(rencananya) Mengulang pelatihan Simpus Puskesmas Tempilang

Bukan karena Bagyo sama Uun tersasar sampai Tanjungpinang, sehingga saya harus ke Muntok. Tapi memang rencana menengok Muntok memang sudah beberapa waktu yang lalu saya rencanakan, sesuai permintaan dinas kesehatan untuk mengadakan evaluasi Simpus yang berjalan kurang lancar. Nah, bersamaan dengan acara evaluasi itulah, saya  menengok Puskesmas Tempilang, puskesmas yang hanya dilatih dengan meminjam netbook  milik Bagyo.

Puskesmas Tempilang, gedung baru, semangat baru dengan Simpus Web Based

Pakai netbook thok??? Intel Atom itu ?? Simpus Web Based gitu lho… kok bisa ???

Mundur ke satu kisah beberapa minggu sebelum saya ke Puskesmas Tempilang, 120 an kilometer dari Pangkalpinang. Apa hubungannya dengan Tanjungpinang ??? Ya, itulah kota kesasar dua tim Simpus itu sebelumnya. Kesalahan membeli tiket Pangkalpinang sebagai tujuan utama, oleh Bagyo (yang tidak berjodoh dengan penjual tiket) berubah tiket menuju Tanjungpinang, Kepulauan Riau, memaksa perjalanan mereka berdua harus muter-muter dulu menikmati perjalanan pesawat di udara serta menikmati senyum ramah mbak pramugari selama dua hari berturut-turut. Maklum di hari kedua perjalanan, dua orang ini harus kembali ke Jakarta, baru meneruskan perjalanan setelah menginap semalam di Tanjungpinang.

Jadwal pelatihan di Puskesmas Tempilang, yang seharusnya full satu hari, akhirnya gagal total, dan pelatihan di Puskesmas Tempilang mundur satu hari, belum cukup tragis,  celakanya lagi, begitu jadwal pelatihan tiba, listrik mati !!! Mau tidak mau, pelatihan berubah format, dari pelatihan langsung implementasi di masing-masing ruangan, menjadi antrian untuk memakai netbook Bagyo, dipakai bergantian untuk semua staf puskesmas, masing-masing sesuai dengan tugas per ruangan… Syukurlah baterei netbook masih cukup kuat beberapa jam, sehingga semua staf bisa mencoba. Akhirnya, dengan tidak berharap Simpus bisa berjalan lancar, pelatihan saat itu terpaksa diselesaikan, maklum sulit untuk menunda perjalanan pulang yang sudah direncanakan. Itulah sebabnya, mau tidak mau, saya harus mampir puskesmas.

Dalam perjalanan kali ini, saya berangkat bersama Pur, dengan rencana awal adalah melatih ulang kembali Puskesmas Tempilang, itung-itung membayar utang. Untuk tiket kali ini  tidak ada kesalahan tiket (hehehe…). Hanya saja rencana menginap malam pertama di Pangkalpinang dibatalkan, karena Mas Budi, rekan saya di Muntok, minta saya segera menuju dan menginap di Muntok supaya bisa lebih leluasa ngobrol. Plus juga karena beliau titip kamera yang di servis di Jogja…🙂 Sepertinya beliau sudah kangen berat untuk segera bertemu kamera tersayang.

Menikmati pagi di Kota Muntok... Kopi susu, update fesbuk, nasi kuning. Yang ikut nampak itu bukan tim Simpus.

Tanggal 1 Juni 2010, hari pertama adalah menuju ke Tempilang. jaraknya dari Muntok sekitar 140 km. Dengan di antar Mas Budi, saya dan Pur berangkat, sementara team dari Dinas Kesehatan berangkat secara terpisah dengan kendaraan lain. Sengaja agak siang sampai di puskesmas,dengan harapan pelatihan bisa dimulai setelah jam pelayanan.

Pertemuan evaluasi di aula puskesmas

Tepat jam 10.30 an, saya sampai di puskesmas dan langsung diajak masuk ke aula puskesmas yang baru saja direnovasi ini. Sudah disiapkan server Simpus, lengkap dengan jarinang wifi di semua ruangan puskesmas, serta beberapa staf sudah menunggu untuk langsung mencoba Simpus Jojok Web Based.

Server Simpus Jojok, di lantai II, lengkap dengan access point untuk sistem jaringannya. Sambil pertemuan, server juga digunakan untuk pelayanan.

Lhadalah… kejutan terjadi. Ketika saya bersiap-siap di depan komputer server dan siap untuk memulai presentasi, ternyata di layar monitor sudah terpampang manis data-data pasien yang sudah masuk hari itu, beberapa diantaranya lengkap dengan informasi sudah terlayani. Sambil terheran-heran saya bertanya apakah Simpus Jojok Web Based sudah berjalan, ternyata jawabannya adalah sudah !!!… Terharu, senang, bahagia, heran, bercampur jadi satu… kok bisa Simpus Web Based berjalan hanya dengan satu pelatihan dengan netbook keroyokkan, sudah bisa di implementasikan.  Ternyata setelah Bagyo dan Uun kembali, Mas Budi menyempatkan diri untuk kembali melakukan pelatihan singkat staf-staf di puskesmas ini, bersamaan dengan kunjungan dari dinas kesehatan untuk pemeriksaan kegiatan.

Staf Puskesmas Tempilang, antusias dengan banyak pertanyaan.

Alhasil, acara akhirnya diisi dengan diskusi dengan staf-staf dengan materi seputar masalah-masalah praktis Simpus, seperti pembenahan nomer indeks, entry data untuk luar gedung, manajemen data, serta beberapa masalah lain yang sering di temui ketika implementasi Simpus.  O iya, ketika pertemuan berlangsung, kebetulan proses migrasi Simpus juga masih dalam tahap awal. Ketika usai acara saya berkeliling ruangan puskesmas, kebetulan ada beberapa staf yang dengan ditemani staf yang lain belajar mengoperasikan Simpus.

Ibu-ibu, bersemangat belajar Simpus Web Based...

Gak cuma artis yang bisa dikerubuti cewek-cewek, programer Simpus juga bisa hahaha.... (terus terang, agak maksa juga minta ibu-ibu itu foto bareng...😉 )

eh maaf, ada foto yang lebih penting…🙂

Salah satu komputer klien di lantai I... memakai wifi, dengan adapter wifi digantung supaya menangkap sinyal lebih baik.

Siang, setelah acara selesai, akhirnya kembali ke Muntok, dengan tidak lupa mampir di beberapa pantai indah di daerah Bangka Barat. Beberapa cerita dari teman memang menyebutkan, Bangka Barat mempunyai beberapa pantai yang indah, dan memang hal ini saya buktikan dalam perjalanan pulang. Dua pantai, Pasir Kuning dan Tungau (kalau ndak salah sih), memang sangat indah…

Nebeng di Pantai Pasir Kuning, berada sekitar 5 km dari Puskesmas Tempilang.

Pantai Tungau... Mas Budi kebetulan memiliki bagan penangkap ikan di pantai yang indah ini...

Hari kedua, sekaligus hari terakhir dalam perjalanan singkat ini, acara diadakan di dinas kesehatan. Seperti rencana semula, acara utama adalah evaluasi serta diskusi dengan puskesmas-puskesmas di wilayah Kabupaten Bangka Barat untuk melihat sejauh mana implementasi Simpus dilakukan setelah pelatihan akhir tahun yang lalu. Dan seperti biasanya, banyak sekali masalah-masalah non teknis yang disampaikan dari puskesmas, masalah yang langsung dijawab staf dinas kesehatan, serta langsung saya jawab untuk masalah yang lebih teknis.

Pertemuan di dinas kesehatan. Banyak hal yang harus dibenahi dan direncanakan.

Secara umum masih banyak kendala yang di temui di Kabupaten Bangka Barat supaya Simpus lebih lancar. Beberapa catatan perencanaan pun langsung dibuat untuk lebih memperlancar implementasi. Bahkan Simpus Web Based rencananya akan mulai dipasang di puskesmas lain yang sudah siap untuk  infrastrukturnya.

Setelah acara diskusi selesai, dengan diantar Mas Budi, siang itu juga saya langsung kembali pulang. beberapa catatan sudah berseliweran di kepala, berkaitan dengan pengembangan Simpus Bangka Barat. Dua hari ngomong membuat suara yang hampir habis, dan bener… disambut dengan radang tenggorokkan begitu sampai dirumah malam harinya.  Kecapean yang akhirnya juga  memaksa saya istirahat beberapa hari di rumah.

16 Tanggapan

  1. Baru tau aku kalo pake wifi..

  2. kog mbak mira gak ketok to….

  3. wah baru tahu foto mas Jojok full body, ternyata dah gemuk ya… sambil keliling pelatihan simpus pasti gak ketinggalan pelatihan perut, mencoba menu baru di daerah baru… Asyikkkk

  4. wah…, kayanya canggih neh aplikasinya🙂

    • weaaaaallllaaaaaaaaaaaaahhh….
      piye kabare dab… lama gak nongol neng ndi ae ??? isih neng jakarta raya po ?? ayo kapan2 main ke rumah…

      aplikasi ku simpel banget kuwi, makanya gampang dipakai hehe…

  5. Kami merasa “iri” dengan foto-ofoto dan kegiatan yang ditampilkan dalam posting ini. Pertama kami merasa “iri” dengan gedung Puskesmas yang begitu megah. Kapan ya kami punya gedung seperti itu?
    Kedua, kami merasa “iri” juga karena Puskesmas ini punya peralatan canggih buat mendukung program SIMPUS JOJOK, walaupun tadinya dibilang pelatihan pake NoteBook keroyokan, ternyata sudah mampu mendukung program web based. Sementara di tempat kami, hal itu masih merupakan mimpi.
    Ketiga, kami merasa tidak “iri”, walaupun di tempat terpencil, kami tidak kekurangan kreatifitas untuk menciptakan suatu sistem pengelolaan data yang mampu memudahkan pekerjaan pegawai di Puskesmas.
    Selamat, maju terus SIMPUS-nya JOJOK. Jangan pernah berhenti berjuang untuk mengembangkan SIMPUS.

    • Terima kasih pak, sudah iri dengan kondisi puskesmas lain sudah menimbulkan kebahagiaan buat saya, ada satu niat yang terpacu supaya bisa seperti puskesmas di daerah yang lain🙂
      Sudah sering saya temukan puskesmas yang adem ayem tanpa keinginan untuk lebih meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat. Simpus di sini hanya sebagai alat bantu saja..

      Untuk tidak iri nya, itu yang harus juga dibanggakan dari puskesmas Sungai Ayak.. Kita butuh lebih banyak puskesmas dengan kreatifitas lebih untuk mengembangkan diri, bukan sekedar mengeluhkan kekurangan fasilitas dan dukungan dari pihak luar saja… Kita butuh puskesmas yang lebih giat untuk berlomba lebih baik dari yang lainnya dalam hal pelayanan.

      Maju juga untuk Pkm Sungai Ayak…

  6. hebat, bisa bikin sistem informasi untuk puskesmas
    susah engga mas?
    bikin sendiri?

    • hebat gimana toh, bertahun-tahun gak jadi hehehe…
      kebetulan mrogram sendiri tp untuk yang web based sudah ada team tersendiri.

      salam kenal dan terima kasih sudah mampir blog..

  7. wah, program simpusnya terus berkembang ya, sekarang web based ya…
    Salam ya

  8. Mas, Mana tulisan tentang G.Merapi…
    Lama tak ketemu
    Salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: