Puskesmas Selo, di sela-sela gunung

Salah satu lokasi puskesmas yang paling menyenangkan untuk dilewati adalah puskesmas yang berada di gunung. Mengendarai motor, jauh dari membosankan kalau kita melalui jalur berkelok-kelok dengan kontur tanah yang naik turun. Apalagi ditambah jalan halus dan mulus, lengkap dengan hawa dingin, sejuk, segar, dijamin betah.

Puskesmas Selo adalah salah satu puskesmas yang memenuhi itu semua. Salah satu puskesmas yang berada di wilayah Kecamatan Selo Kabupaten Boyolali ini, menjadi salah satu puskesmas yang membikin betah kalau sedang didatangi. Terletak persis di antara gunung Merapi dan Gunung Merbabu, untuk ke tempat ini bisa melalui Kota Boyolali, atau melalui Kecamatan Mungkid di Kabupaten Magelang.

Selo adalah salah satu tempat wisata yang mulai dikembangkan secara intensif oleh Pemerintah Jawa Tengah, menjadi jalur wisata baru Sosebo, Solo-Selo-Borobudur. Di daerah yang juga menjadi salah satu tempat titik awal pendakian ke Gunung Merapi atau Gunung Merbabu, mulai banyak tempat-tempat menginap (home stay) dan juga beberapa tempat untuk kegiatan-kegiatan wisata lain.

Pos Pendakian Gunung Merapi

Pos Pendakian Gunung Merapi

Kembali ke Simpus ah… sebelum blog ini jadi promosi obyek wisata😀

O iya, karena rumah saya berada di lereng Merapi sebelah tenggara, maka untuk menuju ke puskesmas yang berjarak 40 km ini saya harus memutari lereng Gunung Merapi. Melewati wilayah Kecamatan Kemalang, Musuk, Cepogo, dan langsung sampai ke Selo. Ada jalur yang lebih dekat sih, melewati wilayah Tegalmulyo Kemalang, tapi harus jalan kaki hehe…langsung ‘meloncati’ gunung.

Menuju Selo, ada Flying Fox juga ternyata.

Menuju Selo, ada Flying Fox juga ternyata.

Puskesmas rawat inap ini sebenarnya sudah mulai mengenal Simpus sejak beberapa tahun yang lalu, sekitar tahun 2002, di awal-awal masa pengembangan Simpus, bersama-sama dengan 21 puskesmas lain di Kabupaten Boyolali. Hanya saja dalam implementasinya tidak selalu lancar. Saya sudah beberapa kali mampir sejak jaman puskesmas ini berdinding kayu pada salah satu bangunannya.

Puskesmas Selo

Puskesmas Selo

Mulai tahun 2007, Simpus mulai dijalankan lagi, diadakan pelatihan ulang dan sampai beberapa saat yang lalu bisa berjalan lancar, hingga minggu terakhir Bulan Juni lalu, ketika salah satu petugas Simpus, Mas Aris Prasetyo, menelpon untuk meminta setting ulang Simpus gara-gara komputer rusak. Sungguh momen yang tepat, sayangnya terlambat.

Sebenarnya sekitar 3 bulan yang lalu saya sempat menelpon dokter yang dulu bertugas di puskesmas ini, dr. Sigit. Rencananya saya mau ngasih tahu kalau saya mau nengok puskesmas. Eh ternyata beliau sudah tidak lagi disana. Perjalanan ke Selo pun saya tunda. Lha kok 3 bulan yang lalu ternyata komputer mulai rusak, kemudian petugas entry Simpus, mbak Tri, kebetulan juga hamil, sehingga Simpus mulai tersendat dan harus diinstall ulang. selama 3 bulan-an pula Mas Aris cerita kalau kesulitan mencari nomer telpon saya. Coba waktu itu saya langsung ke Selo, mungkin bisa langsung membetulkan komputer.

mBak Tri dan Mas Aris, pengelola Simpus Selo

mBak Tri dan Mas Aris, pengelola Simpus Selo

Ada hal yang menarik ketika saya ngobrol dengan Mas Aris setelah selesai membenahi Simpus. Beliau mengatakan bahwa Simpus pingin dijadikan sebagai salah satu program unggulan, karena menurut beliau kunjungan Puskesmas Selo yang rendah membuat urusan rekapitulasi cakupan pasien bukan menjadi hal yang sulit (apalagi dibantu Simpus). Saya banyak menemukan hal seperti ini terutama di puskesmas-puskesmas yang berada di pelosok.

Kunjungan pasien berkisar antara 10-30 pasien perhari biasanya membuat petugas banyak ‘memiliki’ waktu luang. Saya sampaikan ke Mas Aris bahwa hal itu sebenarnya bisa menjadi peluang untuk memajukan program-program puskesmas yang lain, terutama program-program bidang preventif dan promotif. Banyak hal seperti kesling, gizi, KIA, bisa di optimalkan dengan kondisi tersebut, hal yang di-amin-i beliau. Dan hal ini biasanya juga saya sampaikan ke puskesmas di tempat lain.

Pemandangan Puncak Merapi dari halaman puskesmas. Bikin betah...

Pemandangan Puncak Merapi dari halaman puskesmas. Bikin betah...

Kalau biasanya satu hari perjalanan saya biasa mampir ke beberapa puskesmas, perjalanan kemarin ke Selo hanya satu puskesmas. Maklum, suasana sejuk membuat saya betah berlama-lama ngobrol dengan Mas Aris di puskesmas sampai siang hari, waktu petugas di puskesmas lain sudah pulang🙂

8 Tanggapan

  1. Mungkin kalau hasil pertaniannya meningkat, dan pendidikannya diperbaiki… kesehatan masyarakat akan lebih meningkat juga ya… Lalu petugas kesehatan akan lebih dibutuhkan di … dimana ya ?

  2. di usaha preventif nya dong pak🙂
    kalau dah lebih sehat lagi, di eksport ke puskesmas tetangga hehe…

  3. luar biasa….simpus banyak membantu bahkan sekarang dijadikan tempat “jujukan” pencarian data…dari pengenalan mas jojo, awalnya…kami puskesmas mengatakan “nambahi gawean wae” ra mungkin iso garap gaweane wis akeh dobel-dobel meneh… tapi semua butuh proses dan hasilnya kami rasakan …sangat terbantu dengan simpus sehingga data bisa valid..thanks mas jojo, semoga kerja sama ini bisa berlanjut untuk program yang masih mungkin dikembangkan. teima kasih.

    • matur nuwun,sama-sama mas Aris..
      Simpus juga jalan dan bermanfaat juga karena orang-orang seperti anda dan teman-teman di puskesmas yang rajin entry kok…
      mudah2an ke depan bisa lebih maju lagi..

  4. Mana Blog Puskesmas Selo?? Biar kita bisa share mas…kalo mau studi banding takut kedinginan tuh.

  5. wisata yang begitu banyak ditawarkan New Selo termasuk wisata apa?cos dari artikel tsb di terangkan tentang puskesmas aja.

    • Terima kasih sudah mampir bu Ony,

      memang kebetulan fokus blog saya ada pada cerita tentang puskesmas. Cuma kalau kebetulan pas mampir daerah wisata biasanya saya singgung sedikit..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: