Demak Pati Blora… tarikkkkkkk…

Minggu terakhir Mei 2009, acara yang saya tunggu lama akhirnya tiba juga. Yakkkkk… dah lama saya memimpikan touring melewati jalur ini, sekalian memenuhi undangan presentasi dan jadwal pelatihan Simpus di salah satu puskesmas Kabupaten Pati.

Seperti biasa, sayang rasanya kalau perjalanan ke Pati ini tidak diiringi ‘efek samping’ touring ke daerah lain. Melewati puskesmas pengguna Simpus kok cuma lewat, rasanya sayang. Kecuali kalau memang sedang dikejar waktu. Dan kali ini, saya pun merencanakan perjalanan ke Pati sekaligus untuk melakukan beberapa ‘kunjungan dinas’ (ck ck ck… gaya calon pejabat) ke beberapa puskesmas di daerah Demak dan Blora.

Rencana awal, berangkat melalui Demak, mendampingi implementasi awal Simpus Web Based di Karangawen, kemudian ke Pati, presentasi, dan seterusnya ke Blora, baru pulang setelah3-4 hari perjalan.

Kuda tunggang dan aksesoris...

Kuda tunggang dan aksesoris...

Eh iya, ibu-ibu bapak-bapak pengumuman-pengumuman… touring ini sebenernya juga sekaligus untuk ujicoba bagasi motor merk Kappa baru yang terpasang di bokong Yamaha Scorpio hehe… sudah lama banget saya pingin masang rice cooker itu, baru terlaksana hari minggu kemarin setelah menyempatkan diri jalan-jalan ke Jogja. Itu pun baru satu box, dua bagasi samping belum terpasang, belum kuat beli 😀

Rencananya itu… gimana praktek trayek angkutan Simpus nya ??? … pasti ada yang berubah… segera.. tarik gas nya yukkkkkkkkkk…

Baca lebih lanjut

Iklan

Menyusur Waduk Gajah Mungkur

Gagal touring ke Jawa Timur minggu kemarin, awal minggu ini saya mencari-cari pelampiasan nafsu semangat touring ke puskesmas yang ‘nanggung’ jaraknya dari rumah. Maklum kalau ngikuti suara hati, bisa-bisa gak ingat kalau minggu depan harus ke Pati dan Blora untuk perjalanan lain. Sebenarnya memang sudah ada beberapa daerah dan puskesmas yang jaraknya cukup jauh menjadi inceran untuk dikunjungi dalam waktu dekat.

Pilihan jalur pun jatuh ke Wonogiri, yang kebetulan masih bisa dilakoni dalam satu hari, dan juga ada puskesmas yang mengeluh data yang tidak bisa terupload dari loket ke komputer Simpus. Sudah hampir dua minggu sejak saya berjanji untuk menengok kesana.

Peta Wonogiri

Peta Wilayah Wonogiri

Senin, 18 Mei pagi, karena keenakkan tidur sehabis subuh, rencana berangkat jam 6 batal, dan akhirnya baru jam 7 Yamaha Scorpio meluncur juga ke arah Wonogiri, menyusuri jalur ‘pinggiran’ Kabupaten Klaten sebelah selatan… Baca lebih lanjut

Perjalanan ke Jatim

Setelah seminggu mundur dari rencana semula, akhirnya minggu ini saya melakukan perjalanan lagi ke Jawa Timur. Acara yang utama adalah memenuhi undangan dari Dinas Kesehatan Kota Mojokerto, salah satu pengguna Simpus Jojok yang telah lama mengimplementasikan Simpus di 5 puskesmas. Rencana tanggal 6-7 akhirnya mundur tanggal 13 Mei, karena Kepala Dinas Kesehatan sedang ada acara di Jakarta.

Rencana lain yang berubah adalah perjalanan yang semula sudah diniati mengendarai motor kesayangan Yamaha Scorpio akhirnya berubah, naik mobil pinjaman dari kakak tertua. Maklum kondisi badan harus dijaga karena beberapa waktu ke depan sudah ada lagi undangan lain dari Kabupaten Pati, dan rencana ke Pati lah yang akan menjadi penyaluran hobi touring naik motor… sedih juga, padahal sudah mimpi untuk kembali melakukan perjalanan ke Bromo naik motor seperti yang pernah saya lakukan Agustus tahun ’92 silam.

Seperti biasa, kesempatan memenuhi undangan dari satu daerah selalu saya manfaatkan untuk mampir ke daerah lain pengguna Simpus. Beberapa puskesmas di Jatim yang telah menggunakan Simpus adalah Kabupaten Pasuruan, serta beberapa puskesmas di Kabupaten Probolinggo. Sayang rasanya kalau tidak menengok sahabat-sahabat di puskesmas atau dinas kesehatan yang searah…Apalagi saya masih punya utang janji menengok Puskesmas Krejengan, Probolinggo. Kesempatan yang harus dimanfaatkan.

Berpelukannnnnnn...tumben ada adik kakak bisa rukun hehe...anak siapa ini  ??? :)

Berpelukannnnnnn...tumben2 ada adik kakak bisa rukun ya hehe... putra putri dr. Agus di Krejengan.

Baca lebih lanjut

Cerita dari Pematang Siantar

Kenalan saya, dr. Hargo Basuki, seorang kepala puskesmas di Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun, berbaik hati untuk berbagi cerita pendek sukses penanganan gizi buruk di wilayah kerja beliau. Dengan seijin beliau, saya posting di blog saya untuk sekedar berbagi cerita, dengan harapan bisa menjadi inspirasi puskesmas lain untuk berbuat yang lebih baik.

Berikut tulisan beliau :

Tim Dokter Puskesmas Tapian Dolok sempat melaksanakan rapat mendadak sekitar bulan Agustus 2008 karena ditemukan 1 kasus gizi buruk di Kecamatan Tapian Dolok, Hijratul didiagnosa dari tanda klinisnya sebagai Marasmus Kwashiokor dengan berat badan hanya 4 Kg (umur 1 tahun 1 bulan).

Hijratul, 1 tahun 1 bulan, berat badan hanya 2 kg. Foto diambil sekitar Agustus 2008.

Hijratul, 1 tahun 1 bulan, berat badan hanya 2 kg. Foto diambil sekitar Agustus 2008.

Observasi ketat dilaksanakan oleh Puskesmas Tapian Dolok melalui dr.Novi Silvia Vera (SMF Puskesmas Tapian Dolok), petugas Gizi, Supiati Tanjung dan Bidan Desa Windariani. Dengan kontrol yang eksta, pemberian oralit (cairan), Biskuit MP ASI dan MP ASI lokal yang dibuat oleh orangtuanya terus dilakukan.

Akhirnya pada pengamatan tanggal 6 Mei 2009 Hijratul sudah mencapai berat 8,5 Kg. Selamat ya Hijratul..

Hijratul, 1 tahun 11 bulan, sudah mencapai berat 8,5 kg. Dan sudah belajar berjalan. Foto diambil tanggal 6 Mei 2009.

Hijratul, 1 tahun 11 bulan, sudah mencapai berat 8,5 kg. Dan sudah belajar berjalan. Foto diambil tanggal 6 Mei 2009.

Memulai Simpus : Pilih Simpusnya (1)

Bagian pertama dari memilih Simpus

Langkah berikutnya, setelah bapak ibu sodara membaca tentang kendala yang bakal dihadapi dalam implementasi Simpus, kemudian membenahi kendala yang ada, adalah untuk memilih aplikasi apa yang bakal di pakai di puskesmas. Dan katanya sih, memilih Simpus itu seperti memilih jodoh, gampang-gampang susah. Entah benar apa ndak yang saya alami sih susah terus hehe…

Bukan hal mudah karena saat ini telah banyak pilihan, baik pilihan untuk mengembangkan sendiri aplikasi, seperti yang telah dilakukan oleh Puskesmas Gurah, Kutawis, Dinkes Purworejo, Dinkes Ngawi, Dinkes Karanganyar, Surakarta, dan beberapa puskesmas/dinas lainnya. Atau bisa juga mengadakan proyek Simpus, seperti yang telah dilakukan oleh … (ini sih isinya banyak banget, gak etis kalau saya tulis karena nasib proyeknya sendiri sudah gak karuan tanpa hasil) atau membeli dari pihak lain (mungkin Simpus Jojok ^_* hehe…).

Nah ada banyak hal-hal yang membuat puskesmas atau dinas kesehatan mau tidak mau harus dalam kondisi harus memilih. Masalah ini pernah saya sampaikan ketika memberikan materi untuk salah satu seminar di Yogya.

Kira-kira apa saja sih kondisi-kondisi itu ??

Baca lebih lanjut