(rencananya) Mengulang pelatihan Simpus Puskesmas Tempilang

Bukan karena Bagyo sama Uun tersasar sampai Tanjungpinang, sehingga saya harus ke Muntok. Tapi memang rencana menengok Muntok memang sudah beberapa waktu yang lalu saya rencanakan, sesuai permintaan dinas kesehatan untuk mengadakan evaluasi Simpus yang berjalan kurang lancar. Nah, bersamaan dengan acara evaluasi itulah, saya  menengok Puskesmas Tempilang, puskesmas yang hanya dilatih dengan meminjam netbook  milik Bagyo.

Puskesmas Tempilang, gedung baru, semangat baru dengan Simpus Web Based

Pakai netbook thok??? Intel Atom itu ?? Simpus Web Based gitu lho… kok bisa ???

Baca lebih lanjut

Iklan

Sekilas Foto-foto di Pelatihan Simpus Kota Manado

Beberapa waktu yang lalu, Puskesmas Bahu, Kota Manado, yang baru saja menjalankan Simpus Jojok single user, akhirnya memutuskan untuk langsung beralih ke Simpus Web Based  yang lebih terintegrasi. Keputusan yang di ambil dr. Jantje A. Masengi, Kepala Puskesmas Bahu bukan tanpa konsekwensi. Jumlah komputer yang belum mencukupi akhirnya harus dipenuhi dulu sebelum Simpus Web Based bisa di aplikasikan di Puskesmas Kota Manado.

Foto bareng sebelum acara sosialisasi dan migrasi

Baca lebih lanjut

Kota Manado, akhirnya sampai juga.

Puskesmas Bahu, salah satu puskesmas dengan kunjungan terbanyak di Kota Manado

Sejak lama sebenarnya saya ingin ke Kota Menado Manado (dah saya edit, dulu terbiasa nulis Menado. Thx to Albert). Bukan karena ingin merasakan buburnya yang terkenal, melihat kotanya yang katanya asyik, bukan pula pingin melihat gadis-gadisnya yang katanya juga cantik hehe… tapi hanya satu keinginan, menyelam di Bunaken. Kebetulan hobi saya selain jalan-jalan memang sekaligus menikmati alam. Pantai, gunung, pegunungan, hutan, sawah, ladang, sudah sering saya lewati. Hanya menyelam itu yang belum pernah saya lakukan. Paling menyelam di kolam renang 🙂
Baca lebih lanjut

Perjalanan sampai Mentok

Belum sempat manggil Mas Agus Pijet untuk ngilangin capek dari Banjarmasin, hanya istirahat di rumah 3 malam untuk selanjutnya berangkat kerja lagi, minggu ini saya harus segera berangkat ke Kabupaten Bangka Barat untuk melakukan pelatihan Simpus. Kabupaten Bangka Barat adalah salah satu wilayah yang berada di Pulau Bangka, Propinsi Bangka Belitung.

Perahu nelayan di Pelabuhan Muntok. Yang jelas antena tv itu bukan antena wifi untuk ikut-ikutan towerisasi puskesmas.

Perahu nelayan di Pelabuhan Muntok. Yang jelas antena tv itu bukan antena wifi untuk ikut-ikutan towerisasi puskesmas.

Ber-ibukota Mentok (atau Muntok, barusan di ‘protes’ teman-teman dinas kesehatan pas posting tulisan ini), merupakan salah satu kota yang terkenal dengan tambang timahnya. Pengembangan Simpus di Bangka Barat, mungkin agak berbeda dengan daerah lain. Karena kondisi dan keadaan puskesmas yang berbeda, maka pelatihan kali ini langsung mengimplementasikan dua modul yang berbeda. Modul Single User untuk 5 puskesmas, dan Modul Web Based untuk satu puskesmas yaitu Puskesmas Muntok. Selanjutnya diharapkan dalam akhir tahun ini, ke-enam puskesmas sudah bisa mencoba menjalankan Simpus, sehingga tahun 2010 semua bisa berjalan dengan lancar.

2010 ??? Indonesia sudah harus sehat bukan ???
Baca lebih lanjut

Lagi… obrolan proyek Simpus…

lagi nelpon...

lagi nelpon...

SMS terakhir datang : “Simpus Online yang dari **** payah”

obrolan berlanjut dan ini sedikit cuplikan dari obrolan dengan seorang kenalan lama di salah satu dinas kesehatan :

“Gimana kabarnya mbak, sori lewat telpon saja, capek mencet hp”

Baik mas…

maaf kemarin saya gak sempat main ke rumah, Simpus Online gimana, jadi mau implementasi Simpus Web Based  ?

wah malah gak jelas mas, yang baru gak bisa jalan

lho kenapa, dah ada Simpus baru toh ? belum bisa jalan ?

lha itu yang mbikin gak jelas gimana makainya…

ohh… saya itu kemarin nunggu saja kabar kapan ke sana, jebul dah rampung toh proyeknya… lha Pak *** gak ngabari saya, katanya nunggu laptop datang terus pelatihan…

iya, kemarin kadinkes gak mau nerusin pakai mas jojok, katanya mas jojok gak pernah laporan, jadi ganti orang lain. Kemarin sudah disampaikan Pak *** kalau Simpus Mas Jojok sudah dilaporkan, tapi tetap dianggap belum lapor…

sama siapa mbak ?

itu, ada staf dinas yang provokator untuk pakai orang lain, yang membuat dari ****, masih saudaranya…

oh ya udah gak papa, di coba dulu simpus yang baru saja.. lha kemarin orang-orang puskesmas kok masih nelpon saya nayain tentang Simpus ya mbak ?

iya mas,  orang puskesmas gak bisa pakai yang baru, masih makai Simpusnya mas Jojok… di dinas juga gak ada diajari program yang baru, cuma dikasih modul saja… belum ada kelanjutannya.. orang puskesmas bilang karena yang baru gak jalan ya masih pakai Simpus Mas Jojok…

nggih pun mbak, santai mawon, ditunggu besok gimana simpus yang baru… nanti di evaluasi bisa jalan apa ndak… kalau ndak jalan ya nanti gimana lah… biasalah proyek, yang penting SPJ rampung hehe…

………..

………..

Lagi… obrolan ini menjadi semacam de javu di telinga saya… bahkan dalam seminggu, ada dua cerita pengguna Simpus Jojok (orang puskesmas nih) yang telpon tentang Simpus Online pengganti Simpus Jojok yang mangkrak…

tiba-tiba sang Suami gantian pegang HP dan ikut bicara :

“Salam buat Mas Bagyo nggih Mas Jojok”

nggih mas…

“Mas Jojok wis kawin runggg? ”

hahahaha… duh gustiiiii…

Safari Ramadhan di Puskesmas

Puskesmas Tirtomoyo I, Kabupaten Wonogiri. 101 Km dari rumah

Puskesmas Tirtomoyo I, Kabupaten Wonogiri. 101 Km dari rumah

Bulan Ramadhan sudah berlalu, Hari Raya Idul Fitri sudah dirayakan. Insya Allah, semoga tahun depan diberi kesempatan untuk bertemu lagi. Sebagaimana posting terdahulu, Ramadhan tidak menjadi alasan untuk memperbanyak tidur siang (meskipun hampir tiap hari juga tidur siang). Beberapa perjalanan yang agak jauh tetap saya lakukan, itung-itung sambil ngabuburit menunggu waktu buka puasa. O iya, kegiatan ini tidak meniru seorang tokoh orba lho hehe.. meskipun kegiatan seperti dulu itu saya pikir juga ada baiknya juga, bisa menyampaikan petunjuk daripada bapak presiden langsung ke masyarakat.

Hampir tiga minggu perjalanan saya lakukan dari pagi sampai sore, sambil menyelesaikan beberapa administrasi pengadaan untuk pengembangan lanjut Simpus di Sukoharjo dan Wonogiri. Tiga minggu touring sebelum akhirnya sedikit drop sepulang dari Grobogan dan Blora. Kecapean memaksa minggu terakhir bulan Ramadhan lebih banyak saya habiskan untuk istirahat, atau muter ke puskesmas yang tidak jauh dari rumah.
Baca lebih lanjut

Puskesmas Kartasura, memulai Simpus Web Based

Puasa, seperti yang saya tulis sebelumnya, Alhamdulillah tidak menghalangi team Simpus untuk tetap melayani puskesmas membenahi sistem informasi yang ada. Hari puasa pertama kemarin, saya sendirian ke Puskesmas Wonogiri II, pelatihan singkat dengan beberapa bidan desa, serta membenahi data Simpus, kemudian mampir ke RSUD Wonogiri, bertemu lagi dengan dua kenalan lama saya. Beliau-beliau adalah dr. Adhi Dharma, mantan Kepala Puskesmas Selogiri yang sekarang sudah pindah tugas di rumah sakit di bagian YanMed. Secara kebetulan dr. Adhi kembali bersama dalam satu institusi beserta mantan Kepala Puskesmas Wonogiri II, dr. Setyorini, yang dulu menjadi kepala puskesmas yang pertama kali mengundang saya untuk implementasi Simpus di Wonogiri. Beberapa tahun yang lalu, sebelum menjabat kepala puskesmas, dr. Adhi adalah dokter kedua di Puskesmas Wonogiri II. Sekarang, dr. Rini menjadi Kepala (atau Direktur ya ?) RSUD Wonogiri.

Tidak saya ceritakan perjalanan hari pertama ke Wonogiri (sssttt… belum deal ordernya hehe), yang akan saya ceritakan adalah sekedar cerita pendek di hari kedua untuk memulai satu langkah baru pengembangan Simpus di Kabupaten Sukoharjo, yaitu mulai memperkenalkan sistem Simpus Web Based di dua puskesmas yang terpilih yaitu Puskesmas Kartasura. Puskesmas lain yang rencananya bakal dikembangkan adalah Puskesmas Polokarto.

Simpus Web Based...telah terinstall..

Simpus Web Based...setelah terinstall dengan sukses..

Baca lebih lanjut