Cerita yang tertunda

Bu dr. Vivi, Kepala Puskesmas Pelaihari... sstttt.. beliau ternyata masih kerabat dr. Agus, user Simpus dari Puskesmas Krejengan, Probolinggo hehe... dunia memang sempit.

Dari perjalanan ke Kalimantan Selatan beberapa waktu yang lalu, masih ada beberapa gambar dan catatan yang tersisa, sayang kalau tidak ditampilkan di blog untuk saling berbagi informasi. Ndak papalah ceritanya tertunda, yang penting bisa berbagi dengan sesama.

Kesibukan gara-gara di-kejartayang-i (ini bahasa apa pula ya) tagihan software membuat waktu untuk menulis di blog agak kurang. Meskipun untuk nongol fesbuk masih bisa cukup waktu hehe.. maklum, menulis di blog butuh waktu yang agak sedikit lama dan khusus sembari menunggu ide dan mood datang. Lain dengan fesbuk, asal cuap-cuap, asal komen, asal meng-komen-i status teman …

Cerita dan foto kali ini dari Puskesmas Pelaihari, salah satu puskesmas di wilayah kerja Dinas Kesehatan Tanah Laut. Perjalanan sendiri adalah kelanjutan setelah pertemuan di Paringin, Kabupaten Balangan. Kemudian juga ada cerita dari Puskesmas S. Parman, Kota Banjarmasin. Puskesmas inilah yang melakukan pelatihan malam hari setelah pertemuan tahun kemarin di Banjarbaru.

langsung saja ya, singkat cerita dan ceritanya memang singkat…

Baca lebih lanjut

Iklan

Mendampingi Simpus di Balangan

Menyusul kegiatan pelatihan tahun lalu di Kabupaten Balangan, Propinsi Kalimantan Selatan, bulan Maret kemarin kembali saya di undang oleh Dinas Kesehatan Kab. Balangan. Undangan kali ini untuk kembali melakukan pelatihan Simpus pada puskesmas se-Kabupaten Balangan. Acara pelatihan kali ini lebih banyak ke pendampingan di semua puskesmas di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kab.Balangan yang total berjumlah 10 puskesmas. Pelatihan teknis petugas Simpus sudah dilakukan pada kedatangan saya sebelumnya, sehingga memang lebih efektif kalau dalam kesempatan sekarang langsung mendampingi puskesmas untuk memperkuat implementasi Simpus langsung di lapangan.

Managemen atau Manajemen ya ?? hehe... spanduk pertemuan Simpus Balangan

Jelas tidak sanggup untuk saya sekarang ini, untuk berkeliling satu persatu di semua puskesmas. Kebetulan masih banyak utang-utang pekerjaan yang belum dilunasi, juga berat untuk melakukan kegiatan itu sendirian, sehingga akhirnya membuat saya memutuskan untuk mengajak semua team simpus Jojok untuk ikut ke Balangan. Tambahan tenaga teknis yang jauh membuat ringan langkah saya dalam beberapa hari disana.

Dengan tambahan tenaga itu pula, saya bisa melakukan kebiasaan seperti biasanya kalau keluar daerah, untuk tidak lupa mampir ke daerah lain di Propinsi Kalsel. Saya tentu juga pingin melihat perkembangan Simpus Jojok yang pernah disepakati akan diaplikasikan ke semua puskesmas di Prop. Kalsel… (amiennnn… kalau lancar hehehe…).

Nah… apa saja yang disampaikan selama di Balangan ??

Baca lebih lanjut

Pelatihan akhir tahun

Tahun 2009 sudah berlalu, sudah terlambat untuk mengucapkan selamat tahun baru hehe.. posting ini sekedar sharing foto-foto dari pelatihan Simpus KIA di hari-hari terakhir tahun 2009. Dua hari terakhir yang mestinya bisa santai, akhirnya tetap diisi pelatihan untuk bu bidan. Maklum susah nyari jadwal yang lowong pas akhir tahun kemarin.

Dua puskesmas yang saya datangi untuk pelatihan adalah puskesmas di wilayah Kabupaten Wonogiri. Tanggal 30 Desember 2009, saya berangkat ke Puskesmas Kismantoro. Mungkin anda belum pernah ke tempat ini, letaknya di ujung timur kabupaten Wonogiri, berbatasan dengan Kabupaten Pacitan/Ponorogo. Jarak dari pusat kota Wonogiri sekitar 57 km.

Puskesmas Kismantoro

Bu bidan desa, presentasi awal sebelum mencoba

Bu Bidan Desa, mencoba entry data. Sudah banyak bidan desa yang mulai kenal komputer.

Makan siang pelatihan di puskesmas, uenakkkk e pollll... ayam goreng, oseng-oseng tempe, oseng-oseng daun pepaya..

Hari kedua, pelatihan diadakan di Puskesmas Paranggupito, puskesmas yang beberapa bulan lalu saya datangi. Pelatihan di hari terakhir akhirnya dilaksanakan berbarengan dengan pelatihan untuk petugas loket. Maklum ada rencana menaruh komputer di loket untuk mulai menata rekam medis pasien.

Acaranya pertama selalu sama, presentasi awal untuk kesepahaman dan kesepakatan.

Bidan Koordinator pun, harus mencoba... hehe... ke depan bidan koordinator adalah pengelola utama data Simpus KIA

Dan seperti biasa, kalau waktu memungkinkan, sambil berjalan pulang, di hari kedua setelah pelatihan puskesmas Paranggupito, saya mampir di beberapa pantai di wilayah selatan Gunung Kidul. Pantai yang sudah hampir 20 tahun tidak saya datangi, Sadeng dan Wediombo. Sayang, meskipun liburan akhir tahun, siang itu pantai masih sepi. Menurut penjaga, biasanya malam hari nya yang ramai dengan orang yang ‘melek’ menunggu tahun baru.

Dua anggota team Simpus, mindah motor saja bisa gaya...

Pelabuhan Ikan Sadeng...

Mencari sinyal di Pantai Wediombo

Kota Manado, akhirnya sampai juga.

Puskesmas Bahu, salah satu puskesmas dengan kunjungan terbanyak di Kota Manado

Sejak lama sebenarnya saya ingin ke Kota Menado Manado (dah saya edit, dulu terbiasa nulis Menado. Thx to Albert). Bukan karena ingin merasakan buburnya yang terkenal, melihat kotanya yang katanya asyik, bukan pula pingin melihat gadis-gadisnya yang katanya juga cantik hehe… tapi hanya satu keinginan, menyelam di Bunaken. Kebetulan hobi saya selain jalan-jalan memang sekaligus menikmati alam. Pantai, gunung, pegunungan, hutan, sawah, ladang, sudah sering saya lewati. Hanya menyelam itu yang belum pernah saya lakukan. Paling menyelam di kolam renang 🙂
Baca lebih lanjut

Migrasi Simpus dan Inovasi Program KIA di pinggiran Mahakam

Puskesmas Loa Janan, Kutai Kartanegara

Ketika melakukan pelatihan tahap kedua Simpus KIA di Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, dua minggu yang lalu, 2-5 Desember 2009, perjalanan saya ditemani Bagyo dan Purwoko sekaligus juga dimanfaatkan untuk memulai langkah dan tahap baru Simpus Kutai Kartanegara, yaitu mulai mengimplementasikan Simpus Web Based di salah satu puskesmas. Puskesmas yang terpilih adalah Puskesmas Loa Janan. Beberapa kebutuhan implementasi Simpus Web Based seperti keberadaan komputer di hampir setiap ruangan, kemudian jaringan lokal komputer, serta sumber daya manusia yang sudah akrab dengan Simpus, sudah ada di puskesmas yang berada di persimpangan jalan menuju Tenggarong dan Samarinda dari arah Balikpapan ini.

Melongok Puskesmas Paranggupito

pkm paranggupito

Puskesmas Paranggupito, Kabupaten Wonogiri

Paranggupito, adalah satu wilayah di pojok selatan Kabupaten Wonogiri. Merupakan pemekaran dari Kecamatan Giritontro, berada di wilayah pantai Selatan. Berbatasan dengan Kabupaten Pacitan disebelah timur, Samudera Indonesia di selatan, dan Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta di arah barat. Jarak dari pusat kota sendiri lumayan jauh, sekitar 75-80 km.

Simpus Jojok sudah mulai dipakai di Puskesmas Paranggupito beberapa tahun terakhir. Kebetulan juga puskesmas ini salah satu kloter terakhir dari tiga tahap pelatihan Simpus di Wonogiri. (hehe.. asal tahu saja, pengadaan Simpus memang kadang bertahap, sesuai kondisi puskesmas). Dan syukurlah proses entry data sudah bisa berjalan dengan lancar, menggunakan satu komputer dan satu laptop yang digunakan untuk Simpustu.

kapus

Plt. Kepala Puskesmas Paranggupito, dr. Abdul Mursyid

Nah ini cerita perjalanan saya ke Paranggupito…

Baca lebih lanjut

GCOS 2009

Minggu ini, 26-27 Oktober 2009, saya mendapat kesempatan ikut satu konferensi di jakarta. Bukan tentang Simpus secara spesifik, tetapi tentang satu perkembangan software open source. GCOS, Global Conference on Open Source. Sebelumnya memang saya agak kurang tertarik ikut kegiatan ini. Pak Anis (saya sebut saja Anis ya, beliau teman saya dari SMA hehe… ) yang mengajak lewat email yang dia kirim. Ketika lihat siapa saja yang bakal omong, itulah yang bikin malas. Coba bayangin saja banyak orang luar disana. Terbayang kalau harus omong Bahasa Inggris, hal yang bisa bikin saya semaput sebelum mulai. Cuma karena Anis bilang boleh pake boso jowo walikan (hahaha… bahasa gaul di Jogja), plus dibilangin panitia bakal dapat 2 malam di Sangri La, saya pun oke untuk berangkat.

Melihat macet

Melihat Jakarta sore hari, makasih Tuhan saya gak hidup di kota ini...

Sistem open source sendiri saya masih sering menangkap pemahaman yang berbeda. Sebagian user saya secara langsung menohok dengan permintaan menggratiskan Simpus supaya bisa ikut aliran besar open source, sebagian lain masih bisa cukup paham kalau tidak segampang itu ambil software pasang tanpa bayar.

Baca lebih lanjut