kudu kuat fisik dan mental, godaan selalu datang..😀

    tukar link di sebelah itu toh ? bolehhh.. .aku blm sempat saja add temen2.. maklum masuk wp admin lelet nya minta ampun..harus mandi kembang tengah malam hehe..

  8. kapan2 boleh sharing mas masalah simpus

  9. boleh mas hidayat.. silahkan saja pintu terbuka 16 jam sehari hehe.. yg 8 jam buat tidur.😀 kalau perlu di undang ke sana lagi juga dengan senang hati dijalani..

  10. Saya baru nemuin catatan ini Mas…
    Rupanya muncul juga foto Pak Harto Kukar Sohib karib saya setiap ada pertemuan diluar Propinsi, Kebetulan kelola proyek yang sama…

    Kondisi daerah Kukar hampir sama dengan daerah saya, tetapi beda “pendapatan” lebih banyak kukar 2x lipat🙂
    Kendala yang dihadapi pasti hampir sama karena Kutai Timur merupakan pemekaran dari Kukar…

    wealah.. temennya pak Harto ya ? beliau sering kontak dengan saya kok kalau ada masalah Simpus. Alhamdulillah sebagian besar pelaporan disana sudah menggunakan Simpus, tinggal pembenahan di beberapa titik saja. Tapi secara umum semua puskesmas sudah bisa berjalan dengan baik, dengan kondisi yang ada.
    Kendala yang ada memang klasik, tetapi dengan team yang kuat Insya Allah bisa diatasi…
    Saat ini saya menunggu untuk pengembangan tahap kedua dengan Simpus KIA yang baru separo dipasang disana. Beberapa bidan sudah sering kontak untuk konsultasi…mudah2an saja bisa lancar.

  11. Saya belum bisa kembangkan di Kutai Timur Mas…
    Masih dalam pendidikan, Tunggu saya kembali baru saya kembangkan, untuk sementara saya monitor perkembangan di Kukar dulu, kalau ada waktu saya akan jalan2 ke Kukar untuk belajar sekalian silaturrahmi dengan Pak Harto dan teman disana.
    Rencana Pengembangan SIK di Kutim maunya Duetkan Mas Jojok dgn Pak Anis, boleh y?!?🙂

    Silahkan saja pak mau di duetkan atau di trio kan sekaligus hehe.. saya juga masih banyak keterbatasan kok.. single oke, double ayuuuuk.. cuma kalau single biasanya cuma main setengah set.. sudah gak kuat main lama-lama… (apa hubungannya ya? hehe..)

  12. Saya sudah diskusi dengan Kasubag Penyusunan Program, beliau sangat mendukung pengembangan SIMPUS, April saya rencana pulang untuk bicara dengan Kepala Dinas dan sosialisasi ke seluruh staf Dinkes termasuk Puskesmas terdekat. Jadi doain mas loby2nya lancar….

    Dan mudah2an saya tidak dikatakan “orang gila”🙂 karena pelopor SIMPUS biasanya dianggap “gila” seperti kata Pak Pudjo.🙂 apalagi daerah saya yang merupakan Kabupaten Baru dengan keterbatasan Infrastruktur.

    Sebenarnya saya tidak sepakat jika dikatakan “Gila” sebenarnya kiat ini adalah orang yg telah “sadar” hanya saja kita masih kita masih berada di lingkungan orang-orang yang masih “gila” jadi wajar jika orang yang waras berkumpul dengan orang gila maka orang yang waras tadi dikatakan “Gila”🙂😀

  13. Oke mas, semoga lancar.. kalau perlu bantuan presentasi saya siap hehe.. itung2 tour de Kaltim🙂
    tenang.. ndak gila kok, masih wajar, yang gila itu kalau langkah2nya sudah melebihi kewajaran, dan nabrak2 aturan birokrasi. yang penting berhasil..

  14. Makasih mas… Di team mas kan ada Psikolog moga bisa membantu mereka sadar d!!!😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: