Cerita Teknis Simpus

Sedikit cerita agak teknis tentang Simpus yang saya buat. Simpus ini adalah software desktop, dibuat dengan Delphi, menggunakan database Paradox (standar semua hehe). Kebetulan saya cuma bisa buat pake itu. Mungkin ada rekan yang menanyakan kenapa tidak client server, tidak web based, open source dan lain-lain, singkat saja jawaban saya, karena saya tidak bisa. 🙂

Mungkin dulu saya masih kurang yakin dengan pilihan saya membuat desktop aplication, ternyata setelah saya mendampingi sekian puskesmas, saya bersyukur bahwa saya memulai pilihan program dari tipe program yang (saya anggap… !!!) paling tepat. Tahun 2001, mungkin bapak ibu sodara teman rekan sejawat bisa membayangkan seperti apa kondisi IT di puskesmas kita. Sebagian besar puskesmas baru punya satu atau dua, kecuali beberapa puskesmas yang memang diberi kelebihan rejeki dari atas. Mempunyai komputer Pentium IV waktu itu sudah sangat mewah. Printer ?? kebanyakan memakai printer yang ngak ngik ngok, meskipun ternyata sekarang banyak yang mencari karena justru lebih handal. LAN ? boro-boro, kadang mereka mengira itu kabel telpon hehe.. Itu dari sisi infrastruktur.

Dari sisi SDM sami mawon. Menemukan staf puskesmas yang dengan lancar mengoperasikan komputer adalah hal langka, apalagi menemukan yang bisa memprogram. Kemampuan saat itu (dan sampai sekarang masih saya temui) adalah membuat surat, membuat tabel, dan juga memakai komputer untuk main game ( apalagi ini, masih sering saya temui hehe..). Pernah dalam satu perjalanan saya menemukan seorang staf mengetik surat dengan MS Excel, ketika saya tanya kok pake itu pak, beliau dengan santai menjawab, “Lebih enak mas, ngratain kanan kiri dah ada garisnya”. Hehe… Tapi patut dicatat, beberapa kali saya ketemu puskesmas dan kepala puskesmas yang bisa membuat saya kagum karena komitmen mereka untuk membuat Simpus bahkan sampai yang canggih.
Ketika itulah pesan dari Bu Kristiani selalu saya ingat,” Bikin Simpus yang gampang Jok…”.

Simpus, seperti saya sampaikan tadi, hanya terdiri dari dua bagian, Program dan Data. Programnya adalah Simpus itu sendiri, sedang Datanya adalah sekumpulan tabel-tabel tempat menyimpan data yang tersimpan dalam satu folder tersediri. Sungguh lebih mudah mengajari staf puskesmas untuk mengenal desain aplikasi Simpus ini. Dengan mudah mereka menangkap misalnya kalau saya beri masukkan supaya folder Database rutin dicopy ke flash disk misalnya.

Cara install pun mudah, masukkan CD, pilih Simpus atau Simpustu, tunggu 1 menit, selesai. Simpus siap dipakai setelah sebelumnya ada sedikit setting di format tanggal dan display. Beberapa puskesmas bahkan hanya saya kirimkan CD Installer Simpus, kemudian belajar sendiri dari buku yang ada, dan kemudian menjalankan sendiri langsung tanpa pelatihan. Simpus hanya bisa dioperasikan oleh satu orang operator entry data. Untuk lebih mempercepat proses entry data, dengan masukkan dari dr. Adi Dharma saya membuat modul mini dari Simpus, Simpustu atau Simpus Bantu. Modul ini hanya untuk proses entry data apabila ada lebih dari satu komputer di puskesmas.

Dengan aplikasi semacam itulah selama lebih dari 7 tahun saya bertahan untuk tidak membuat Simpus yang lain. Saya masih memandang model Simpus seperti itu cukup cocok untuk puskesmas dengan segala keterbatasannya. Beberapa kali ada tawaran saya terima dari beberapa dinas kesehatan, proyek untuk(suerrrr… lumayan gede) mengerjakan Simpus dengan model Web Based, atau client server. Dan beberapa kali pula saya menolak tawaran tersebut. Selama saya belum merasa puskesmas bisa menjalankan Simpus model itu, selama itu pula saya tidak akan menerima proyek tersebut. Bukan apa-apa sih, saya tidak ingin puskesmas nanti repot dan takut mengerjakan Simpus di atas kemampuan mereka. Jarang puskesmas yang bisa.
Beberapa bulan terakhir, beberapa daerah sudah mulai mapan dalam implementasi Simpus. Terutama untuk puskesmas yang memakai Simpus yang saya kembangkan. Staf puskesmas atau dinas kesehatan yang mempunyai latar belakang komputer juga mulai sering saya temukan. Bahkan mudah sekali sekarang menemukan puskesmas yang sudah dengan santainya bermain-main dengan jaringan komputer, email, internet. Mungkin itu pula yang akhirnya mendorong saya untuk mulai mengembangkan Simpus yang lebih modern. Hanya saja karena saya tidak menguasai pemrograman web based, saya mulai mencari dan mengajak beberapa teman untuk bergabung bersama-sama memajukan Simpus. Syukurlah saya bisa menemukan orang-orangnya.

14 Tanggapan

  1. 🙂 Saya setuju dengan pendapat anda Di L******* juga sikonya Sama Persis dengan sikon Disitu !!!Mualai dari Fasilitas ,Faktor Dinkes/Politik dan Yang Paling Parah SDM yang Cuman Bisa Ngidup matiin Komputer da Lumayan????Yang Lebih Parah Mereka Kebanyakan Menganggap komputer Adalah Barang Mahal yang Harus Dijahui N Takut Rusak tar Bisa Berabe…. Padahal . . .. . . ???

    Artinya : Kita Optimalkan SDM & Sarana Yang Ada kan ,OM. . .. ???Lebih Hemat n Praktis dan gak Orot orot Duit . .. . ????Aku Sangat Setuju ……!!!!

    Ini sistem yang Aku Cari!!!Sukses ya ???. . .. Mampir ke blog kami ???

    Oh ia ,Aku tu mo buat Simps kayak Om.Punya . . . .??Cos trus terang Kolo pake Simp kayak Punya ***** Perlu PC yang High Spec/ Lemooooooot ! Kalo Punya Om gimana???

    Trimmmmmmmm’s !!!!

    • Salam kenal pak Joshua.. terimakasih dah mampir blog saya..

      mohon maaf saya edit daerahnya, takutnya kena UU 27 ITE hehe.. dikira njelek2in daerah lain lho🙂
      Sistem yang saya kembangkan kebetulan memang simple, cukup 2 komputer atau 1 komputer pun sudah bisa berjalan. ya karena memang harus melihat kondisi yang ada di puskesmas.
      Mau buat ? lha mbok beli saja yang sudah jadi😉 hehe…

      Untuk spesifikasi komputer, simpus (jojok) gak butuh spek tinggi, punya nya pentium III ayo, punya pentium IV syukur, pnya 3 komputer sip, punya 7 komputer alhamdulillah dah bisa yang web based….

      oke nanti saya mampir ke blog panjenengan…btw blog nya apa ya ?

  2. Betul Om. Buat program Simpus mestinya simpel dan gampang dipakai di Puskesmas. Bukan yang wah dan begitu canggih dengan spek tinggi tapi sampai di Puskesmas cuma jadi barang rongsokan. Mending buat yang user friendly dan bisa dioperasikan oleh staf yang bahkan baru kenal komputer. Kalau perlu buat yang tinggal copas dan langsung pake (tentu ada persetujuan sebelumnya – bagaimanapun, buatnya kan susah).
    Berjuang trus untuk Simpus, biar programnya biasa-biasa aja, namun bisa dimanfaatkan, dari pada yang wah tapi cuma bisa diplototi.

  3. Assalamu’alaikum wr wb
    saya mau ngucapin terima kasih untuk mas jojok karena simpus di Puskesmas Pelaihari Kabupaten Tanah laut sudah mulai lancar walaupun di dinas kesehatannya sendiri masih belum siap untuk menerima pelaporan dalam bentuk simpus. Akan tetapi kami tidak terlalu memikirkan apakah pihak kabupaten siap atau tidak yang kami bisa memanfaatkan data simpus untuk keperluan Puskesmas kami sendiri.
    Mas jojok kapan nich simpus KIA di publikasikan ke kabupaten kami agar dapat kami terapkan di Puskesmas Pelaihari? soalnya bidan desa kami udah pada mengeluh karena di Simpus data KIA tidak lengkap. (kalau bisa sofware nya gratis lebih oke….he…he)
    Sekali lagi thanks mas jojok …

    • waalaikum salam pak..

      sama-sama saya juga berterima kasih dan bersyukur kalau Simpus sudah bisa berjalan dengan lancar di Pelaihari. Untuk DKK mohon dimaklumi, habis pergantian struktur organisasi pasti tidak bisa langsung lari.
      Untuk SImpus KIA, saya menunggu undangan dan kesempatan ke Pelaihari lagi, mudah2an saja bisa kesana secepatnya, mungkin bisa dibantu untuk advokasi ke dinas kesehatan.

      Gratis ??? jelassss… puskesmas gak bayar kok, yang mbayar dinas kesehatan hehehe…

      Salam untuk semua staf di puskesmas..

  4. salam kenal

  5. assalamualaikum,.
    langsung aja mau share ni mas, aku punya cust. bidan didesaku, purwodadi pasuruan, nich masalah nya setelah laptopnya di scan anti virus program simpustu nya ga jalan… gimana nich jalan keluarnya, di install ulang apa gimana….? gmana caranya

    • Waalaikum salam..
      Mungkin simpustunya sdh rusak exe nya. Coba di install ulang lagi..mungkin mas Antok di dkk masih ada masternya. Jangan lupa datanya di selamatkan dulu..

  6. om jojo, aq dah download simpuse njenengan, mau tak instal harus pake pasword, bisa inta paswordnya ?? moko-wonosobo. punya modul buat sistem informasi obat gudang farmasi ??? kalo punya bisa aq coba ?? kalo menarik, perubahan anggaran tahun ini, untuk instalasi farmasi kabupaten mau saya usulkan untuk anggaran sistem informasi administrasi gudang obat intalasi farmasi kabupaten.

  7. download aplikasinya di mana mas jojok? Untuk simpus web based nya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: