(rencananya) Mengulang pelatihan Simpus Puskesmas Tempilang

Bukan karena Bagyo sama Uun tersasar sampai Tanjungpinang, sehingga saya harus ke Muntok. Tapi memang rencana menengok Muntok memang sudah beberapa waktu yang lalu saya rencanakan, sesuai permintaan dinas kesehatan untuk mengadakan evaluasi Simpus yang berjalan kurang lancar. Nah, bersamaan dengan acara evaluasi itulah, saya  menengok Puskesmas Tempilang, puskesmas yang hanya dilatih dengan meminjam netbook  milik Bagyo.

Puskesmas Tempilang, gedung baru, semangat baru dengan Simpus Web Based

Pakai netbook thok??? Intel Atom itu ?? Simpus Web Based gitu lho… kok bisa ???

Baca lebih lanjut

Iklan

Icip-icip Simpus Web Based

Sekali-sekali, Albert jadi Cover Boy...

Simpus Jojok Single User, sudah lama diimplementasikan dengan lancar di semua puskemas di wilayah Sukoharjo. Semua puskesmas sudah menyampaikan laporan dengan menggunakan disket flashdisk. Dan menyusul implementasi Simpus Web Based yang telah berjalan lancar di Puskesmas Polokarto, puskesmas-puskesmas lain rencananya akan menyusul di waktu yang akan datang. Mau tidak mau, para pengelola Simpus harus diberi kesempatan untuk melihat dan mencoba langsung sehingga ketika waktunya tiba, mereka sudah mendapat gambaran secara jelas tentang sistem yang baru. Kesempatan itu akhirnya dilakukan di salah satu pertemuan rutin yang dilaksanakan Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo beberapa minggu yang lalu.

Baca lebih lanjut

Mendampingi Simpus di Balangan

Menyusul kegiatan pelatihan tahun lalu di Kabupaten Balangan, Propinsi Kalimantan Selatan, bulan Maret kemarin kembali saya di undang oleh Dinas Kesehatan Kab. Balangan. Undangan kali ini untuk kembali melakukan pelatihan Simpus pada puskesmas se-Kabupaten Balangan. Acara pelatihan kali ini lebih banyak ke pendampingan di semua puskesmas di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kab.Balangan yang total berjumlah 10 puskesmas. Pelatihan teknis petugas Simpus sudah dilakukan pada kedatangan saya sebelumnya, sehingga memang lebih efektif kalau dalam kesempatan sekarang langsung mendampingi puskesmas untuk memperkuat implementasi Simpus langsung di lapangan.

Managemen atau Manajemen ya ?? hehe... spanduk pertemuan Simpus Balangan

Jelas tidak sanggup untuk saya sekarang ini, untuk berkeliling satu persatu di semua puskesmas. Kebetulan masih banyak utang-utang pekerjaan yang belum dilunasi, juga berat untuk melakukan kegiatan itu sendirian, sehingga akhirnya membuat saya memutuskan untuk mengajak semua team simpus Jojok untuk ikut ke Balangan. Tambahan tenaga teknis yang jauh membuat ringan langkah saya dalam beberapa hari disana.

Dengan tambahan tenaga itu pula, saya bisa melakukan kebiasaan seperti biasanya kalau keluar daerah, untuk tidak lupa mampir ke daerah lain di Propinsi Kalsel. Saya tentu juga pingin melihat perkembangan Simpus Jojok yang pernah disepakati akan diaplikasikan ke semua puskesmas di Prop. Kalsel… (amiennnn… kalau lancar hehehe…).

Nah… apa saja yang disampaikan selama di Balangan ??

Baca lebih lanjut

Kembali ke(m)Bali…

Personel Simpus Boy Band di pinggir Danau Buyan usai menengok Sukasada II... Aliran musik kami : campursari, dangdut, keroncong, pop, alternatif, kontemporer, klasik...

Januari 2010, perjalanan yang direncanakan dari bulan Agustus 2009 akhirnya terlaksana. Tanggal 13-20, selama beberapa hari kami berempat dari Team Simpus Jojok, melakukan perjalanan ke Bali. Bagyo, Pur, Uun dan saya sendiri memang sudah lama berniat jalan-jalan ke Bali, di mana salah dua (bukan salah satu hehe…) dari beberapa kabupaten disana masih dan ‘pernah’ menggunakan Simpus Jojok di puskesmas-puskesmasnya.

Kemana, ngapain, dimana, ketemu siapa saja selama di Bali ?

Baca lebih lanjut

Kota Manado, akhirnya sampai juga.

Puskesmas Bahu, salah satu puskesmas dengan kunjungan terbanyak di Kota Manado

Sejak lama sebenarnya saya ingin ke Kota Menado Manado (dah saya edit, dulu terbiasa nulis Menado. Thx to Albert). Bukan karena ingin merasakan buburnya yang terkenal, melihat kotanya yang katanya asyik, bukan pula pingin melihat gadis-gadisnya yang katanya juga cantik hehe… tapi hanya satu keinginan, menyelam di Bunaken. Kebetulan hobi saya selain jalan-jalan memang sekaligus menikmati alam. Pantai, gunung, pegunungan, hutan, sawah, ladang, sudah sering saya lewati. Hanya menyelam itu yang belum pernah saya lakukan. Paling menyelam di kolam renang 🙂
Baca lebih lanjut

Migrasi Simpus dan Inovasi Program KIA di pinggiran Mahakam

Puskesmas Loa Janan, Kutai Kartanegara

Ketika melakukan pelatihan tahap kedua Simpus KIA di Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, dua minggu yang lalu, 2-5 Desember 2009, perjalanan saya ditemani Bagyo dan Purwoko sekaligus juga dimanfaatkan untuk memulai langkah dan tahap baru Simpus Kutai Kartanegara, yaitu mulai mengimplementasikan Simpus Web Based di salah satu puskesmas. Puskesmas yang terpilih adalah Puskesmas Loa Janan. Beberapa kebutuhan implementasi Simpus Web Based seperti keberadaan komputer di hampir setiap ruangan, kemudian jaringan lokal komputer, serta sumber daya manusia yang sudah akrab dengan Simpus, sudah ada di puskesmas yang berada di persimpangan jalan menuju Tenggarong dan Samarinda dari arah Balikpapan ini.

Gini lho, kalau punya tower !

Hasil jalan-jalan dan pengamatan beberapa waktu terakhir ke daerah yang melakukan proyek Towerisasi puskesmas, saya menemukan hal yang sungguh memprihatinkan. Banyaknya pengadaan tower tanpa didahului pengembangan dan persiapan sistem yang mapan di puskesmas, membuat tower-tower itu akhirnya gak bermanfaat sama sekali, bahkan di beberapa puskesmas cenderung membahayakan lingkungan sekitar. Pemasangan yang tidak sesuai teknis, membuat tower itu membuat genteng bocor, ‘ngembruki’ (bahasa Indonesianya apa ya ? yakkk ketemu.. menimpa…) puskesmas, mbikin kabel listrik putus, dan tidak ketinggalan membuat deg-degan pegawai puskesmas karena terlihat memprihatinkan kualitas dari pemasangan tower itu.

Pak Wajiran.

Nah dalam perjalanan pulang dari acara pamitan ke Pekalongan, sengaja saya mampir ke Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo, untuk bertemu teman lama saya, Pak Wajiran. Beliaulah yang bersama-sama team SIK Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo saya perhatikan cukup peduli dengan tower-tower yang sudah terpasang. Saya terus terang pingin melihat bagaimana DKK Wonosobo mengoptimalkan infrastruktur yang sudah terpasang dengan biaya yang cukup mahal itu.
Baca lebih lanjut