Barcode di loket pendaftaran, satu contoh dari Krejengan

Seperti biasa, dalam perjalanan ke suatu daerah biasanya saya manfaatkan untuk keperluan lain. Nah salah satu contoh kegiatan sampingan seperti ini adalah dalam perjalanan ke Bali kemarin. Tujuan utama, jalan-jalan nengok Buleleng dan Badung. Karena perjalanan kemarin melewati satu puskesmas di Probolinggo, nah saya pun nyambi migrasi dan pelatihan implementasi Simpus Web Based terbaru di Puskesmas Krejengan, Kabupaten Probolinggo.

Tampak depan Puskesmas Krejengan

Di puskesmas ini saya menemukan implementasi barcode card yang mudah diimplementasikan oleh puskesmas. Butuh biaya tentu saja meskipun bisa disiasati dengan beberapa langkah mudah.

Baca lebih lanjut

Iklan

Kembali ke(m)Bali…

Personel Simpus Boy Band di pinggir Danau Buyan usai menengok Sukasada II... Aliran musik kami : campursari, dangdut, keroncong, pop, alternatif, kontemporer, klasik...

Januari 2010, perjalanan yang direncanakan dari bulan Agustus 2009 akhirnya terlaksana. Tanggal 13-20, selama beberapa hari kami berempat dari Team Simpus Jojok, melakukan perjalanan ke Bali. Bagyo, Pur, Uun dan saya sendiri memang sudah lama berniat jalan-jalan ke Bali, di mana salah dua (bukan salah satu hehe…) dari beberapa kabupaten disana masih dan ‘pernah’ menggunakan Simpus Jojok di puskesmas-puskesmasnya.

Kemana, ngapain, dimana, ketemu siapa saja selama di Bali ?

Baca lebih lanjut

Pelatihan akhir tahun

Tahun 2009 sudah berlalu, sudah terlambat untuk mengucapkan selamat tahun baru hehe.. posting ini sekedar sharing foto-foto dari pelatihan Simpus KIA di hari-hari terakhir tahun 2009. Dua hari terakhir yang mestinya bisa santai, akhirnya tetap diisi pelatihan untuk bu bidan. Maklum susah nyari jadwal yang lowong pas akhir tahun kemarin.

Dua puskesmas yang saya datangi untuk pelatihan adalah puskesmas di wilayah Kabupaten Wonogiri. Tanggal 30 Desember 2009, saya berangkat ke Puskesmas Kismantoro. Mungkin anda belum pernah ke tempat ini, letaknya di ujung timur kabupaten Wonogiri, berbatasan dengan Kabupaten Pacitan/Ponorogo. Jarak dari pusat kota Wonogiri sekitar 57 km.

Puskesmas Kismantoro

Bu bidan desa, presentasi awal sebelum mencoba

Bu Bidan Desa, mencoba entry data. Sudah banyak bidan desa yang mulai kenal komputer.

Makan siang pelatihan di puskesmas, uenakkkk e pollll... ayam goreng, oseng-oseng tempe, oseng-oseng daun pepaya..

Hari kedua, pelatihan diadakan di Puskesmas Paranggupito, puskesmas yang beberapa bulan lalu saya datangi. Pelatihan di hari terakhir akhirnya dilaksanakan berbarengan dengan pelatihan untuk petugas loket. Maklum ada rencana menaruh komputer di loket untuk mulai menata rekam medis pasien.

Acaranya pertama selalu sama, presentasi awal untuk kesepahaman dan kesepakatan.

Bidan Koordinator pun, harus mencoba... hehe... ke depan bidan koordinator adalah pengelola utama data Simpus KIA

Dan seperti biasa, kalau waktu memungkinkan, sambil berjalan pulang, di hari kedua setelah pelatihan puskesmas Paranggupito, saya mampir di beberapa pantai di wilayah selatan Gunung Kidul. Pantai yang sudah hampir 20 tahun tidak saya datangi, Sadeng dan Wediombo. Sayang, meskipun liburan akhir tahun, siang itu pantai masih sepi. Menurut penjaga, biasanya malam hari nya yang ramai dengan orang yang ‘melek’ menunggu tahun baru.

Dua anggota team Simpus, mindah motor saja bisa gaya...

Pelabuhan Ikan Sadeng...

Mencari sinyal di Pantai Wediombo

Sekilas foto Magelang Selatan

Tentang Simpus Puskesmas Magelang Selatan, mungkin akan saya tulis dalam blog saya dalam posting tersendiri. Maklum puskesmas inilah yang menjadi tempat implementasi asal Simpus Web Based. Yang saya tampilkan sekarang hanya sekedar foto-foto yang mungkin obyeknya tidak akan saya temukan di tempat lain.

Namanya juga sekilas foto, gak papa toh masang foto, di depan rumah sebelum berangkat keliling. Perutnya agak gendut, itu bawa tas pinggang hehe...

Ketika melakukan instalasi Simpus KIA, kebetulan di puskesmas sedang dipasang kursi gigi yang baru.

Kursi baru (warna biru) dipasang, canggih juga, bisa naik turun, bisa nyemprot air, bisa ngebor, bisa nerangi gigi (namanya juga kursi pasien gigi), coba bisa ditambah fasilitas kayak punyanya Puskesmas Mojoagung... bisa mijet. Pasien gigi bakal betah.

Nah sambil melihat kursi yang ternyata mahal itu, saya geli melihat satu pengumuman penting di kotak tisyu di kursi yang lama. Menurut bu Dokter, itu dipasang supaya staf atau tamu yang lain gak asal narik tisyu untuk hal-hal yang mungkin gak perlu. Paling tidak diingatkan kalau tisyu itu disediakan terutama untuk masyarakat miskin hehehe.. ya okelah kalau begitu, bagus… (Rhoma Irama mode on), kita jangan memakai yang bukan hak kita.

Nah ini pengumuman di kotak tisyu kursi yang lama... tisyu untuk maskin. Dilarang comot, saya saja gak berani minta tanpa Surat Miskin dari kelurahan hehe...

O iya, pas saya datang Selasa, 29 Desember 2009, sudah di operasikan juga sistem antrian digital kayak di bank itu. Menurut bu dokter juga, sekarang pasien semakin gak bisa ngaku-ngaku datang duluan seperti dulu, dah bawa nomer yang gak mungkin salah.

Kota Manado, akhirnya sampai juga.

Puskesmas Bahu, salah satu puskesmas dengan kunjungan terbanyak di Kota Manado

Sejak lama sebenarnya saya ingin ke Kota Menado Manado (dah saya edit, dulu terbiasa nulis Menado. Thx to Albert). Bukan karena ingin merasakan buburnya yang terkenal, melihat kotanya yang katanya asyik, bukan pula pingin melihat gadis-gadisnya yang katanya juga cantik hehe… tapi hanya satu keinginan, menyelam di Bunaken. Kebetulan hobi saya selain jalan-jalan memang sekaligus menikmati alam. Pantai, gunung, pegunungan, hutan, sawah, ladang, sudah sering saya lewati. Hanya menyelam itu yang belum pernah saya lakukan. Paling menyelam di kolam renang 🙂
Baca lebih lanjut

Migrasi Simpus dan Inovasi Program KIA di pinggiran Mahakam

Puskesmas Loa Janan, Kutai Kartanegara

Ketika melakukan pelatihan tahap kedua Simpus KIA di Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, dua minggu yang lalu, 2-5 Desember 2009, perjalanan saya ditemani Bagyo dan Purwoko sekaligus juga dimanfaatkan untuk memulai langkah dan tahap baru Simpus Kutai Kartanegara, yaitu mulai mengimplementasikan Simpus Web Based di salah satu puskesmas. Puskesmas yang terpilih adalah Puskesmas Loa Janan. Beberapa kebutuhan implementasi Simpus Web Based seperti keberadaan komputer di hampir setiap ruangan, kemudian jaringan lokal komputer, serta sumber daya manusia yang sudah akrab dengan Simpus, sudah ada di puskesmas yang berada di persimpangan jalan menuju Tenggarong dan Samarinda dari arah Balikpapan ini.

Gini lho, kalau punya tower !

Hasil jalan-jalan dan pengamatan beberapa waktu terakhir ke daerah yang melakukan proyek Towerisasi puskesmas, saya menemukan hal yang sungguh memprihatinkan. Banyaknya pengadaan tower tanpa didahului pengembangan dan persiapan sistem yang mapan di puskesmas, membuat tower-tower itu akhirnya gak bermanfaat sama sekali, bahkan di beberapa puskesmas cenderung membahayakan lingkungan sekitar. Pemasangan yang tidak sesuai teknis, membuat tower itu membuat genteng bocor, ‘ngembruki’ (bahasa Indonesianya apa ya ? yakkk ketemu.. menimpa…) puskesmas, mbikin kabel listrik putus, dan tidak ketinggalan membuat deg-degan pegawai puskesmas karena terlihat memprihatinkan kualitas dari pemasangan tower itu.

Pak Wajiran.

Nah dalam perjalanan pulang dari acara pamitan ke Pekalongan, sengaja saya mampir ke Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo, untuk bertemu teman lama saya, Pak Wajiran. Beliaulah yang bersama-sama team SIK Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo saya perhatikan cukup peduli dengan tower-tower yang sudah terpasang. Saya terus terang pingin melihat bagaimana DKK Wonosobo mengoptimalkan infrastruktur yang sudah terpasang dengan biaya yang cukup mahal itu.
Baca lebih lanjut