Menyusur Waduk Gajah Mungkur

Gagal touring ke Jawa Timur minggu kemarin, awal minggu ini saya mencari-cari pelampiasan nafsu semangat touring ke puskesmas yang ‘nanggung’ jaraknya dari rumah. Maklum kalau ngikuti suara hati, bisa-bisa gak ingat kalau minggu depan harus ke Pati dan Blora untuk perjalanan lain. Sebenarnya memang sudah ada beberapa daerah dan puskesmas yang jaraknya cukup jauh menjadi inceran untuk dikunjungi dalam waktu dekat.

Pilihan jalur pun jatuh ke Wonogiri, yang kebetulan masih bisa dilakoni dalam satu hari, dan juga ada puskesmas yang mengeluh data yang tidak bisa terupload dari loket ke komputer Simpus. Sudah hampir dua minggu sejak saya berjanji untuk menengok kesana.

Peta Wonogiri

Peta Wilayah Wonogiri

Senin, 18 Mei pagi, karena keenakkan tidur sehabis subuh, rencana berangkat jam 6 batal, dan akhirnya baru jam 7 Yamaha Scorpio meluncur juga ke arah Wonogiri, menyusuri jalur ‘pinggiran’ Kabupaten Klaten sebelah selatan…Sengaja arah berangkat saya melewati wilayah selatan Klaten. Melewati Kecamatan Wedi, Bayat, Cawas, kemudian ke arah timur Watukelir, naik  punggung pebukitan dan langsung masuk Kabupaten Wonogiri di wilayah Kecamatan Manyaran. Untuk menghemat waktu, dalam perjalanan kali ini saya tidak mampir ke puskesmas Manyaran karena Simpus sudah cukup lancar dan belum lama berselang juga mampir kesini.

Melaju lurus melewati Kecamatan Wuryantoro, belok kanan, dan perhentian pertama adalah Puskesmas Eromoko I.

Tampak muka Puskesmas Eromoko I

Tampak muka Puskesmas Eromoko I, hampir 70 km dari rumah.

Puskesmas ini bisa dikatakan baru tahun 2009 bisa mulai menjalankan Simpus, dan syukurlah sudah mulai bisa berjalan dengan lancar. Gedung puskesmas juga sudah berubah dibanding beberapa waktu ketika saya mampir pertama kali disini. Jauh lebih bersih, megah, dan nyaman. (sssssssstttttttt… kamar mandinya juga bersih hehe…)

Ruang tunggu Puskesmas Eromoko I

Ruang tunggu Puskesmas Eromoko I


Setelah sedikit upgrade Simpus, memberi  beberapa masukkan ke mbak Reni, pengelola Simpus, saya pun pamit dan meneruskan perjalanan. Jalan sepi membuat Scorpio seperti biasa jalan dengan nyamannya diatas 80 km/jam. Sedikit melanggar batas maksimal kecepatan di luar kota hehe… O iya, sebagian besar jalan antar kecamatan di Kabupaten Wonogiri sudah sangat bagus, aspal hotmix meskipun dengan beberapa tambal sulam yang masih tetap enak untuk dilewati.

Melewati Kota Kecamatan Pracimantoro, dua puskesmas disini juga sengaja saya lewati karena Simpus barusan saya upgrade dan sudah berjalan lancar. Saya pun langsung mampir ke Puskesmas Giritontro, dan mulai menemukan masalah pertama. Komputer cuma bisa restart tanpa bisa masuk sistem. Dah gitu petugas juga lagi cuti. Akhirnya malah ngobrol sebentar dengan Pak Warsimin (kalau tidak salah) salah satu staf yang menemui sebelum akhirnya meninggalkan pesan untuk men servis kan komputer ke toko.

Setelah ngobrol cukup seru masalah Simpus di dinas kesehatan (kabupaten dan propinsi), saya pun segera pamit dan gas motor pun ditarik penuh menuju ke arah Puskesmas Giriwoyo II. Cukup 5 menit untuk sampai puskesmas.

Puskesmas Giriwoyo II, sekitar 96 km dari rumah..

Puskesmas Giriwoyo II, sekitar 96 km dari rumah..

Di puskesmas inilah waktu mulai agak lama yang saya butuhkan untuk otak-atik komputer Simpus. Paling lama sih memang nungguin scan virus. Dan hasilnya, memang bisa menemukan virus yang ngetop beberapa bulan ini : Conficker…

Beruntung, onlen pake laptop bisa cepat, mungkin belum ada orang lain di sekitar puskesmas yang online dengan Telkomsel Flash hehe. Dan dengan sangat lancar  bisa saya downloadkan antivirus lokal yang terbaru. Asyiknya lagi, sepiring bakmi goreng pun menemani proses utak atik komputer. Sambil menunggu, seperti biasa iseng motret-motret puskesmas untuk koleksi.

Loket di Puskesmas Giriwoyo II, mirip dengan tipikal loket di beberapa puskesmas yang lain.

Loket di Puskesmas Giriwoyo II, mirip dengan tipikal loket di beberapa puskesmas yang lain.

Seperti di Puskesmas Mojoagung, Jombang, dan juga di beberapa puskesmas lainnya, saya juga menemukan percontohan Toga yang ditanam di depan puskesmas. Satu hal yang belum pasti, saya belum tahu apakah penanaman tanaman-tanaman itu sudah disertai dengan praktek pengobatan herbal di puskesmas.

Percontohan TOGA di depan puskesmas.

Percontohan TOGA di depan puskesmas.

Di Mojoagung, sudah ada klinik untuk pengobatan herbal, sementara di puskesmas, saya belum yakin apakah obat herbal itu sudah dimanfaatkan untuk mendampingi CTM, Parasetamol, Amoksisilin dan teman-temannya. Mungkin sudah ada kegiatan penyuluhan untuk masyarakat tentang TOGA ini.

Kembali ke komputer, saya cukup heran, pinter juga tuh virus, bisa blusukkan sampai jauh di pinggiran waduk Gajah Mungkur. Kemungkinan besar, kebiasaan mengirim laporan via flash disk ke dinas menjadi jalur tol bebas hambatan untuk pengembangbiakan virus ini. Masalah virus selesai, giliran komputer loket di cek, dan lagi-lagi dah ada tuh virus ngendon disana. Selesai ngurus virus komputer, pengiriman data dicoba, dan langsung lancar.

Tepat jam 11.00, saya pun pamit, menuju langsung ke Puskesmas Giriwoyo I. Pengelola Simpus memang pesan ke Giriwoyo II, kalau suatu saat saya lewat agar bisa mampir ke Puskesmas ini. Dan beruntung  ketika saya tiba disini, Bu Wahyu dan Bu Titin berada di tempat. Mereka berdua adalah pengelola Simpus, bersama Mas Agung yang kebetulan sedang ke Solo mencari komputer baru untuk loket.

Pengelola Simpus Giriwoyo I, Bu Wahyu dan Bu Titien.

Pengelola Simpus Giriwoyo I, Bu Wahyu dan Bu Titin. Ruangan ini berjarak 101 km dari rumah.

Di Puskesmas Giriwoyo I, kembali bersua dengan si manis Conficker. Dan seperti sebelumnya, pekerjaan membersihkan virus pun kembali dilakukan. Sempat ngobrol dengan dr. Taufik, kepala puskesmas, untuk diskusi ringan pengembangan Simpus di Wonogiri. Diskusi lewat jendela pun dilakukan mumpung ketemu.

dr. Taufik, Kapus Giriwoyo I. Mengintip pembenahan Simpus.

dr. Taufik, Kapus Giriwoyo I. Mengintip pembenahan Simpus lewat jendela.

Beberapa staf ikut bergabung untuk mencari tahu bagaimana mencari data-data yang dibutuhkan. Sangat menyenangkan melihat Simpus bisa memenuhi beberapa data yang dicari, terutama yang belakangan bikin sibuk puskesmas, mencetak data pasien Jamkesda. Senyum lebar dan wajah lega dari staf puskesmas sampai membuat lupa minuman yang dihidangkan (hehe…gak ada hubungannya ya?).

O iya, disini saya menemukan hal yang jarang dijalankan puskemas lain pengguna Simpus (nya Jojok). Setiap bulan, beberapa output dari Simpus dicetak, kemudian ditempelkan di dinding menjadi semacam papan informasi hasil kegiatan Simpus. Warta Simpus, demikian judul ‘koran dinding’ ini.

Warta Simpus, inovasi menarik Giriwoyo I.

Warta Simpus, inovasi menarik Giriwoyo I.

Sangat menarik, tentunya akan lebih menarik kalau bisa ditampilkan di luar ruangan sehingga bisa dilihat oleh pengunjung puskesmas. (Jadi ingat Puskesmas Nimbokrang, Kabupaten Jayapura. Disana petugas Simpus juga melakukan hal yang sama. Kemudian Gombong II juga melakukan hal yang sama).

Selesai membenahi virus, saya langsung pamit karena mendung sudah mulai menggantung. Puskesmas Baturetno I menjadi terminal berikutnya. Sayang, kembali petugas sedang keluar, mencari komputer baru katanya. Akhirnya saya hanya ditemani salah satu staf. Herannya, kembali lagi Conficker menongolkan diri.

Ritual rutin kembali dilakukan. Upgrade Simpus, bersihkan virus, copy kan anti virus, tinggalkan master terbaru Simpus, kemudian pamit setelah sedikit ‘survey lapangan” pada beberapa mahasiswa PKL. (hehe… manis-manis😉 )

Perjalanan pulang berikutnya pun diteruskan melalui jalur Nguntoronadi, Ngadirojo, ke arah kota Wonogiri, kemudian bablas pulang lewat jalur tengah Klaten. Melewati Bulu, Tawangasari, Karangdowo, Pedan, dan langsung pulang sambil sedikit berhujan-hujan. Angka 210 km pun didapat pada tachometer motor.

Gak rugi sih basah kuyup, kepuasan hati seharian naik motor tidak bisa digantikan dengan basahnya jaket baju dan sepatu. Dan dua hari berikutnya, sepatu milik adik ipar yang kebesaran pun untuk sementara saya pinjam dalam perjalanan ke Sukoharjo. hehe….

6 Tanggapan

  1. Enak ni touringnya… :p

    dibikin enak saja mas… hehe… salam kenal..matur nuwun dah mampir…

  2. asli, saya iri dengan perjuangan mas Jojok ini. saya hanya bisa mengenang perjalanan-gerilya saya di waktu masih muda dulu.
    berjuang terus mas…

    wah…setiap orang ada masa nya pak, satu saat saya akan istirahat hehe… doakan saja saat itu masih lama pak… dulu bapak juga dah blusukan di hutan, hal yang belum dan takut saya lakukan.
    Tapi benar kok, perjuangan masih sangat panjang…

  3. Sorry wortel bos ngisor keri nduwur tetap wortel, maaf kmaren waktu mampir ke puskesmas baturetno 1 ana g’ di tempat, maklum orang sok penting…. so.. kapan2 maen lagi tapi jgn pas bulan puasa, entar g’ bisa nyuguh… upgrede simpus wonogirinya ditunggu lho… sokor bagi dikirim ke emailkoe.. entar tak bagine ke temen2. Itu tu… yang new input be last database, so gak bolak-balik ngisi no jamkesmas. Makacih.

    • ya.. terakhir ke sana njenengan lagi pergi nyari komputer kalau gak salah hehe.. cuma ketemu mbak2 manis yang lagi PKL :p

      untuk upgrade besok saya tambah dulu beberapa upgrade, maklum harus pelan2 ngrubah program. nanti bisa saya kirim via email.

      O iya, minggu ini mgkn saya ke Tirtonirmolo, cuma ndak tau bs mampir Baturetno apa gak.. waktunya mepet harus ngerjain SImpus Sukoharjo juga…

  4. baru tahu ada foto mbak wahyu ma mbak titin disini…semoga menjadi sarana yang bermanfaat..maju terus kawan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: