(rencananya) Mengulang pelatihan Simpus Puskesmas Tempilang

Bukan karena Bagyo sama Uun tersasar sampai Tanjungpinang, sehingga saya harus ke Muntok. Tapi memang rencana menengok Muntok memang sudah beberapa waktu yang lalu saya rencanakan, sesuai permintaan dinas kesehatan untuk mengadakan evaluasi Simpus yang berjalan kurang lancar. Nah, bersamaan dengan acara evaluasi itulah, saya  menengok Puskesmas Tempilang, puskesmas yang hanya dilatih dengan meminjam netbook  milik Bagyo.

Puskesmas Tempilang, gedung baru, semangat baru dengan Simpus Web Based

Pakai netbook thok??? Intel Atom itu ?? Simpus Web Based gitu lho… kok bisa ???

Baca lebih lanjut

Iklan

Sekilas Foto-foto di Pelatihan Simpus Kota Manado

Beberapa waktu yang lalu, Puskesmas Bahu, Kota Manado, yang baru saja menjalankan Simpus Jojok single user, akhirnya memutuskan untuk langsung beralih ke Simpus Web Based  yang lebih terintegrasi. Keputusan yang di ambil dr. Jantje A. Masengi, Kepala Puskesmas Bahu bukan tanpa konsekwensi. Jumlah komputer yang belum mencukupi akhirnya harus dipenuhi dulu sebelum Simpus Web Based bisa di aplikasikan di Puskesmas Kota Manado.

Foto bareng sebelum acara sosialisasi dan migrasi

Baca lebih lanjut

Cerita yang tertunda

Bu dr. Vivi, Kepala Puskesmas Pelaihari... sstttt.. beliau ternyata masih kerabat dr. Agus, user Simpus dari Puskesmas Krejengan, Probolinggo hehe... dunia memang sempit.

Dari perjalanan ke Kalimantan Selatan beberapa waktu yang lalu, masih ada beberapa gambar dan catatan yang tersisa, sayang kalau tidak ditampilkan di blog untuk saling berbagi informasi. Ndak papalah ceritanya tertunda, yang penting bisa berbagi dengan sesama.

Kesibukan gara-gara di-kejartayang-i (ini bahasa apa pula ya) tagihan software membuat waktu untuk menulis di blog agak kurang. Meskipun untuk nongol fesbuk masih bisa cukup waktu hehe.. maklum, menulis di blog butuh waktu yang agak sedikit lama dan khusus sembari menunggu ide dan mood datang. Lain dengan fesbuk, asal cuap-cuap, asal komen, asal meng-komen-i status teman …

Cerita dan foto kali ini dari Puskesmas Pelaihari, salah satu puskesmas di wilayah kerja Dinas Kesehatan Tanah Laut. Perjalanan sendiri adalah kelanjutan setelah pertemuan di Paringin, Kabupaten Balangan. Kemudian juga ada cerita dari Puskesmas S. Parman, Kota Banjarmasin. Puskesmas inilah yang melakukan pelatihan malam hari setelah pertemuan tahun kemarin di Banjarbaru.

langsung saja ya, singkat cerita dan ceritanya memang singkat…

Baca lebih lanjut

Mendampingi Simpus di Balangan

Menyusul kegiatan pelatihan tahun lalu di Kabupaten Balangan, Propinsi Kalimantan Selatan, bulan Maret kemarin kembali saya di undang oleh Dinas Kesehatan Kab. Balangan. Undangan kali ini untuk kembali melakukan pelatihan Simpus pada puskesmas se-Kabupaten Balangan. Acara pelatihan kali ini lebih banyak ke pendampingan di semua puskesmas di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kab.Balangan yang total berjumlah 10 puskesmas. Pelatihan teknis petugas Simpus sudah dilakukan pada kedatangan saya sebelumnya, sehingga memang lebih efektif kalau dalam kesempatan sekarang langsung mendampingi puskesmas untuk memperkuat implementasi Simpus langsung di lapangan.

Managemen atau Manajemen ya ?? hehe... spanduk pertemuan Simpus Balangan

Jelas tidak sanggup untuk saya sekarang ini, untuk berkeliling satu persatu di semua puskesmas. Kebetulan masih banyak utang-utang pekerjaan yang belum dilunasi, juga berat untuk melakukan kegiatan itu sendirian, sehingga akhirnya membuat saya memutuskan untuk mengajak semua team simpus Jojok untuk ikut ke Balangan. Tambahan tenaga teknis yang jauh membuat ringan langkah saya dalam beberapa hari disana.

Dengan tambahan tenaga itu pula, saya bisa melakukan kebiasaan seperti biasanya kalau keluar daerah, untuk tidak lupa mampir ke daerah lain di Propinsi Kalsel. Saya tentu juga pingin melihat perkembangan Simpus Jojok yang pernah disepakati akan diaplikasikan ke semua puskesmas di Prop. Kalsel… (amiennnn… kalau lancar hehehe…).

Nah… apa saja yang disampaikan selama di Balangan ??

Baca lebih lanjut

Barcode di loket pendaftaran, satu contoh dari Krejengan

Seperti biasa, dalam perjalanan ke suatu daerah biasanya saya manfaatkan untuk keperluan lain. Nah salah satu contoh kegiatan sampingan seperti ini adalah dalam perjalanan ke Bali kemarin. Tujuan utama, jalan-jalan nengok Buleleng dan Badung. Karena perjalanan kemarin melewati satu puskesmas di Probolinggo, nah saya pun nyambi migrasi dan pelatihan implementasi Simpus Web Based terbaru di Puskesmas Krejengan, Kabupaten Probolinggo.

Tampak depan Puskesmas Krejengan

Di puskesmas ini saya menemukan implementasi barcode card yang mudah diimplementasikan oleh puskesmas. Butuh biaya tentu saja meskipun bisa disiasati dengan beberapa langkah mudah.

Baca lebih lanjut

Kembali ke(m)Bali…

Personel Simpus Boy Band di pinggir Danau Buyan usai menengok Sukasada II... Aliran musik kami : campursari, dangdut, keroncong, pop, alternatif, kontemporer, klasik...

Januari 2010, perjalanan yang direncanakan dari bulan Agustus 2009 akhirnya terlaksana. Tanggal 13-20, selama beberapa hari kami berempat dari Team Simpus Jojok, melakukan perjalanan ke Bali. Bagyo, Pur, Uun dan saya sendiri memang sudah lama berniat jalan-jalan ke Bali, di mana salah dua (bukan salah satu hehe…) dari beberapa kabupaten disana masih dan ‘pernah’ menggunakan Simpus Jojok di puskesmas-puskesmasnya.

Kemana, ngapain, dimana, ketemu siapa saja selama di Bali ?

Baca lebih lanjut

Sekilas foto Magelang Selatan

Tentang Simpus Puskesmas Magelang Selatan, mungkin akan saya tulis dalam blog saya dalam posting tersendiri. Maklum puskesmas inilah yang menjadi tempat implementasi asal Simpus Web Based. Yang saya tampilkan sekarang hanya sekedar foto-foto yang mungkin obyeknya tidak akan saya temukan di tempat lain.

Namanya juga sekilas foto, gak papa toh masang foto, di depan rumah sebelum berangkat keliling. Perutnya agak gendut, itu bawa tas pinggang hehe...

Ketika melakukan instalasi Simpus KIA, kebetulan di puskesmas sedang dipasang kursi gigi yang baru.

Kursi baru (warna biru) dipasang, canggih juga, bisa naik turun, bisa nyemprot air, bisa ngebor, bisa nerangi gigi (namanya juga kursi pasien gigi), coba bisa ditambah fasilitas kayak punyanya Puskesmas Mojoagung... bisa mijet. Pasien gigi bakal betah.

Nah sambil melihat kursi yang ternyata mahal itu, saya geli melihat satu pengumuman penting di kotak tisyu di kursi yang lama. Menurut bu Dokter, itu dipasang supaya staf atau tamu yang lain gak asal narik tisyu untuk hal-hal yang mungkin gak perlu. Paling tidak diingatkan kalau tisyu itu disediakan terutama untuk masyarakat miskin hehehe.. ya okelah kalau begitu, bagus… (Rhoma Irama mode on), kita jangan memakai yang bukan hak kita.

Nah ini pengumuman di kotak tisyu kursi yang lama... tisyu untuk maskin. Dilarang comot, saya saja gak berani minta tanpa Surat Miskin dari kelurahan hehe...

O iya, pas saya datang Selasa, 29 Desember 2009, sudah di operasikan juga sistem antrian digital kayak di bank itu. Menurut bu dokter juga, sekarang pasien semakin gak bisa ngaku-ngaku datang duluan seperti dulu, dah bawa nomer yang gak mungkin salah.