Perjalanan ke Jatim

Setelah seminggu mundur dari rencana semula, akhirnya minggu ini saya melakukan perjalanan lagi ke Jawa Timur. Acara yang utama adalah memenuhi undangan dari Dinas Kesehatan Kota Mojokerto, salah satu pengguna Simpus Jojok yang telah lama mengimplementasikan Simpus di 5 puskesmas. Rencana tanggal 6-7 akhirnya mundur tanggal 13 Mei, karena Kepala Dinas Kesehatan sedang ada acara di Jakarta.

Rencana lain yang berubah adalah perjalanan yang semula sudah diniati mengendarai motor kesayangan Yamaha Scorpio akhirnya berubah, naik mobil pinjaman dari kakak tertua. Maklum kondisi badan harus dijaga karena beberapa waktu ke depan sudah ada lagi undangan lain dari Kabupaten Pati, dan rencana ke Pati lah yang akan menjadi penyaluran hobi touring naik motor… sedih juga, padahal sudah mimpi untuk kembali melakukan perjalanan ke Bromo naik motor seperti yang pernah saya lakukan Agustus tahun ’92 silam.

Seperti biasa, kesempatan memenuhi undangan dari satu daerah selalu saya manfaatkan untuk mampir ke daerah lain pengguna Simpus. Beberapa puskesmas di Jatim yang telah menggunakan Simpus adalah Kabupaten Pasuruan, serta beberapa puskesmas di Kabupaten Probolinggo. Sayang rasanya kalau tidak menengok sahabat-sahabat di puskesmas atau dinas kesehatan yang searah…Apalagi saya masih punya utang janji menengok Puskesmas Krejengan, Probolinggo. Kesempatan yang harus dimanfaatkan.

Berpelukannnnnnn...tumben ada adik kakak bisa rukun hehe...anak siapa ini  ??? :)

Berpelukannnnnnn...tumben2 ada adik kakak bisa rukun ya hehe... putra putri dr. Agus di Krejengan.

Hari Pertama

Perjalanan kali ini, saya mengajak Bagyo dan Uun untuk menemani. Pur sendiri gak saya ajak, maklum dia lagi siap-siap ikut ujian perangkat desa (hehe…siap-siap kehilangan anggota team nih). Berangkat dari rumah Selasa malam jam 23.00, memang disengaja supaya pagi hari bisa sampai Kota Mojokerto untuk langsung ke tempat pertemuan.  Selain lebih irit, bisa tidur di mobil gak perlu hotel, berangkat malam juga lebih irit bensin, gak perlu pake AC..  dan tepat waktu subuh, saya sudah sampai di SPBU di luar kota Mojokerto. Numpang sholat, mandi, dan jam 8 tepat saya sudah di Dinas Kesehatan Kota Mojokerto, untuk koordinasi awal dengan panitia. Pertemuan sendiri dilangsungkan di Puskesmas Kedundung, salah satu puskesmas megah di pinggir jalan by pass Mojokerto.

Puskesmas Kedundung, Kota Mojokerto

Puskesmas Kedundung, Kota Mojokerto

Sedikit molor dari jadwal, pertemuan berlangsung dengan pembukaan oleh bapak Kepala Dinas Kesehatan, yang juga menemani sampai akhir acara. Materi utama adalah rencana pengembangan Simpus Online di Kota Mojokerto. Maklum rencana anggaran tahun ini adalah dibangunnya satu jaringan antar puskesmas-dinas di Kota Mojokerto  (satu hal yang sering saya sarankan untuk difikirkan masak-masak). Lebih banyak diskusi terjadi, dan yang menggembirakan, respon dari dinas dan puskesmas sangat positif, meskipun secara jelas juga belum ada kepastian sistem Simpus mana yang bakal di aplikasikan di Kota Mojokerto.

Seperti biasa, demo program dan modul terbaru Simpus Jojok pun saya lakukan. Paling tidak puskesmas dan dinas bisa tahu konsep dan langkah-langkah pengembangan yang akan saya lakukan bersama team Simpus.

Bersama Kadinkes Kota Mojokerto

Bersama Kadinkes Kota Mojokerto

Satu hal lagi yang mengejutkan yang saya temukan adalah : ternyata Simpus Jojok kembali diikuti dan dikembangkan lebih lanjut oleh pengembang lain (saya tidak menggunakan kata ditiru atau diplagiasi, toh untuk kebaikan puskesmas juga meskipun tidak ada ijin atau pemberitahuan sebelumnya).

Di puskesmas Kedundung, Simpus single user sudah diganti oleh program lain dengan tampilan dan struktur data yang sangat mirip dengan Simpus saya. Alhamdulillah, saya hanya bisa ikut senang, meskipun menurut beberapa staf, beberapa tampilan keluaran belum bisa dikeluarkan.

Tapi satu hal yang mengharukan, sebelum saya presentasi, staf dinas kesehatan bercerita kalau sebelumnya sudah diadakan angket dan survey ke puskesmas tentang Simpus mana yang akan dipakai (ada beberapa tawaran masuk, dan sudah ada presentasi lain sebelumnya dari pengembang Simpus terkenal dari kabupaten lain), ternyata puskesmas-puskesmas lebih memilih untuk kembali menggunakan Simpus yang telah saya kembangkan dengan catatan adanya peningkatan sistem yang mereka harapkan.

Acara pertama pun berakhir dengan lancar. Jam 13.00, mobil pinjaman pun berangkat melanjutkan perjalanan, tujuan berikutnya adalah menuju ke Dinas Kabupaten Pasuruan, untuk kembali menengok kondisi Simpus disana. Pukul 14.30, kami bertiga sudah mengobrol dengan Mas Antok Wibisono, pengelola Simpus di Kabupaten Pasuruan, serta Pak Puji, staf penyusunan program. Seperti biasa, demo pun tidak dilewatkan, meskipun hanya sekilas. Mas Anto menyarankan untuk mampir lagi pagi-pagi sambil pulang dari Probolinggo, supaya bisa bertemu dengan pak Agus, Kasubag Penyusunan Program Dinkes Pasuruan (beliau kebetulan super sibuk, beberapa kali ke Pasuruan tidak sempat ketemu karena pasti ada acara keluar. Pak Agus juga yang pertama kali membawa Simpus ke Pasuruan).

Jam 15.30, kembali roda mobil berputar menuju ke Kraksaan, Probolinggo, untuk mencari hotel dan beristirahat, sebelum malam harinya menuju salah satu sahabat Simpus terbaik saya di Puskesmas Krejengan, dr. Agus CN.

Membenahi data Simpus Krejengan, bersama dr. Agus dan Mas Febri

Membenahi data Simpus Krejengan, bersama dr. Agus dan Mas Febri

Selain membenahi Simpus, malam hari pertama pun di isi dengan diskusi panjang dengan pak Agus, mas Febri, terutama masalah Simpus KIA yang sedang saya kembangkan. Banyak hal yang tidak saya pahami bisa saya temukan di Krejengan, terutama berkaitan dengan sistem kegiatan pelaporan KIA, yang memang sepertinya tidak matching dengan Simpus KIA saya yang baru ini. Masukkan yang sangat berharga tentunya untuk langkah berikutnya dari Simpus KIA.

Ngobrol santai...

Ngobrol santai...

Jagung rebus yang enak menemani obrolan kami yang ngalor ngidul ngetan ngulon. Sayang, rasa capek dan ngantuk memaksa saya pamit ketika jam baru menunjukkan waktu 22.00. Kami pun segera balik ke hotel untuk bersiap melakukan perjalanan pulang hari berikutnya.

Hari kedua.

Rencana berangkat pagi akhirnya batal, maklum tidur kami bertiga pules sehingga males untuk bangun pagi. Jam 7 pun kami baru meninggalkan Kraksaan menuju Dinkes Pasuruan. Sempat sebelumnya saya batalkan rencana untuk  mampir karena pak Agus sibuk, tapi akhirnya mampir juga untuk menginstall demo Simpus KIA di Dinkes Pasuruan.

Dan untunglah pagi itu kami mampir, selain bisa diskusi dengan pak Agus, ternyata pak Agus juga mengajak untuk bertemu dengan Pak Nanang, Kadinkes Kabupaten Pasuruan. Beliau sangat mendukung beberapa pengembangan Simpus yang saya sampaikan, bahkan minta segera untuk direncanakan pengembangan di Pasuruan. Rencana mampir sebentar berubah menjadi diskusi panjang sebelum saya sadar kalau harus segera menuju ke Mojokerto kembali, (kali ini urusan pribadi, mengambil titipan bebek goreng untuk bapak dari saudara di Kota Mojokerto). Dan kebetulan Bu Titik, pengelola Simpus Puskesmas Gedongan, Kota Mojokerto,  menghubungi dan minta saya mampir untuk mengupgrade Simpus, serta program Simpustu di loket.

Siang itu juga setelah berjalan 1,5 jam dari Pasuruan, kami tiba di puskesmas Gedongan. Puskesmas Gedongan sudah mengimplementasikan Simpustu di loket pendaftaran. Simpustu yang sebelumnya saya berikan pada waktu presentasi ternyata masih yang versi yang lama sehingga harus diganti dengan program yang baru.

Bersiap membenahi Simpustu Gedongan

Bersiap membenahi Simpustu Gedongan

Data Rekam Medis Pasien pun sudah tertata dengan baik. Gedung yang baru saja direnovasi sempat membuat saya pangling dan hampir kebablasan ketika menuju puskesmas.

Bu Titik, pengelola Simpus Puskesmas Gedongan

Bu Titik, pengelola Simpus Puskesmas Gedongan

Pembenahan Simpus di Gedongan bisa rampung dengan cepat… dan siang itu juga saya menghubungi Puskesmas Mojoagung di Kabupaten Jombang, untuk meminta waktu mampir di puskesmas. Sebelumnya saya memang sudah menghubungi bu Lani, Kapus Mojoagung, via email untuk mampir. Beruntung bu Intan siang itu berbaik hati menunggu kedatangan saya. Sudah cukup lama memang saya kenal Puskesmas Mojoagung lewat blog, sehingga eman-eman kalau tidak mampir dan copy darat hehe…

Dan memang tidak rugi saya mampir di puskesmas yang baru saja mendapat Radar Mojokerto Award untuk institusi pelayanan kesehatan ini.Bu Intan, bloger puskesmas itu, banyak menunjukkan program-program yang berjalan di puskesmas. Bu Lani sendiri siang itu akhirnya bisa ikut menemui saya setelah selesai acara di DKK.

Bersama Bu Intan, dokter puskesmas dan blogger di dunia maya

Bersama Bu Intan, dokter puskesmas dan blogger di dunia maya

Satu tawaran yang saya tolak, tawaran tusuk jarum untuk pelangsingan tubuh haha… sudah cukup ngeri membayangkan jarum-jarum itu menempel manis di tubuh tercinta.

Dipijet kursi, lumayan setelah dua hari muter-muter. Jadi pingin beli...

Dipijet kursi, lumayan setelah dua hari muter-muter. Jadi pingin beli...

Salah satu inovasi puskesmas, klinik Akupuntur...

Salah satu inovasi puskesmas, klinik Akupuntur...

Tidak lupa tentunya, acara menengok Simpus pun terlaksana. Kami pun banyak bertukar pengalaman tentang Simpus. Bu Lani beserta Bu Intan, Mas Azis, menunjukkan pengembangan Simpus Jombang. Dan kesempatan mencuri ilmu Simpus (seperti biasa hehehe) saya manfaatkan sebaik-baiknya.

Mengintip.. eh menengok Simpus Jombang hehe...banyak hal baru saya temukan disini.

Mengintip.. eh menengok Simpus Jombang hehe...banyak hal baru saya temukan disini.

Satu acara lagi yang dengan terpaksa saya lewatkan, adalah mampir DKK Kabupaten Jombang. Pak Aziqin, kenalan lama saya, sore itu harus segera pulang, beliau mungkin sudah menunggu saya terlalu lama dari siang. (mohon maaf pak, waktunya berkejaran😦 ).

Puas dengan apa yang sudah saya dapat, hari itu juga saya pulang kembali ke rumah di lereng Merapi. Perjalanan panjang selama dua hari ini tidak rugi, banyak hal yang ditemui, banyak pengalaman baru didapat, dan tentunya semua bisa jadi bekal untuk pengembangan Simpus ke depan.

9 Tanggapan

  1. TErnyata Mas Jojok itu takut jarum lho….
    Biasanya akupuntur di PKM Mojoagung itu bayar Rp.20 ribu, lha mas Jojok ditawarin Gratis tis kok ya gak mau…….
    Bu Camat Mojoagung aja ikut program pelangsingan di Poli Akupuntur PKM Mojoagung bisa turun 5 kilo <— Promosi nih😀

    ya mgkn lain ceritanya kalau nyoba terus dibayar bu, sakit dikit gak papa haha…
    Bu camat berapa kali di akupuntur tuh ? kalau harus 10 kali bolak balik ke Mojoagung kan capek..

  2. numpang lewat sebentar mas salam kenal; ya

    Salam kenal juga mas nur, matur nuwun sudah mampir sini biarpun cuma sebentar hehe…

  3. program simpusnya mbok dipatenkan saja toh mas, untuk menghindari penyalahgunaan program tsb dari org2 yg nggak bertanggung jawab

    Biarin saja pak, diambil positifnya. Makin banyak yg sama kayak Simpus saya, bisa jadi makin men-standarminimal- kan data puskesmas. Makin banyak org bisa mroyek dengan model Simpus saya, makin banyak orang dapat rejeki, semoga menjadi rejeki yang barokah buat yang ngerjain…🙂
    tapi mbok ya kulo nuwun…hehe…

  4. waduuuhh sa keluarga tampil semua .. hehehehe .. jagung – jagung – jagung .. sapa mau jagung manis .. diskusi yang menarik, mas jojok. Simpus kami berkembang banget setelah malam itu ..

    hehe…itu latihan perjalanan panjang ke Bali besok pak, sapa tau lewat lagi. Jangan lupa jagungnya besok disiapkan.
    Simpus berkembang ? lha cuma saya upgrade dikit gitu, KIA nya saja di coba pak, sepertinya sama Simpustronik nya Ngawi bisa saling mendukung kok, toh subyeknya sama.

  5. asyik juga perjalanan ke jawa timur

    keliatannya udah perlu dipertimbangkan untuk membentuk Jo-Mania, biar semua orang termasuk dep kes tahu kalo bikin program simpus ga usah ruwet-2

    mas jo, saatnya kirim proposal ke depkes, berani diadu di ‘proyek-2 pusat’, toh simpus punya jenengan udah melanglang ke nusantara.

    siapa tahu bisa tambah rejeki, tambah relasi dan yang penting semoga dapat ‘penakan’

    ahh…males. kayak yang lain saja nanti ‘main atas’ hehe.. saya lebih enjoy blusukan ke puskesmas kok mas. bisa lirik kanan lirik kiri…

  6. MAS jo ak mau tanya program simpus anda maaf klo ingin mendapat kan harga berapa?trus No hp anda berapa ?thanks solo Harrish

    • salam kenal dan terimakasih dah mampir Pak Harish…mungkin lebih enak untuk dilanjut via email ya hehe…
      Untuk nomer HP saya 08164221858 atau 081328490781
      o iya, saya kirim email kok failure ya ? email saya masjojok@gmail.com

  7. Kalau lewat Ngawi mampir ..!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: