Menyusuri Lereng Gunung (yang tidak) Kembar…

Salah satu resiko pilihan hidup yang saya ambil mengharuskan saya harus sering berkeliling daerah dan puskesmas, dekat ataupun jauh, hujan atau panas, sendiri atau berdua. Resiko yang akhirnya saya nikmati juga sebagai salah satu kenikmatan hidup. Biasanya saya lebih senang naik motor untuk berkeliling puskesmas. Lebih luwes, lebih cepet, gak repot, lumayan irit, (dan juga karena memang belum punya mobil yang normal hehe…) meskipun agak pegel juga kalau menempuh perjalanan yang bisa berjarak ratusan kilometer dari rumah. Lebih enaknya lagi, saya bisa tahu beberapa jalur yang enak dilewati dan enak dijelajahi supaya tidak bosan kalau jalan jauh.

Nampang dulu di Ketep Pass.

Nampang dulu di Ketep Pass.

Salah satu jalur favorit saya kalau berkeliling di Magelang, adalah sepanjang lereng barat dua gunung, Merapi-Merbabu. Jalur ini biasanya saya tempuh kalau mau menengok Simpus di Puskesmas Ngablak dan Puskesmas Pakis di Wilayah Kabupaten Magelang. Dari arah Jogja, kita bisa menuju jalur ini melalui Jalan Magelang-Jogja, kemudian harus belok di Muntilan ke arah kanan, mengambil arah ke Kecamatan Dukun, kemudian Sawangan, baru ke arah Ketep. Sambil menuju ke dua puskesmas itu, biasanya saya sekalian mampir ke Puskesmas Dukun dan Sawangan I.

Nah tempat yang asyik untuk sekedar berhenti menikmati perjalanan adalah di Ketep Pass. Dari tempat inilah kita bisa menikmati pemandangan dua Gunung yang tidak kembar itu. Memang tidak kembar karena Puncak Merapi lebih runcing, sedangkan Merbabu tumpul. Hawa sepanjang jalur ini sangat sejuk, dingin, dan benar-benar bikin betah kalau naik motor. Hanya saja disarankan untuk motor bebek yang agak uzur sebaiknya jangan berboncengan, kecuali di beberapa tempat yang menanjak pembonceng harus bersedia turun sebentar karena tanjakannya memang lumayan “menohok”.

Gunung Merapi, gunung tercinta dari arah Ketep Pass

Gunung Merapi, gunung tercinta dilihat dari arah Ketep Pass. Kalau pas cuaca cerah, pemandangan sangat sayang untuk dilewatkan.

Kamis, 5 Maret 2009 kemarin, kembali saya bisa menikmati jalur itu. Tujuan utama untuk ke Puskesmas Pakis membenahi data dan rencana menyambung komputer loket dengan jaringan Simpus di ruang komputer. Dan seperti biasanya saya berangkat pagi dari rumah supaya bisa mampir di Ketep. (Catatan : kalau masih pagi masuk ke tempat parkir Ketep belum bayar hehe…).

Setelah sempat mampir bentar ke Puskesmas Sawangan I (niatnya ngecek data, dan sebenernya juga pas kebelat pipis sih…), setelah “lega”, dan setelah benar-benar ngecek apa yang kurang di Simpusnya, saya pun menuju ke Ketep, menempuh jalan yang mulai menanjak. Sampai di Ketep sekitar jam 8 lebih dikit, dan seperti perhitungan, memang belum ada yang jaga parkir.

Mbak Sri, pengelola Simpus Sawangan I

Mbak Sri, pengelola Simpus Sawangan I

Mampir sebentar di Ketep, saya meneruskan perjalanan ke utara, melewati beberapa kebun strawberry, kemudian menyusuri lereng barat Merbabu. Kondisi jalan naik turun yang juga lumayan menohok. Tapi seperti yang saya sampaikan, jalur ini benar-benar bikin gak membosankan untuk dilewati. Perjalanan akan berujung di pertigaan , dimana kalau ke kanan kita akan ke Puskesmas Ngablak, dan kalau terus nanti akan sampai ke tempat wisata Kopeng, Salatiga, sedangkan kalau ke kiri, kita akan turun ke Puskesmas Pakis.

Ada alternatif jalur lain yang juga asyik untuk dilewati. Dari Ketep, kita bisa kembali turun sedikit kemudian belok kiri ke arah Selo, Boyolali. Kecamatan Selo ini tepat berada di tengah Gunung Merapi Merbabu, dan menjadi salah satu pos untuk pendakian.

Karena kemarin memang bermaksud ke Pakis, saya tidak sempat ke Ngablak. Apalagi kondisi badan juga belum sepenuhnya fit. Dan kondisi badan yang kembali anjlog memaksa saya tidak bisa keliling ke puskesmas yang lain. Setelah memeriksa Simpus di Pakis, saya segera memutuskan untuk pulang, maklum mata sudah ngantuk dan badan sudah lemas.

dr. Syamsul, Kepala Puskesmas Pakis

dr. Syamsul, Kepala Puskesmas Pakis

Jalur perjalanan pulang saya berbeda dengan jalur berangkat. Dari Pakis terus turun ke bawah, melewati Kecamatan Tegalrejo, kemudian belok kiri ke arah Kecamatan Candimulyo, dan terus ke selatan ketemu Jalan Raya Magelang-Jogja di kota Blabag, kecamatan Mungkid.

Nah jadi kalau mungkin ada rekan-rekan, sodara-sodara, atau sodari-sodari pingin sekedar jalan-jalan, silahkan mencoba jalur itu. Lumayan untuk refreshing. Lebih enak lagi kalau memang waktunya longgar, kita menginap di Kopeng, atau di Selo, Boyolali.

8 Tanggapan

  1. Knp gak mampir di wisma kaliurang mas????
    Jauh banget ya dr tempatnya Puskesmas ntue????

  2. jalur nya lain mas, saya kemarin sisi barat merapi, kalau kaliurang sisi selatan Merapi..🙂 ada sih jalur tembus tapi jalan kaki hehe…kalau rumah saya di lereng tenggara Merapi. Jadi Simpus saya bisa dikasih nama Simpus Le Therapy… Simpus Lereng Tenggaran Merapi… hehe.. bagus toh..sayang dah dipake untuk nama lain.
    Kapan-kapan ikut saya mas mengelilingi Merapi, cuma 120 km total nya.

  3. Lumayan jauh ya..pegel mesti…

  4. ahaa….mantap-la pake scouzy untuk daerah beginian.
    Saya jadi ingat semarang dan daerah-daerah sekitarnya yg penuh tanjakan itu, entah kapan ke sana lagi.
    Great and keep work with all your heart guy.

  5. npa ga mampir rmh saya

  6. pio memang mantap,…..jakarta magetan sebulan sekali,….jalur karanganyar …cemoro sewu sarangan nan elok….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: