Merger Puskesmas ?

SOTK yang baru sepertinya juga membawa masalah yang baru buat saya. Ketika mampir ke Puskesmas Tawangsari I, Kabupaten Sukoharjo, setelah mengembalikan data di Puskesmas Nguntoronadi II, Kabupaten Wonogiri, saya langsung ketemu masalah yang cukup bikin puyeng. Kepala Puskesmas dr. Bambang, beserta beberapa stafnya menemui dan bercerita kalau sudah ada merger untuk puskesmas dalam satu wilayah kecamatan.
Sebenarnya proses merger tidak bakal membuat kesulitan yang cukup berarti, dalam lingkungan non teknis. Sayang sekali, data-data Simpus yang telah berjalan beberapa tahun di masing-masing puskesmas harus digabung supaya Simpus bisa tetap menjadi Sistem Informasi dalam satu lingkup puskesmas.
Beberapa masalah yang bakal timbul antara lain :

  1. Kode Puskesmas, ini bukan hal yang sulit. Puskesmas yang bernasib ‘malang’ hanya perlu ganti kode sesuai puskesmas tempat bergabung, kemudian Simpus harus diganti dengan Simpustu.
  2. Kode Wilayah, ini agak sulit. Kode ’01’ di puskesmas A isinya lain dengan kode ’01’ di puskesmas B, meskipun kalau dikirim ke dinas kesehatan melalui Simpus masing-masing data desa itu akan tetap terpisah. Yang menjadi masalah, puskesmas menghendaki data jadi satu, tidak terpisah di dua Simpus. Kode Wilayah harus kembali di create.
  3. Kode Petugas, ini juga agak sulit. Kasusnya hampir sama dengan Kode Wilayah, sepertinya harus ada puskesmas atau kode petugas yang rela ganti kode setelah digabung. Data kunjungan di puskesmas lama harus diganti sesuai kode yang baru. Untuk masalah kode ini harus saya kembangkan tambahan fungsi kecil untuk prosedur ganti kode.
  4. Pemetaan, ini yang sulit lagi. Setting peta harus kembali disesuaikan dengan wilayah kerja yang baru. Beberapa puskesmas masih belum utuh petanya, sebenarnya bisa jadi momen untuk melengkapi peta wilayah.
  5. (Updated…tadi pagi lupa saya tulis)No Index Pasien. Ini nih yang paling susah. Saya membayangkan bagaimana nanti memboyong ribuan lembar Rekam Medis Pasien, atau Kartu Rawat Jalan, dari puskesmas kedua ke puskesmas kesatu, kemudian jelas harus dirubah Nomer Indexnya. Ide sudah ada tapi sepertinya butuh waktu yang lama. Untuk melakukan pemutihan nomer indeks lagi, sepertinya puskesmas agak keberatan.
  6. Simpus Terpadu Dinas Kesehatan, semua data dasar harus kembali dibenahi dan disesuaikan.

Membayangkan ada 22 puskesmas di Sukoharjo yang sekarang tinggal 12 puskesmas, sepertinya pekerjaan bakal menjadi cukup berat. Proses migrasi data membutuhkan waktu beberapa waktu, paling tidak 2-3 puskesmas bisa dilakukan setiap hari. Yang belum saya tahu sekarang adalah bagaimana kesepakatan dengan puskesmas, bagaimana data yang telah ada, pengkodean yang baru, serta prosedur dan alur data di lapangan. Puskesmas pun harus mulai dari awal lagi untuk terbiasa dengan kode yang baru.

Terus terang saya tidak mengerti pertimbangan digabungnya puskesmas-puskesmas yang ada. Mungkin memang untuk lebih memudahkan dalam organisasi atau manajemen kesehatan. Barangkali ada rekan yang bisa memberi tahu.

12 Tanggapan

  1. Yang jelas waktu merger puskesmas gak ngajak Mas Jojok, he he he….

  2. wah diajakpun saya mungkin gak mau pak hehe.. bisa nambah puyeng memilih kepala puskesmas. Kalau puskesmas berkurang, kebutuhan tenaga struktural jelas berkurang, nah sisa nya itu mau ditaruh mana hehe…apa di fungsionalkan saja ya ?

  3. Ada beberapa petugas SIMPUS bahkan setuju diadakan pemutihan, dengan alasan sekaligus memperbaiki no index yang rata-rata banyak yang dobel ( satu KK bisa memiliki lebih dari satu no index). ada juga yang mengusulkan pemutihan hanya pada puskesmas yang no indexnya berantakan.

  4. sebaiknya besok dibahas per puskesmas saja boss.. sekaligus nanti simpus akan saya bikinkan satu konverter ke Simpus baru biar lebih mudah penyesuaiannya.. kalau pemutihan di tahap awal nanti petugas loket harus di perbanyak. inget loh, tadi ada yg level puskesmas melorot jadi level pustu hehe…

  5. Merger Puskesmas diperlukan mas jojo………..
    biar mas jojo ada kegiatan me”merger”kan dua simpus………he234…………

  6. Terima kasih pak sudah mampir. Wah kalau alasannya biar saya ada kegiatan, bisa puyeng pak. Sepertinya daerah lain ada yang bakal mengikuti merger ini. Mungkin karena tuntutan jaman, atau tuntutan jabatan ???😀

  7. lam kenal mas jojo
    saya petugas baru di data informasi dkk, bantuin mas triyono
    liat merger ini dan keterkaitannya dgn pengelolaan simpus sudah merupakan tantangan besar buat saya pribadi, mohon bimbingannya
    CU in sukoharjo

    Salam kenal juga mas yuda..yang jelas proses merging data nanti sangat berat, harus kita siapkan sebaik mungkin. mudah2an saja nanti bisa segera ke Sukoharjo.

  8. a… ha……. akhirnya mampir juga, SIMPUS menunggu sentuhanmu mas Yuda

  9. Ah… Mas Jojok ini lagi guyon… mosok jadi susah padahal hanya merger ??? gimana kalo gempa…heeee.
    Mustinya khan kalo merger malah jadi sederhana…
    Salam …lama tak basuo…

    wah gimana nih hasil jalan-jalannya pak, pasti kanan kiri penuh oleh-oleh hehe.. Merger tidak bikin jadi sederhana pak, ganti kode saja nanti banyak yang nggedumel kok🙂

  10. nasibnya … merger. .. ikutan BANK yang mau bangkrut ? hahaaa

  11. belum tentu lho pak.. bank plat merah dulu di merger jg jadi gede hehe…sapa tau puskesmas bsk jadi rumah sakit begitu di merger..

  12. Kayak kekurangan dana perusahaan kok pake merger.. Apa gak kasian pasiennya??mesti nunggu agak lama di bagian pendaftaran gara-gara bikin nomor baru???
    Tapi mungkin yang sedang menjabat mempunyai pemikiran lain,,,diambil positifnya aja.. (semoga ada)

    ya pasti ada positifnya toh..yang jelas analisa epidemiologi tingkat kecamatan pasti lebih mudah, lebih jelas dengan satu sumber data yang sama. Kalau soal pendaftaran, nanti bisa dibikin gampang, gak perlu dipersulit hehe…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: