Oalahhhhh Ag… eh … Proyekkk proyekkkkkkkkkk…!!

Hari ini tadi jalan-jalan menengok dua puskesmas hasil renovasi di satu daerah. Kebetulan saja pas habis ada pemugaran dan siap untuk di operasikan. Dua-duanya sudah selesai tahap akhir. Megah, dua lantai, warna meriah…sayang seperti biasa tidak ada gedung yang tak retak๐Ÿ™‚

Gedung puskesmas pertama, ada satu ruangan tidak dipasang keramik, aula pertemuan kalau tidak salah. Alasan pemborong, dananya sudah habis… oalahhhh pakkk… lha gimana dengan RAB dulu ya…dengan anggaran yang cukup besar mestinya bisalah nambal sedikit ruangan itu. Ibu Y, pengelola Simpus lalu mengajak menengok gedung baru untuk mengukur kabel-kabel jaringan untuk Simpus besok.
Gedung kedua, gak kalah megah, di lereng suatu gunung, menghadap pemandangan indah kota X di depan sana, pas tadi sedang dipasang korden-korden untuk persiapan peresmian. Pas datang di puskesmas itu, langsung ketemu Bu Kepala Puskesmas (Kapus), pak Dokter, dan beberapa staf yang sedang mengecek kondisi gedung. Diajak berkeliling lagi, sambil nunjukkin beberapa masalah kecil. Puskesmas ini, eh belum apa-apa sudah ada yang bocor, gentengnya, kata pak dokter dipatahkan dengan tangan saja sudah patah. Garapan kayu pintu dan jendelanya bukan main, seperti garapan anak SMK lagi praktek menghaluskan kayu… Warna puskesmas juga lebih berani. Bu Kapus hanya sedikit merengut waktu saya bilang.. “Ini puskesmas atau play group ya, warnanya meriah sekali …”. Hehehe … untung semua keramik sudah dipasang. Kemudian sambil mengajak saya berkeliling, Bu Kapus mulai bercerita tentang rencana-rencana perubahan yang bakal dilakukan. Mau mbongkar ini, mau njebol itu, mau nambah disana, dan seterusnya. Saya hanya bisa heran, masak baru mau akan segera di resmikan sudah ada persiapan untuk memugar lagi hehe.. Bu Kapus bilang biar nanti sesuai dengan alur dan memudahan pelayanan terhadap pasien. Seperti biasa saya hanya manggut-manggut.

Satu lagi, Bu Kapus bercerita kalau di awal pembangunan, sebenarnya sudah ada team pengawas independen yang mengawasi pembangunan, bahkan dengan (menurut beliau) berapi-api bilang, pembangunan harus sesuai dengan bestek dan rancangan. Sayang, pengawas hanya hadir di awal proyek untuk kemudian menghilang entah kemana.

Tapi gimanapun senang juga melihat gedung baru yang siap untuk digunakan melayani masyarakat. Menurut saya sih, gedungnya bagus. Kekurangan sana situ tentunya masih bisa ditolerir (dari kacamata pemborong tentunya), toh masih ada masa pemeliharaan. Dan yang bikin bahagia, dua-duanya sudah menyiapkan satu ruangan khusus Simpus …๐Ÿ˜€

Sippppppppp … majulah puskesmasku dengan gedung yang baru.

12 Tanggapan

  1. Mau kasih tau nih, blog saya berpindah dari yang wordpress ke d-revoz.com. Mampir yach. ^^

  2. Wah, enak ne alo ada ruangan khusus utk simpus….
    Bisa ngobrak – ngabrik ne….๐Ÿ˜€

    lha kok di obrak-abrik to pak..๐Ÿ˜€ kalau gak ada saja bingung.

  3. Kalau saja kita tahu berapa persen dana yg benar-benar jadi gedung dan kemana saja alirannya mungkin oalahnya makinpanjang….. maaf garapan anak SMK pasti halus soalnya masih lugu kerjanya

    hehe…ini anak SMK baru masuk pak๐Ÿ˜‰

  4. jalan-jalan ke tempatku yg juga baru selesai rehab bandingin dengan yg dicritakan ( NGGAK JAUH BEDA dgn yg dicritakan )… waduhhhhh.. tukangnya yg baru belajar apa pemborongnya yg kepinteren?????!!!!!

  5. Syukur dah ada ruangan khusus Simpus, yg lebih penting operasionalnya Simpus harus lebih sip lagi….

  6. masih BAGUUUS Mas… saya pernah melihat proyek begini yang tak sempat dipakai…beberapa bulan kemudian langsung direnovasi dengan biaya yang aduhai… dan lagi… beberapa proyek yang tak diapa-apakan, kecuali dimasukkan pertanggung jawabnya doang… dan itu berapa proyek sekaligus… GILA…GILA ndak…!!!!!!!!

  7. Bak, seorang tua yang menjamu tamunya makan ikan… Sang tamu tak punya malu dilahaplah habis daging ikannya..; Pak tua tingal melihat dalam hatinya masih ada kepala ikannya…semoga..; tetapi sang tamu maju lagi melahap kepala ikannya..; Pak tua mulai kesal…yah…masih ada mata ikannya “gerutunya dalam hati”; tapi kemudian Mata ikanpun disikat….
    Tak sadar pak Tua mengangkat kepalanya bangkit lalu berucap, “asal tak kau colek MATAKU”
    Astaga…

  8. Ha ha,kasian bgt tuh ruangan.. Lha kurang dikit aja kok gak dipasang.. Jaim dikit gitu lohh..
    Masih ada yg lebih bagus lagi,puskesmas baru 2 lantai tanpa lantai.. Ada beneran lohh..
    Bayangin sendiri aja..

  9. ya begitulah, partisipasi semua pihak diperlukan demi pembenahan, mestinya pakta integritas benar-benar dilaksanakan. tim pemeriksa juga perlu bertindak dengan seharusnya.
    iya gak..
    salam dari banjarbaru

  10. @Mas Edy.. hehe.. jalannya habis direhab ? saya terakhir dulu kesana masih mulus kok. besok saya tengok lagi deh. kapan bu bidan mulai di latih ?๐Ÿ˜‰

    @Mas Ugik … Jelas mas…simpus di daerah sana sudah mulai membudaya kok, sebagian besar puskesmas sudah mulai care sama Simpus. tinggal beberapa puskesmas yang masih sering keteteran. Tahun ini mudah2an sudah mulai ke arah Simpus Web Based di sebagian puskesmas. Gimana IHIS ?? operasionalnya dah sip belum ? saya dah siap2 meniru hehe๐Ÿ˜‰

    @Pak Syahrir.. wah kasus kayak gitu sih buanyaakkkk..apalagi yang kurang pengawasan tuh, atau pengawasnya ikut dapat jatah๐Ÿ™‚ kalau emang dapat ?? Matanya pantas di colek !!! …. hehe …

    @Bu Miranti.. Lebih enak bayangin yang lain haha…

    @Bang Ahyar.. Setujuuuuu… asal gak kayak lagunya Iwan Fals.. si kucing kurang penataran jadinya gak jadi ngejar tikus..
    Salam balik untuk teman-teman di Banjarbaru.

  11. Susah-susah cari uang untuk negara, proyeknya banyak dimakan tikus

    hehe…ya begitulah pak Sugeng, kita hanya bisa bernyanyi bersama,”Itulah Indonesiaaaaa….”. Matur nuwun sudah mampir..

  12. Mudah2an gedung udah bagus, pelayanannya bagus juga ya… dokter dateng ga pada telat… pasien di beri penjelasan detail (ga nunggu ditanya…)….. he3x pengalaman nih… hiks..

    amiennnnn… semoga dibaca para petugas medis di puskesmas..๐Ÿ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: