Akhir tahun… ikut sibuk…

Entah sudah menjadi tradisi, konvensi, atau jadwal pasti, setiap akhir tahun pasti mau gak mau kegiatan menjadi sibuk. Hampir semua kegiatan yang terjadwal dari awal tahun menumpuk untuk segera di urus tetek bengeknya pada bulan-bulan ini. Termasuk saya yang freelance, ikut juga arus kegiatan birokrasi akhir tahun. Maklum juga sih, memang relasi nya adalah para staf dan pejabat kesehatan dari plat merah hehe..

Minggu ini, praktis hari longgar dan agak santai cuma Selasa 9 November kemarin. Pulang dari Banjarbaru membawa radang tenggorokkan memaksa ritual nyate kambing korban tiap tahun yang rutin terlaksana terpaksa tidak diadakan. Senin siang, belum sembuh dari sakit, teriak2 nyocokkin kambing dengan ahli korbannya (maksudnya kambing dicocokkin siapa ahli korbannya) membuat sakit di leher tau nongol lagi. Suara yang dah mau mampir terpaksa agak menghilang lagi. Terpaksa siang sebelum acara bagi-bagi daging saya pulang, istirahat.

Untung Selasa hanya diisi acara rutin nengok KIA di Puskesmas Klaten Selatan. Ngajari bu petugas entry data mbenerin data dari pagi, nemani petugas entry data di puskesmas sambil diskusi ringan, kemudian nyantai, pulang ke rumah dan tidur sampai sore.

Rabu sampai Jumat, tiga hari ini berturut turut ada rencana pertemuan. Rabu kemarin ikut Rakerkesda 2008 Kabupaten Magelang. Saya kebetulan mendapat jatah menyampaikan rencana pengembangan Simpus Multi User dan Online se Kabupaten Magelang. Ada untung nya dapat sesi terakhir, pertama siangnya bisa istirahat abis nyetir sendiri dari rumah (saya sdh beberapa bulan gak nyetir, males). yang kedua, waktu yang tersedia sudah mepet, gara-gara acara molor seperti biasa, jadi materi bisa saya sampaikan lebih cepat. dan ketiga, para peserta, sudah agak capek, sehingga tidak ada pertanyaan, apalagi sesi saya berlangsung setelah makan siang, komplit sudah.. O iya, saya kebetulan dapat sesi ini barengan sama teman satu kampus di Elektro UGM dulu, Taufik M Heriawan. Beliau mendapat jatah menyampaikan pengembangan jaringan online puskesmas-dinas di Kabupaten Magelang. Dan seperti di Banjarbaru kemarin, suara mulai habis ketika presentasi berakhir. Pada sesi ini juga sekilas saya tampilkan operasional Simpus Web Based pengembangan terakhir. Beberapa kepala puskesmas yang sudah lama menunggu sistem ini berjalan tampak antusias melihat program yang akan diaplikasikan.

Kamis ini, rencananya mau pertemuan KIA lagi di Klaten. Benar-benar butuh waktu untuk mengajak pada bidan untuk rutin dan lengkap mengisi register yang saya sediakan untuk Simpus KIA. Bulan Desember ini target akhir untuk uji coba di Klaten Selatan, tahun depan mudah2an semua proses sudah bisa berjalan lancar. Untuk Simpus KIA ini, bu Erlin, Kepala Puskesmas Klaten memang baru menunjuk satu petugas yang khusus diberi tanggung jawab untuk entri data. Dan kebetulan beliau baru belajar komputer, sehingga kalau ketemu suara ‘DUNG‘ dari komputer kalau data nya salah saja sudah cukup membuat beliau panik🙂 Sebulan ini beliau
belajar hampir tiap hari, dan akhir-akhir ini sudah cukup lumayan, paling ndak sudah gak keringetan dingin lagi kalau menjalankan komputer.

acara sudah berjalan siang tadi, alhamdulillah dah banyak kemajuan. Bulan ini tinggal membiasakan bu bidan untuk menulis dan menyetor register periksa KIA. Tinggal komitmen saja yang harus dijaga.

Diskusi grup tentang pengembangan Simpus

Diskusi grup tentang pengembangan Simpus

Jumat besok, masih harus mendampingi DKK Magelang, melakukan diskusi kelompok untuk perencanaan Simpus/Sikda tahun depan. Mereka memang sangat tertarik untuk mengembangkan Simpus Single User saya supaya bisa seperti daerah lain yang online seperti Wonosobo, Purworejo atau Ngawi. Banyak hal-hal di luar teknis yang harus disiapkan. Infrastruktur, SDM, Bimbingan Teknis, Pendampingan, dan tentunya Anggaran. Banyak dari peserta kemarin yang sudah senyum pahit ketika saya sampaikan kalau sistem nanti banyak menyerap sumber daya. Contoh yang paling nyata yang membuat beliau-beliau harus melihat kondisi puskesmasnya masing-masing adalah ketika saya sampaikan saya butuh 7 komputer untuk tiap ruangan.. Boro-boro 7, rata-rata puskesmas sekarangbanyak yang hanya punya 4-5 komputer, dan itu sudah termasuk yang rusak😀

(Rakerkesda sudah usai Jumat Siang, beberapa rencana kegiatan sudah dibuat. Dan salah satu kegiatan besar beberapa tahun ke depan adalah menyangkut kelanjutan Simpus. Arah dan Strategi pengembangan sudah dibahas dengan team kecil dalam diskusi grup. Yang jelas, infrastruktur yang sudah tersedia harus dimanfaatkan se optimal mungkin)

Sabtu besok, saya kok lupa ada janji dengan siapa hehe. Saya kemarin inget sepertinya di telpon dengan mantap bilang Sabtu bisa ketemu di Jogja, tapi dengan siapa ya ? kok bisa lupa juga acaranya apa. Salah satunya mungkin ketemu mas Nuski di PMPK atau mas Agus di Lab komputer IKM.. (maaf kalau ada yang baca dan merasa punya janji bisa kontak saya, lengkap dengan nota tagihan kalau ada hehe)

(Sabtu sore ketika saya mengedit tulisan ini, ternyata janji saya yang kemarin terlupa adalah memenuhi undangan rapat pengelola Simpus dari puskesmas se-Kabupaten Wonogiri. Syukurlah Mas Wahyu dari Dinkes Wonogiri sempat nelpon Jumát siang di tengah-tengah Rakerkesda Kab. Magelang. Acara di Dinkes Kabupaten Wonogiri pun di isi dengan presentasi Pak Sri, dari Dinkes, menekankan beberapa hal yang berhubungan dengan manajemen Simpus, serta langkah-langkah yang akan dilakukan. Saya sendiri berbicara tentang arah pengembangan Simpus dan demo aplikasi Simpus KIA. Beberapa peserta langsung dengan semangat nya minta master instaler KIA untuk di coba. Gak tega rasanya kalau menolak permintaan mereka. Beberapa staf langsung setor flash disk. Keputusan yang paling berarti adalah keharusan semua puskesmas mulai 2009 untuk menyetor data LPLPO dan Kesakitan dengan format dari Simpus, serta mengirim data file Simpus ke Dinkes. Semoga hal ini bisa berjalan lancar. Maklum lah, proses implementasi di Wonogiri juga lumayan berat. Banyak kendala internal dan eksternal yang harus dihadapi. Salah satu kegiatan yang sangat menarik Pak Sri untuk segera dilakukan adalah beliau pingin mengundang saya untuk presentasi di depan semua bidan untuk mengenalkan Simpus KIA versi awal (Bumil)..hmmmm… ditunggu pak🙂 )

Presentasi bareng Pak Sri, membentuk komitmen Simpus

Presentasi bareng Pak Sri, membentuk komitmen Simpus

Antri mencopy master Simpus KIA

Antri mencopy master Simpus KIA

Malam Minggu, dah pasti lah acara rutin … istirahat … tidur dari sore. Paling nambah postingan ini dengan foto-foto kegiatan kalau ada..

2 Tanggapan

  1. Sabtu besok, saya kok lupa ada janji dengan siapa hehe. Saya kemarin inget sepertinya di telpon dengan mantap bilang Sabtu bisa ketemu di Jogja, tapi dengan siapa ya ? kok bisa lupa juga acaranya apa. Salah satunya mungkin ketemu mas Nuski di PMPK atau mas Agus di Lab komputer IKM.. (maaf kalau ada yang baca dan merasa punya janji bisa kontak saya, lengkap dengan nota tagihan kalau ada hehe)

    wah kayaknya ada yang sudah butuh sekretaris nih…

    iya nih kayaknya dah butuh sekretaris full time😀

  2. Yang penting bukan efek samping simpus Mas.
    Sama obat jamu…efek samping tak ada… yang ada efek kedepannya. heheee
    Salam

    hehehe… tentang efek ke depan terus terang saya belum bisa menebak pak, jadi ikuti saja prosesnya..🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: