Gini lho, kalau punya tower !

Hasil jalan-jalan dan pengamatan beberapa waktu terakhir ke daerah yang melakukan proyek Towerisasi puskesmas, saya menemukan hal yang sungguh memprihatinkan. Banyaknya pengadaan tower tanpa didahului pengembangan dan persiapan sistem yang mapan di puskesmas, membuat tower-tower itu akhirnya gak bermanfaat sama sekali, bahkan di beberapa puskesmas cenderung membahayakan lingkungan sekitar. Pemasangan yang tidak sesuai teknis, membuat tower itu membuat genteng bocor, ‘ngembruki’ (bahasa Indonesianya apa ya ? yakkk ketemu.. menimpa…) puskesmas, mbikin kabel listrik putus, dan tidak ketinggalan membuat deg-degan pegawai puskesmas karena terlihat memprihatinkan kualitas dari pemasangan tower itu.

Pak Wajiran.

Nah dalam perjalanan pulang dari acara pamitan ke Pekalongan, sengaja saya mampir ke Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo, untuk bertemu teman lama saya, Pak Wajiran. Beliaulah yang bersama-sama team SIK Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo saya perhatikan cukup peduli dengan tower-tower yang sudah terpasang. Saya terus terang pingin melihat bagaimana DKK Wonosobo mengoptimalkan infrastruktur yang sudah terpasang dengan biaya yang cukup mahal itu.
Baca lebih lanjut

Iklan

Sekilas Foto… Tower-towerku

Dalam sebuah perjalanan, seperti biasa saya iseng-iseng melihat kondisi satu puskesmas. Nah yang saya temukan di satu daerah ini mungkin bisa mewakili betapa ego sektoral dan carut marut proyek yang ada di negara kita lebih menonjol daripada koordinasi dan efisiensi anggaran.

Menara wifi kembar... semangat sekali membangun jaringan online

Menara wifi kembar... saking semangatnya membangun jaringan online

Ceritanya begini, daerah tersebut mengadakan proyek pengadaan jaringan online. Kebetulan yang bakal dipasang adalah dari dinas kesehatan, untuk jaringan Simpus Online.

Yang membuat saya mengelus dada, secara kebetulan kantor puskesmas dan kantor kecamatan hanya berbeda tembok. Kantor kecamatan sudah terpasang satu menara online untuk kependudukan. Dan herannya, ketika sudah tahu bahwa begitu dekat tower itu bakal berdampingan, ternyata dua proyek gak mau (atau tidak bisa?) untuk bekerja sama, paling tidak berbagi tower dan kemudian memindahkan salah satu tower ke puskesmas lain yang mungkin bisa lebih bermanfaat (asal jalan Simpusnya sih). Mungkin alasannya nanti bisa jadi temuan dari pemeriksa.

Jadilah, dua menara jaringan berdampingan mesra. Yang memprihatinkan, jaringan milik puskesmas yang baru, akan segera dirobohkan, maklum kondisinya bikin ngeri petugas-petugas puskesmas yang bersangkutan. Tanpa anti karat, kabel sling sudah ada yang putus, dan blassss… dari mulai didirikan sampai saat ini, satupun data Simpus belum ada yang terkirim ke dinas kesehatan.

Yahhh… itulah Indonesia, mudah-mudahan Sang Merah Putih itu tidak selamanya lesu berkibar.