Gini lho, kalau punya tower !

Hasil jalan-jalan dan pengamatan beberapa waktu terakhir ke daerah yang melakukan proyek Towerisasi puskesmas, saya menemukan hal yang sungguh memprihatinkan. Banyaknya pengadaan tower tanpa didahului pengembangan dan persiapan sistem yang mapan di puskesmas, membuat tower-tower itu akhirnya gak bermanfaat sama sekali, bahkan di beberapa puskesmas cenderung membahayakan lingkungan sekitar. Pemasangan yang tidak sesuai teknis, membuat tower itu membuat genteng bocor, ‘ngembruki’ (bahasa Indonesianya apa ya ? yakkk ketemu.. menimpa…) puskesmas, mbikin kabel listrik putus, dan tidak ketinggalan membuat deg-degan pegawai puskesmas karena terlihat memprihatinkan kualitas dari pemasangan tower itu.

Pak Wajiran.

Nah dalam perjalanan pulang dari acara pamitan ke Pekalongan, sengaja saya mampir ke Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo, untuk bertemu teman lama saya, Pak Wajiran. Beliaulah yang bersama-sama team SIK Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo saya perhatikan cukup peduli dengan tower-tower yang sudah terpasang. Saya terus terang pingin melihat bagaimana DKK Wonosobo mengoptimalkan infrastruktur yang sudah terpasang dengan biaya yang cukup mahal itu.
Baca lebih lanjut

Iklan

Robohnya tower kami…

Towerku sayang...

Towerku sayang...

Pulang dari merger data di Polokarto, Sukoharjo, saya membaca berita dari satu surat kabar. “Angin Lisus Tumbangkan Tower”. Kaget dan sedih juga mengetahui akhirnya satu kekhawatiran yang selama ini saya dengar langsung dari para staf puskesmas tentang tower-tower di puskesmas bisa ambruk, terjadi juga 😦

Dalam berita tersebut disebutkan, tower jatuh menimpa mobil boks, kemudian menimpa kabel listrik, akibatnya beberapa daerah mengalami lampu mati. Dan menurut kepala puskesmas, tower ini sudah terpasang sejak beberapa waktu yang lalu namun hingga saat ini belum dioperasikan.

Kok bisa ya ??

Baca lebih lanjut