Kabar Team Simpus Sukoharjo

Hari Sabtu, 20 Desember 2008, setelah mundur satu minggu dari janji pertama, saya ke Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo. Seminggu yang lalu pak Didik, salah satu staf perencanaan menelpon untuk janji ketemu, sekedar ngobrol-ngobrol tentang rencana pengembangan Simpus di semua puskesmas di Sukoharjo.

Sukoharjo adalah salah satu kabupaten di Jawa Tengah, berlokasi disebelah selatan Kota Solo, sebelum wilayah Kabupaten Wonogiri. Puskesmas di Sukoharjo berjumlah 22, meskipun akan di’likuidasi’ menjadi 12 puskesmas, sesuai dengan SOTK yang baru. Kabupaten Sukoharjo mulai mengaplikasikan Simpus sejak tahun 2005, dan dua tahun terakhir ini Simpus sudah berjalan di hampir semua puskesmas. Dinas Kesehatan sendiri memang tidak setengah-setengah dalam mendukung Simpus, dua tahun terakhir selalu ada pengadaan komputer untuk puskesmas sehingga di tiap puskesmas sudah ada minimal dua komputer baru untuk menjalankan Simpus.

Pak Didik sengaja mengundang untuk bisa berdiskusi, pengembangan apa yang paling sesuai dengan kondisi implementasi Simpus yang sudah berjalan di Sukoharjo. Teman-teman Team Simpus saya memang sudah beberapa kali berkeliling ke semua puskesmas Sukoharjo, dan secara lugas Pak Didik meminta masukkan dari saya supaya pengembangan Simpus nanti bisa tepat dan sesuai. Menurut Pak Didik, saya lah yang bisa paling pas merencanakan pengembangan Simpus setelah dua tahun mendampingi Sukoharjo. Hehe.. benar juga sih, dan yang penting yang disampaikan dan menjadi beban buat saya pribadi adalah, bahwa beliau yakin saya gak akan macam-macam mengajukan pengembangan yang melebihi kemampuan dinas kesehatan Sukoharjo..(sstttt…dengan kata lain biar gak gede-gede ngajukan anggarannya)

Dinas Sukoharjo sendiri selama ini sangat komit dengan implementasi Simpus. Salah satu wujud nyata sesuai dengan masukkan yang saya berikan ketika pelatihan awal adalah membentuk Team Simpus DKK, dengan personel yang ringkas dan responsif. Itu saya lihat sendiri ketika pas saya datang di DKK, salah satu puskesmas menelpon kalau printer nya rusak, dan anggota team bagian hardware langsung berangkat ke TKP. Beberapa kali juga diadakan pertemuan pengelola Simpus, sehingga permasalahan yang ada bisa dianalisa bersama-sama.

Team Simpus ini terdiri dari beberapa orang :

Pak Hari

Pak Hari

Pak Hari, beliau adalah Kasubag Perencanaan (maaf kalau keliru, maklum SOTK lama gak hapal dan SOTK baru belum diresmikan). Kumis tebal dan suara beratnya cukup membuat Simpus berjalan dengan lancar.. ada hubungannya gak ?

Pak Didik, staf perencanaan, beliau yang biasa membuat perencanaan software hardware untuk Simpus. Maaf beliau masih keberatan foto gantengnya ditampilkan, takut nambah fans dan terkenal. Maklum kalau musim lelang biasa diburu teman, rekanan, sampai preman…

Pak Tri

Pak Tri

Pak Triyono, staf perencanaan, untuk merespon kendala hardaware. Rajin menelpon saya kalau ada masalah di lapangan

Mas Jumpono alias Mas Sastro

Mas Jumpono alias Mas Sastro

Pak Jumpono, outsourcing dinas kesehatan untuk urusan hardware. Nama aslinya memang itu, tapi biasa dan lebih senang dipanggil Sastro. Sepertinya untuk persiapan kalau mbak Dian bisa jadi istrinya.. Dian Sastro. Beliau sensitif (senggol sedikit langsung aktif) kalau ada panggilan puskesmas.

dan ini team numpang lewat dan numpang tampang…

Mas Jojok

Mas Jojok

Mas Jojok (harus ditulis dong, meskipun team gak resmi), jelas untuk bagian software.

Bagyo

Bagyo

Bagyo (hasil nepotisme saya, adik sepupu yang biasa blusukan ke puskesmas Sukoharjo dan daerah lain untuk upgrade Simpus).

Purwoko

Purwoko

Purwoko Edi (hasil koncoisme, tetangga di kampung yang juga biasa blusukan ke puskesmas, melirik petugas-petugas manis Simpus, untuk dilaporkan ke saya hehe…maksudnya mencari mana yang masih kurang fasih entry gitu…).

Nah dari hasil diskusi singkat kemarin beberapa masukkan yang bisa diaplikasikan untuk pengembangan Simpus Sukoharjo antara lain :

  1. Pengembangan Simpus Terpadu di Dinas Kesehatan berbasis web based, sehingga dari subdin lain bisa melihat rekapitulasi kunjungan yang dikirim dari semua puskesmas. Pelaporan sudah berjalan secara elektronik dari semua puskesmas, tinggal pengembangan lanjutan sistem pencatatan elektronik untuk format-format yang belum terangkum dalam Simpus Rawat Jalan.
  2. Pengembangan bertahap Simpus Rawat Inap untuk puskesmas perawatan.
  3. Pengembangan Simpustu di loket dengan membuat sambungan LAN langsung dengan Simpus utama. Saat ini baru ada 3 puskesmas yang melakukan ini. Paling tidak sebagai persiapan kalau di waktu mendatang Sukoharjo mulai memasang Simpus Online untuk setiap ruangan.
  4. Mulai mengenalkan Simpus KIA, supaya semua bidan sesegera mungkin mengenal sistem komputerisasi data KIA.

Selain itu saya sempat menyampaikan usulan untuk melengkapi semua puskesmas dengan modem GSM atau modem biasa, supaya puskesmas mulai mengenal internet untuk mengirim pelaporan secara online. Pak Didik masih mempertimbangkan usul itu. Mungkin pembaca heran kenapa saya tidak mengusulkan pembangunan tower-tower Wave LAN, seperti yang dilakukan daerah-daerah lain. Terus terang saya sendiri kurang sreg dengan ‘balapan’ pembuatan tower2 itu. Masih banyak hal lain yang lebih penting dibenahi dalam Simpus/SIK dan lebih bermanfaat untuk puskesmas sebelum membangun tower tersebut. Sayang sekali rasanya kalau puskesmas yang belum siap sistem online mendapat jatah pembangunan tower. Hasil berkeliling puskesmas di beberapa daerah membuat saya yakin akan hal itu. Saya pernah mendengar guyon seorang teman, jangan-jangan jaringan itu dipake untuk main Game Online antar puskesmas pas Agustusan hehe…πŸ™‚

Secara kebetulan, pagi itu saya ketemu salah satu kepala puskesmas, dr. Indarto dari Sukoharjo I. Wawancara dan diskusi ringan pun ikut terjadi dengan kehadiran beliau. Menurut beliau, ada beberapa permasalahan yang masih ditemui di puskesmas, dan hampir semuanya adalah masalah non teknis. Simpus belum bisa dimanfaatkan seperti harapan dari Dinas dan Puskesmas. Beberapa permasalahan implementasi Simpus yang beliau sampaikan antara lain :

  1. Penguasaan SDM masih kurang. Banyak staf cepat dan lancar entry tapi kurang memanfaatkan data. Mungkin belum bisa seperti puskesmas Wonogiri yang (menurut Bu Ary, petugas Simpus Wonogiri I) hampir 80% data sudah mengacu ke Simpus.
  2. Kurangnya komitmen dari petugas. Menurut beliau pekerjaan yang ada di puskesmas rangkap-rangkap, dan seorang staf bisa mempunyai banyak pekerjaan. Dan seperti biasa kalau saya menemui masalah ini,saya segera bertanya, “Wah kalau gitu semua staf saking sibuknya pulang jam 14.00 ya pak?” dan seperti biasa juga, jawaban yang sering saya dapat ,”Ndak juga mas Jojok”. Pak In menjawab sambil senyum simpul. Hehe… silahkan menafsirkan sendiri…
  3. Dinas Kesehatan belum punya mainstream yang jelas tentang Simpus. menurutnya setelah ada simpus harusnya dinas tidak menuntut laporan-laporan yang lain yang dilakukan secara manual. Hal itu memang saya amin i, dan saya sampaikan kalau memang Simpus masih dalam tahap awal, pembenahan program pelayanan rawat jalan. Ke depan memang diharapkan sebagian besar pelaporan bisa dilaksanakan melalui Simpus.

Pada akhirnya, memang masalah Simpus bukan hanya sekedar beli software dan pelatihan lalu jalan. Banyak hal-hal lain yang harus ikut dibenahi supaya Simpus bisa berjalan dengan baik. Dan yang paling penting memang menanamkan ‘Budaya Simpus’ di semua staf puskesmas..

19 Tanggapan

  1. wah kali ini postingannya tanpa melibatkan mbak2 dan ibu2 hihihi

    hehe.. sabar, nanti menyusul fotonya..sementara itu untuk menunjukkan kenetralitasan penulis terhadap gender.

  2. tim yang solid…pantasan bisa jadi sukses….

    belum sukses kok mbak, masih jauh ke arah sana, yang jelas kami ingin ke arah sana.πŸ™‚ saya minta ijin link ya..

  3. Nah… ini baru Tim yang gagah-nan perkasa. Moga Simpusnya lebih gagah lagi…. Majuuuuu
    Salam

    paling gagah kayaknya yang baju biru itu pak…

  4. oalah mas jojo kasian maS JUMPONO, cari yang standart aja sampai frustasi apalagi dian sastro.

    namanya juga cita-cita, sapa tau mas bisa meruntuhkan hati mbak Dian..

  5. Mas Jojo Puskesmas di Sukoharjo yang satu dibangunnya kapan ? ( sastro itu rencana nama di hari tua karena beliau bercita – cita jadi tengkulak sayuran jadi panggilannya sastro bayem

    Kebetulan untuk urusan bangun membangun saya kurang tahu pak, ndak pernah ikut tender hehe..
    gak ngira, mas sastro punya cita-cita mulia, bisa memberi andil dalam menyehatkan masyarakat Indonesia karena mensuplai sayur-sayuran. Maju terus mas… !! tapi sekarang bantu ngurus simpus dulu hehe…πŸ™‚

  6. No Comment

    weh, komentar pendek untuk menepis semua tuduhan hehe.. lembur mas Sas ?

  7. Kalo anggota tim ditambah’i cewek,kayaknya lebih seru..

    mau ndaftar bu ? coba hubungi mas Sastro hehe…

  8. Ohh,yg bagian loket mas sastro toh??
    Masih buka lowongan??trus saya bagian apa??

    nah untuk posisi silahkan konfirm juga ke beliau. Beliau yang hapal semua posisi di Sukoharjo hehe..

  9. ” salam kenal tuk mbak miranti, anggota tim banyak yang cewek, cuma belum mau tampil he.. he..”

  10. salam kenal juga buat mas sastro.. Anggota cewek kok gak ikut tampil kenapa??? Jangan-jangan gak boleh ma anggota cowok2… Yaa itu tadi, jatuh pasaran.. He he..

    bukan gitu bu.. takut kalah cantik..

  11. Lho kalah cantix tow??
    Sya jadi mìnder kalo mau daftar.

  12. ya jelas menang bu miranti, masak mas sastro menang cantik . kalau ganteng menang mas sastro..

  13. ” mbak miranti, gimana kabare SIMPUS Blora udah ada perkembangan ?”

    sepertinya Simpus Blora butuh sentuhan tangan mas Sastro hehe…πŸ˜€

  14. Untk kab. Blora,ky’e banyak prkembangn dlm hal simpus. Tp untk pusk. Medang msih kacau..
    Blum ada ptugas yg klik dlm hal ini.. Sya mzti jlan sndrian dgn amat sgt trsendat2 n lambat.. Ada solusi??

  15. Solusi ? dijalani dulu bu Mir…πŸ™‚ nanti kita adakan advokasi lah ke dinas atau kepala puskesmas.

  16. mas jojok……………mbok diusulkan ke tim simpusnya sukoharjo supaya tiap Puskesmas diberikan fasilitas internet. biar tiap hari bisa langsung upload ke DKK. dan yang tak kalah penting biar bisa chattingan………he234……

  17. Hehe…saya gak berani mengusulkan pak. Saya pernah menemukan satu kota (ndak perlu saya sebutkan kode wilayahnya hehe…) mencoba mengonlinekan puskesmas. Yang terjadi adalah, Sistem Informasi yang diharapkan tidak jalan, macet total, tapi situs-situs porno bertebaran di puskesmas hehe… Sukoharjo berminat kah ?πŸ˜‰

  18. Wah..baggus juga kalau bu bidan n dokter bisa online, bisa konsultasi kesehatan yang mungkin bisa gratis. bisa gak akses tenaga medis di puskesmas kab sukoharjo.

    makasih banyak mas-mas yang cakep. lha mbak2nya mana ya…

  19. terima kasih juga mamadhiffa sudah mampir di blog saya. Sudah banyak kok dokter atau puskesmas online, seperti cakmoki, dr agus, dr dondy, puskesmas mojoagung, dan semua bisa konsultasi dengan gratis. beberapa sudah saya link di bagian kanan blog iniπŸ™‚

    mbak2nya belum ada yang aktif di sukoharjo…πŸ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: