Catatan pendek dari perjalanan panjang Grobogan-Blora-Boyolali

Istirahat dua hari setelah ke Kaliangkrik, Kamis pagi saya berangkat menuju Blora. Tujuan utama adalah ke Puskesmas Tunjungan, Jiken, dan Sambong di Blora, untuk membenahi Simpus dan mulai mengenalkan Simpus KIA kepada bidan-bidan desa. Seperti biasa kalau dalam perjalanan melewati daerah lain pengguna Simpus, saya mampir ke puskesmas di wilayah Kota Grobogan, Puskesmas Purwodadi I.

Seragam wajib perjalanan

Nampang sebentar di perjalanan.

Berangkat jam 5.00 ba’da Subuh, jam 8.15, saya sudah sampai di PKM Purwodadi I, dan sungguh sangat beruntung ternyata saya bisa langsung ketemu dengan kepala Puskesmas, dr. Bambang, untuk ngobrol masalah Simpus. Ternyata Kamis kemarin puskesmas sudah ada rencana pertemuan semua staf puskesmas untuk mulai sosialisasi sistem jaringan komputer yang akan dibangun. Tanpa saya tahu, dr. Bambang sudah mempersiapkan Simpus Online (Simpus single user sebetulnya belum mulai di aplikasikan). Itulah kenapa merasa saya sangat beruntung, bisa ketemu pada hari yang tepat, sayang rencana pertemuan jam 11, padahal jam 10 sudah ada janji di Tunjungan. Rencana mampir yang hanya beberapa menit akhirnya molor hampir satu jam lebih, karena diskusi panjang lebar dengan dr. Bambang yang ditemani Mas Pur, penanggung jawab pengembangan Simpus. Yang jelas, sangat senang melihat semangat dari puskesmas untuk membenahi Simpus nya. Bahkan saat ini saja sudah diadakan 6 komputer baru untuk mendukung Simpus nanti. Diskusi berakhir dengan janji pelatihan Simpus KIA dan pengenalan Simpus Web Based minggu depan. Beberapa rencana disiapkan, termasuk untuk melibatkan dinas kesehatan dan pemda supaya lebih memperhatikan pengembangan Simpus. Selain itu, dr. Bambang juga setuju untuk pengembangan Simpus yang bertahap, tidak langsung ke web based, maklum banyak langkah awal dan budaya baru yang harus dikenalkan lebih dulu ke semua staf, budaya Simpus (ada istilah baru nih, besok mudah2an bisa saya uraikan pemahaman budaya baru ini, sapa tau bisa dapat jadi bahan diskusi).

Mengejar waktu, saya segera bergegas ke Tunjungan, dan beruntunglah sebagian besar jalan Purwodadi-Blora sudah lumayan mulus, sehingga motor bisa dipacu (seperti biasa hehe…jangan lakukan ini di rumah Anda) hingga 90-100 km/jam. Letak PKM Tunjungan ini pinggiran kota Blora ke arah kiri kurang lebih 5 km. Sampai Tunjungan, molor 15 menit dari waktu yang dijanjikan. Segera saja setelah ngobrol dan istirahat sebentar, beberapa bu bidan dikumpulkan untuk mulai mengenal dan menjalankan Simpus KIA. dr. Mardiah, Kapus PKM Tunjungan menemani dan ikut berdiskusi beberapa saat. Untung sudah ada bu bidan yang cukup lancar mengoperasikan komputer sehingga pelatihan berlangsung dengan cepat, 2 jam an..

Malam itu saya menginap di Blora, mengisi waktu dengan ketemu teman SMA, serta mampir ke kediaman salah satu kepala puskesmas yang sedang bekerja keras dalam implementasi awal Simpusnya. Ngobrol ngalor ngidul soal kendala dari soal SDM, kendala perangkat komputer yang sering rewel, sampai kendala di tingkat dinas yang belum sepakat mengenai Simpus yang akan dipakai di Blora. Banyak hal dan informasi baru yang membuat saya makin sadar, betapa panjang dan berat perjalanan Simpus nanti di wilayah ini..

Pagi hari berhubung hari Jumat, saya pun langsung menuju ke Puskesmas Sambong. Jalan Blora-Sambong yang melewati hutan jati, sangat sayang untuk dilewatkan sambil ngebut. Lokasi PKM berada 7 km menjelang kota Cepu. Puskesmas Sambong baru beberapa bulan ini mulai mengimplementasikan Simpus. Implementasi lumayan lancar, bahkan langsung mengaplikasikan Simpustu di loket untuk pendaftaran. Beberapa minggu yang lalu memang dr. Yani, Kapus Sambong telpon kalau Simpus bermasalah. Sampai PKM Sambong, belum ada staf yang datang, maklum masih jam 7.30 an. Untung tidak lama dr. Yani sudah datang sehingga bisa langsung membenahi Simpus. Kerusakan yang terjadi ternyata di monitor loket yang rusak dan kabel LAN yang tidak terhubung. Untuk sementara saya berikan cara-cara upload data menggunakan flash disk sambil menunggu perbaikan kabel.

Selesai Sambong, tujuan berikutnya adalah PKM Jiken. Kali ini saya kembali ke arah Blora, karena letaknya memang 10 km dari arah Blora. Agenda yang direncanakan adalah mengenalkan Simpus KIA dan mencoba untuk memulai proses implementasi nya di puskesmas. Sengaja beberapa bidan dipanggil bu Pinti, Kapus Jiken untuk melihat dan berdiskusi. Simpus sudah mulai berjalan di Puskesmas Jiken, meskipun kendala yang ditemui juga sering muncul, terutama dari perangkat yang sangat sering rusak. Belum lagi komputer yang juga dipakai untuk keperluan lain sehingga kadang file ada yg tidak sengaja hilang atau kemasukkan virus. PKM Jiken hampir berbarengan dengan Sambong ketika memulai Simpus.

Selepas Sholat Jumat, saya langsung pulang sekaligus mampir menuju Puskesmas Karangrayung di Kabupaten Grobogan. Jaraknya lumayan dari Blora, hampir 80 km. Butuh waktu hampir 2 jam sebelum sampai di Karangrayung sekitar 14.30. PKM ini juga bersiap-siap mengimplementasikan Simpus. Yang saya kerjakan hanya mengupgrade Simpus dengan program terbaru, serta memberikan beberapa masukkan untuk Mas Zainuri, pengelola Simpus. Cukup lama juga mengobrol sambil cerita ngalor-ngidul tentang Simpus dan kendala-kendala yang akan dihadapi, termasuk beberapa cara praktis dalam implementasi Simpus. Untunglah Mas Zain sudah sangat mahir menggunakan komputer, sehingga dengan sedikit penjelasan beliau sudah bisa mengerti.

Setelah sholat Ashar dan menyelesaikan semua pekerjaan, pukul 16.00 akhirnya saya segera pamit untuk langsung pulang. Maklum agak takut juga kalau kemalaman di jalan. Perjalanan pulang kali ini langsung melewati jalur Juwangi-Karanggede-Boyolali. Dan untung perhitungan saya tepat. Sekitar jam 5, ketika mulai melintasi wilayah hutan di Juwangi-Kemusu, hujan mulai turun dan jalan yang rusak berat itu mulai sepi dari pengendara kendaraan bermotor. Meskipun hujan tidak deras, cukup membuat pontang panting juga sepanjang puluhan kilometer menghindari kubangan air di sepanjang jalan. Saya membayangkan kalau saja kemalaman di daerah ini mungkin mending balik kanan kemudian nginep di Grobogan. Jalan mulai kembali mulus setelah sampai Desa Guwo, wilayah Kecamatan Kemusu, Boyolali. Dan kecepatan pun mulai bisa dinaikkan sampai di PKM Wonosegoro.

Di puskesmas ini, karena saya inget pengelola Simpus lama tinggal di dekat puskesmas, saya pun mampir untuk silaturahmi dan menanyakan perkembangan Simpus. Pak Giatmo, staf sepuh yang dulu sangat rajin entry itu, kaget melihat kehadiran saya yang tak diundang. Dengan kondisi penuh dengan lumpur di sekujur motor, rambut acak2an, tampang dekil dan kucel karena seharian naik motor ratusan kilo.. saya maklum kekagetan beliau karena memang saya singgah tanpa memberitahu terlebih dahulu. Dan kami pun segera ngobrol banyak di warung sebelah puskesmas untuk membahas Simpus yang (sayangnya…😦 ) macet. Pak Giatmo kemudian bercerita banyak betapa susahnya petugas entry yang baru untuk menjalankan Simpus. Belum lagi pergantian kapus yang baru yang belum sempat untuk mengadakan pembenahan dan koordinasi internal puskesmas.

Segar juga istirahat sambil minum teh panas plus tahu goreng (saya lupakan dulu tenggorokkan yang masih sakit…). Saya pun memberikan beberapa masukkan supaya Simpus bisa di jalankan lagi. Terus terang untuk mengharapkan Pak Giatmo entry juga berat, karena sudah sepuh dan pekerjaan beliau memang sudah rangkap. Mudah2an saja kendala yang ada (non teknis sekali…) bisa di atasi, sempat ditawari menginap di PKM Perawatan ini, serta mandi, tapi berhubung sekalian badan kotor dan berharap mandi air panas di rumah, saya terpaksa menolak tawaran Pak Giatmo.

Maghrib, saya pun segera pamit dan menuju rumah. Sampai di rumah sekitar jam 8 malam, niat langsung mandi air panas terpaksa di tunda gara-gara harus air panas sudah dipakai untuk mandi terlebih dahulu oleh adik..pingin segera istirahat karena hari Sabtu sudah ditunggu di Dinkes Sukoharjo untuk ngobrol pengembangan Simpus dengan Pak Agus, Pak Didik dan kawan-kawan team Simpus Sukoharjo.

Yang jelas ada beberapa catatan penting dari 2 hari perjalanan ini :

  1. Komitmen dan semangat Simpus memang berbeda beda di antara puskesmas, baik dari kepala puskesmas, staf puskesmas, dan juga dari dinas kesehatan. Kondisi SDM yang kurang ideal memang kurang mendukung. Saya maklum karena memang itulah kondisi yang sering saya temui di sebagian besar puskesmas yang saya datangi, apalagi di awal-awal implementasi Simpus.
  2. Peran dan semangat kepala puskesmas, benar-benar sangat dibutuhkan untuk menjalankan Simpus. Sangat jarang saya temukan puskesmas bisa menjalankan Simpus dengan baik ketika kepala puskesmas nya kurang peduli untuk mengembangkan Simpus. Terus terang saya sangat senang kalau Simpus itu sudah merupakan satu kebutuhan yang harus ada di puskesmas. Rasa butuh akan membuat Simpus berjalan dengan sendirinya. Hanya saja saya harus menunggu agak lama untuk mewujudkan itu. Saya bisa maklum, pekerjaan kepala puskesmas memang berat.
  3. Keterlibatan dinas kesehatan, juga ditunggu oleh puskesmas, paling tidak supaya ada rasa kewajiban untuk menjalankan Simpus. Saya juga maklum, karena pekerjaan dinas kesehatan juga banyak.
  4. 2 hari ini saya menempuh 461 km…, cukuplah untuk latihan tour, sapa tahu besok suatu saat bisa muter dengan Harley besok.. hehe.

12 Tanggapan

  1. Oalah mas, dawane koyo ngene kok “catatan pendek”

  2. Itulah kelebihan sekaligus kelemahan pendekar simpus, nek ngobrol ngalor ngidul wahaha

  3. lho.. catatannya memang pendek kok, bisa diliat di akhir tulisan, cuma 4 item saja. Ceritanya memang panjang karena perjalanannya memang panjang, gitu hehe..kesimpulan di akhir tulisan..dalam pelajaran mengarang dulu apa istilahnya ya?

  4. He he..sbg org blora,aq ikut malu krna suzahnya mnjalankn simpus. Coz,puskku jg msih kcau. Jgn dikunjungi dl dech. Nti2 ja. :$

  5. hehe.. tergantung kemauan bu.. kalau memang mau pasti bisa. Ada yang cukup 2 minggu sudah bisa jalan. Tapi ada yang 2 tahun belum bisa lancar. Kemarin di Blora malah ada yang bilang ke saya. “10 tahun njenengan belum bisa mengimplementasikan Simpus secara penuh di Blora mas”, kata beliau.. Benar-benar suatu tantangan. Tapi pasti ada yang cepat juga kok.. catatan akhir tulisan saya itu bisa jadi tolok ukurnya..

  6. Mis (miss?) Miranti, apa pake Simpus Mas Jojok ?
    Ah…Mas tolongin tuh warga negara SIMPUS dong, mosok dibiarkan izin ????

    Siap pak !!!… segera ditolong…
    Kebetulan puskesmas Bu Miranti belum lama bergabung untuk memakai Simpus pak, jadi sekarang masih dalam tahap infiltrasi ke semua staf biar timbul budaya Simpus nya. Mudah2an saja lancar… gak perlu nunggu 10 tahun. Beliau kebetulan juga sibuk rangkap jabatan jadi ya harus pelan-pelan..

  7. Udh misis pak.
    Bukan’è mrgkap jbtan gt pak,,krn sya bukan pjabt. Mgkn pjabat teras iya(teras puskesmas pak..he he)
    Mg2 tahun baru ini mulai bs full entry simpus. Mklum SDMnya kurang..

    pasti bisa Misis Miranti.🙂 yang lain bisa kok, yang penting semangat. Blog puskesmas Medang mana nih kok belum ikut tampil..?

  8. Aduh,ngècé nich..Aq gaptex bgtz,,blum kpkiran blog..Mzti blajar dlu..Mw ngajari??

    bisa bu, tapi tarifnya agak mahal hehe..masak kalah sama pak Syahrir dari Makassar..

  9. Diajari gratiz aja masih mikir-mikir..Waktunya yang belum ada,,moga2 aja medang jadi pkm pertama di Blora yang punya blog..Ehem sungguh cita-cita yg masih setinggi bintang..

  10. kalo berjiwa astronot, bintang itu ga tinggi2 amat lho..😀

  11. Ha ha..astronout yach??yupz tp bintang kejora…
    Makasih banyak atas support’nya.. Jadi terpacu nich.. Moga2 segera terealisasi..🙂

  12. Wah sampai Tunjungan juga. mbah ku seko ibu kan disemayamkan disana dua-duanya. bulikku kepala sekolah SD tunjungan. aku malah wes 10 taun ra mrono.

    Oalah, dirimu dari Blora juga tho ? Tunjungan sepertinya masih kayak dulu…belum ada perkembangan berarti, kecuali ada BTS Seluler kayaknya hehe..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: