Barcode di loket pendaftaran, satu contoh dari Krejengan

Seperti biasa, dalam perjalanan ke suatu daerah biasanya saya manfaatkan untuk keperluan lain. Nah salah satu contoh kegiatan sampingan seperti ini adalah dalam perjalanan ke Bali kemarin. Tujuan utama, jalan-jalan nengok Buleleng dan Badung. Karena perjalanan kemarin melewati satu puskesmas di Probolinggo, nah saya pun nyambi migrasi dan pelatihan implementasi Simpus Web Based terbaru di Puskesmas Krejengan, Kabupaten Probolinggo.

Tampak depan Puskesmas Krejengan

Di puskesmas ini saya menemukan implementasi barcode card yang mudah diimplementasikan oleh puskesmas. Butuh biaya tentu saja meskipun bisa disiasati dengan beberapa langkah mudah.

Sudah beberapa kali memang saya ke puskesmas ini, semuanya juga dalam rangka mampir karena ada kunjungan ke daerah lain. Secara resmi memang dr. Agus, kepala puskesmas, tidak pernah mengundang saya langsung. Cukup memanfaatkan tiket atau undangan dari daerah lain, Krejengan bisa dikunjungi hehehe… (ngirit mode on ya Dok… ).

dr. Agus, Kepala Puskesmas Krejengan

Di Krejengan sendiri, Simpus Single User sudah dilaksanakan beberapa tahun, dan untuk beberapa waktu terakhir sudah mulai dilakukan inovasi untuk Simpus, yaitu penggunaan Barcode untuk lebih mempercepat pelayanan pasien di pendaftaran. Migrasi Simpus ke Simpus Web Based tidak berpengaruh pada penggunaan barcode ini di Puskesmas Krejengan.

Untuk mempermudah urusan peng’kartu’an, Puskesmas Krejengan mencetak kartu plastik dengan nomer urut yang telah ditentukan. Pasien datang yang belum punya nomer rekam medis akan diberikan kartu dengan nomer urut, sehingga sistem penomeran indeks pasien adalah urut sesuai kedatangan. Pencetakan kartu sendiri cukup murah, sekitar Rp 1ooo /kartu. Apabila hilang, cukup mengganti Rp 5000. Hukuman yang cukup membuat pasien hati-hati menyimpan kartu🙂

Kartu Barcode, tampak muka, tanpa nama pasien

Tidak ada nama pasien yang tertera karena memang kartu ini sudah pra cetak sebelum disambungkan dengan nama pasien.

Kartu Barcode tampak sebaliknya, terdapat kode barcode dan nomer pasien

Nah dengan kartu ber barcode itu, pelayanan pendaftaran bisa dilakukan dengan cepat, cukup beberapa detik untuk mencari pasien, untuk selanjutnya langsung dicetak lembar registernya.

Sebelum migrasi ke Simpus Web Based, petugas menggunakan Simpustu di loket pendaftaran, di sebelah tangan petugasnya adalah 'ulekan bumbu' untuk membaca kartu

Secara teknis hal ini mudah dilakukan asal punya alatnya, yang agak berat adalah awal implementasi, karena memang harus menyiapkan perangkat pendukung untuk sistem kartu pasiennya. Dan Puskesmas Krejengan bisa melakukan itu.

Migrasi ke Simpus Web Based pun bisa dilakukan dengan cepat, praktis butuh dua hari untuk melakukan hal ini. Hari pertama, sebelum berangkat ke Bali, adalah proses ‘ngompori’ puskesmas untuk beralih ke model yang baru. Maklum, ada sedikit biaya untuk Simpus yang baru ini. Nah setelah puskesmas setuju dan siap, pas perjalanan pulang dari Bali kembali kami mampir di Puskesmas Krejengan untuk setting, pelatihan dan langsung implementasi Simpus Web Based.

Inilah sedikit rekaman rekonstruksi di TKP :

Pedagang Asongan Simpus dari Lereng Merapi berapi-api jualan... Pak Dokter dan staf pura-pura gak tertarik. Prinsip pembeli, jangan tertarik biar gak dikasih mahal...

Mas Febri mencoba Simpus Web Based, mereknya Jojok...terus lapor boss "Mudah sekali pak, pakai ini saja..."

Gak percaya begitu saja, Pak Dokter ikut mencoba...

Pak Dokter mulai berfikir "Mosok semurah itu sih harganya ??". Pedagang Asongan Simpus sudah pasang tampang memelas..."Dibeli dong pak, untuk tambah-tambah beli bensin ke Bali".

karena butuh waktu untuk mempertimbangkan Simpus Web Based, akhirnya kami pun meneruskan perjalanan ke Bali.

Menunggu keputusan, menginap di Bedugul...

Akhirnya, sepulang dari Bali, kembali kami mampir untuk setting Simpus Web Based di Krejengan. Servernya ada di Loket.

Dan Alhamdulillah, ternyata proses migrasi bisa dilakukan dengan cukup lancar, hari itu juga Simpus sudah bisa berjalan secara online di puskesmas. Memang masih ada beberapa tambahan ide untuk dimasukkan ke Simpus, dan hal itu langsung bisa kami lakukan setelah di Jogja.

Bagaimana barcode nya ??? (sampai lupa, ini cerita tentang barcode, bukan jualan Simpus hehe…).

Tenang saja, tetap bisa berjalan. Ini buktinya😀

Simpus Web Based sudah berjalan. Barcode masih tetap bisa digunakan.

Puskesmas anda tertarik ? hubungi dr. Agus CN di facebook beliau hehe…

Adakah cara lain untuk aplikasi Barcode di Simpus Jojok?? Silahkan tunggu posting berikutnya, pengalaman Puskesmas Padang Luas dari Kabupaten Tanah Laut.

Tapi mohon bersabar saja ya, saya agak sibuk…

27 Tanggapan

  1. Wah, bener2 mode jualan on🙂

    Iya, sebetulnya barcode itu gampang pakenya, wong itu sekedar pengganti nomor. Yang diperlukan adalah siasat agar kartu tidak sering hilang.

  2. OK deh
    kalo ada yang lebih bagus, kenapa ga ditiru
    problem solving yang mudah utk pelayanan dalam gedung, nek pelayanan luar gedung gimana ya rekonstruksi TKP-nya
    salut buat krejengan
    ning koq diskusine rodho mekso dubbinge
    wkwkwkwkkwkwkw🙂

  3. Tambah mantap aja ni simpus, Maju terus Puskesmas Krejengan.

  4. alternatif koyo pkm padang luas koyone perlu cpt di rilis mas….2 alternatif yg beda di 2 pkm yg bs diterapkan rekan2 di pkm yg laen…

  5. wahhh ada saya .. ada saya .. *loncat2 kegirangan* .. xixixi ..

    Ya bener itu dubbing-nya maksa banget ..

  6. wah wah…
    software simpus sekarang makin complete saja.
    salam jumpa dari Banjarbaru.

  7. Weleh weleh, Puskesmas Krejengan memang penuh inovasi nih. Masalahnya Mojoagung gak pakai Simpus Jojok, jadi gak ada fasilitas bar code segala ….
    Ada saran ??

    • Barcode tidak membutuhkan Simpus Jojok kok bu, alat ini hanya mengganti peran keyboard ketika kita akan memasukkan satu nilai kedalam satu variabel. Jadi bisa dipakai di semua program yang membutuhkan masukkan data.

      Saran ? Belilah Simpus Jojok….

      hehehe…..

    • Mojoagung pake apa, Mba? Betul mas Jojok, kami duluan punya barcode daripada menggunakan simpusnya mas Jojok. Jadi bisa untuk program apa saja. Yg dulu pake itu foxpro kalo ngga keliru. Di Simpustroniknya Ngawi juga dah kami coba sama saja .. kecuali lebar datanya harus disesuaikan.
      Saran : Bila ingin beli Simpus Mas Jojok, renungkan betul-betul, bertapa boleh, lebih baik lagi kalo didului yasinan, ngundang kyai, shalawatan dulu .. siapa tahu bisa terus digratiskan .. xixixixi

      • hahaha…
        wah wah… sarannya kok kayak ritual ngusir kemasukkan arwah penasaran gitu yakkk..

        nyaraninnya beli pak, jangan yg gratisan … :p

  8. mas, ditunggu kedatangannya di Kukar

  9. Barcode sebenarnya teknologi yg sudah jadul, tapi it is better than never.

    • betul pak.. setuju sekali,
      tapi memang jauh lebih baik daripada tidak pakai, dan lebih jauh lebih baik daripada proyek2 pengadaan barang2 baru dan canggih yang akhirnya gak bisa kepake..🙂

      terima kasih dah mampir diblog… salam kenal..

  10. salam kenal Pak.
    sepertinya ada peluang usaha, teman saya memproduksi kartu2 plastik. Sekarang sedang “nggarap” daerah se-Gunung Kidul (untuk guru2 kalau tidak salah)
    Tapi sayangnya belum tercantum barcode di kartu2 tersebut.
    Pernah kami tawarkan dengan menggunakan kartu RFiD (jarak 10cm maupun 50cm), namun waktu itu masih mahal harga perangkatnya.
    Mungkin saja ada yang berminat mengembangkan🙂

    Untuk barcode-nya yang dipakai nomor apa ya ?
    Apakah setiap pasien sudah mempunyai nomor2 khusus yang dapat berlaku Nasional ?

    • Salam kenal mas Agus..

      iya memang ada peluang usaha, cukup menjanjikan hehe…

      kalau untuk pasien Simpus, belum ada nomer nasional, penomoran masing2 puskesmas saja berbeda-beda.. saya baru mau bikin standar yang simpel untuk tiap puskesmas.

  11. mantap SIKnya utk tiap pkm…datang dong ke puskesmas jabung sisir probolinggo barangkali pak bosku berminat,saat ini simpustroniknya sdh diprogramkan dari dinas kesehatan seh tp blm link ke bidan desa dan ponkesdes mgkin krn mrk blm pny modem ya xixi…..semangat!

    • Terimakasih bu pipit..
      Saya kebetulan beberapa kali ke Krejengan, cuma belum tahu puskesmas Jabung Sisir. Mudah2an lain kali bisa mampir kesana.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: